Educational Fundraiser

Multiply Blog [ditutup Desember 2012] sebagai media lahirnya komunitas ini.   PM dari Adhitya Mulya penulis novel JOMBLO mengawali aktifitas ini.  Sekitar Ramadhan 2008, aktifitas ini dilakukan, tujuannya adalah ‘membantu para guru’ sehingga kita menyebutnya santunan guru atau guru asuh.  Sistem yang kami lakukan cukup unik, yaitu kandidat yang memerlukan santunan dibursakan kepada para tersantun, melalui email atau milis.   Walhasil satu orang guru asuh dapat disantuni oleh 2 sampai 8 orang penyantun, tergantung kebutuhannya.

Tahun 2008-2009 fokus kita adalah para guru, agar guru-guru dapat melanjut ke jenjang S1 dan bisa mengikuti SERTIFIKASI guru.  Sertifikasi guru adalah jalan bagi para guru untuk mendapatkan penghasilan yang layak.  Pernahkah anda bayangkan berapa gaji sebagai seorang guru honorer di sebuah Madrasah Ibtidaiyah atau Tsanawiyah yang ada di kampung-kampung??? IDR 100.000 – 200.000 per bulan.   Jika pun punya yayasan yang cukup kuat atau guru tersebut berstatus sebagai GURU SUKARELAWAN DAERAH maka gajinya  IDR 500.000 – 750.000 per bulan.   Mungkin kita berpikir, bagaimana cara mereka menghidupi keluarganya?  memang rizki datangnya dari Alloh, selalu ada rizki sehingga kehidupan keluarga guru ini terpenuhi.  Angin segar sertifikasi, membuat guru bersemangat, tetapi sekali lagi.  Mereka terbentur persyaratan keharusan S1 bagi guru bersertifikat.   Di ranah inilah Edufundraiser bergerak, membantu pendidikan para guru.    Hanya saja, mulai tahun 2009 pemerintah pun menggelontorkan program yang cukup bagus, guru-guru yang belum S1 mendapatkan biaya pendidikan untuk melanjutkan S1 di beberapa perguruan tinggi negeri seperti UIN/STAIN  untuk guru MI/MTs/MA juga di UPI untuk guru SD/SMP/SMA, melalui sebuah “Program Peningkatan Kualifikasi Guru dengan Dual Mode System”.

Oleh sebab itu mulai tahun 2009, kita pun beralih fokus membantu “Calon Guru” untuk meraih gelar S1, maka beberapa mahasiswa calon guru dari beberapa universitas di Jakarta, Bogor, Cianjur, dan Bandung disantuni.  Ada seorang guru di sebuah SMAN di Bogor yang begitu perduli dengan para siswanya.  Melalui beliau pula, beberapa kandidat siswa berprestasi yang bercita-cita menjadi guru, komunitas santuni.

Sampaii Ramadhan 2012, telah 19 tersantun disantuni oleh 43 orang penyantun, dengan total dana yang telah disalurkan sebesar IDR. 150.140.000.  Setiap orang mendapatkan santunan bervariasi dari mulai IDR 1.900.000 sampai lebih dari IDR 12.000.000.   Berikut ini adalah penerima santunan mulai Ramadhan 2008 – 2012:

Tersantun periode 2008-2012

Selain santunan pada individu guru/calon guru, kita pun menggalang dana untuk pembangunan satu kelas di MI An Nizomiyah, IDR 11.075.000 pada tahun 2008-2009 berhasil dikumpulkan dari 14 donatur dan telah disalurkan pada MI An Nizomiyah, sadar bahwa satu kelas tersebut tidak dapat terpenuhi dengan uang tersebut, tapi sangat berharga bagi sekolah untuk membangun satu kelas.

Edufundraiser, menyalurkan dana zakat dari ibu Evy untuk pemberdayaan ekonomi para guru honorer di MTs Mathlaul Anwar, Rangkasbitung, Banten.  Sembilan orang guru honorer yang rata-rata penghasilannya rendah IDR 100.000 – 200.000 perbulan,  bersama2 mendirikan koperasi sekolah dengan dana tersebut.  Sampai sekarang, koperasi berdiri dan menyediakan aneka bahan pokok, jajanan, seragam, bahkan sekarang merambah ke keperluan lebaran seperti sarung.  Alhamdulillah, sangat produktif.  Keuntungan tiap bulan dari koperasi tersebut bisa dirasakan para guru secara berkelanjutan.

Pada tahun 2012, Pemerintah menggelontorkan program BIDIK MISI yang membuat para siswa SMA yang diterima di PTN dapat melanjutkan kuliah.  Bagi para siswa seperti Intan, Firda, dan Liana yang memang mereka “pintar” menjadi tidak masalah.  Kami bernapas lega.  Bagi kami, kami hanya membantu sebagian kecil, dari apa yang bisa dibantu dari program pemerintah, memberi harapan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan dan keluar dari kesulitan sehari-hari.   Ketika pemerintah sudah memenuhi kebutuhan para mahasiswa termasuk para calon guru untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi, maka kami akan membantu ke ranah yang lain, dengan tetap fokus pada pendidikan.


We change our the focus

Kami mengapresiasi pada pemerintah yang terus memperbaiki sistem dan kesempatan kepada para peserta didik, mahasiswa, dan guru untuk mengakses pendidikan yang lebih tinggi.  Pada tataran sekolah menengah ada program — Wajib Belajar 12 tahun — paling tidak pada tahun-tahun mendatang, tidak hanya SD dan SMP tetapi juga SMA/SMK akan memperoleh BOS yang memungkinkan peserta didik mengakses sekolah secara terjangkau bahkan gratis.  Begitu pula untuk tingkat perguruan tinggi, walaupun biaya PT/PTN melambung, tetapi BIDIK MISI menjadikan para peserta didik yang tidak mampu mempunyai kesempatan luas untuk masuk PTN secara gratis.  Lalu guru? Dibeberapa kementerian seperti KEMENAG dan KEMENDIKBUD menyediakan santunan bagi guru untuk melanjutkan S1 secara gratis di PTN melalui program DMS [Dual Mode System, sebuah program membuat guru support pada sistem sertifikasi yang berimbas pada tunjangan profesi dan peningkatan taraf hidup mereka, jadi dimasa depan tidak akan ada lagi guru Oemar Bakri].  Bagi kami yang bergerak di komunitas siswa asuh dan guru asuh, semua program pemerintah ini patut diacungi jempol.  Namun bukan berarti aktifitas kami berhenti.

Bukan pula berarti ladang amal bagi kita semua sudah tertutup.  Masih banyak bentuk kontribusi yang bisa kita lakukan untuk pendidikan, untuk senantiasa menebar kebajikan, dan untuk senantiasa mencari peluang amal jariah yang dapat mengalir sepanjang masa.

We have already planned NEW FOCUS 

01.  2015: Planing– Dibutuhkan 700 juta untuk Pembangunan Taman Kanak-kanak, yang lengkapnya dapat di baca di sini: PROYEK TK HIKARI.  Gedung ini akan kami gunakan pada pagi hari untuk Taman Kanak-kanak dan sore hari untuk pengajian anak muslim, sebagai upaya mentradisikan kembali “madrasah after school” Bagi yang berminat berkontribusi silahkan kontak kami diemail: yantiherlanti.uinjkt@gmail.com.

02. ………[–silahkan ditulis –mari bersama-sama menjadi bagian dari tinta sejarah proyek ini!]


Santunan Guru Asuh EduFundraiser (2014 The End)

  • 2014 -Edufundraiser selanjutnya dilanjutkan oleh: Eduwakaf, para generasi penerus yang akan meneruskan proyek-proyek yang berbeda dengan visi yang sama yaitu menyediakan ladang amal bagi kita untuk berbagi.
  • 2014: Tak terasa memasuki Ramadhan lagi, saatnya membagi kabar dari para tersantun: Cukup menggembirakan untuk para tersantun yaitu Firda UNJ dan Intan UNJ sudah menyelesaikan kuliahnya dan sudah bekerja.  Firda menjadi guru di SMP IT At Taufik Kota Bogor, dan Intan yang lulus dengan CUMLAUDE terlibat dalam biro konsultasi bimbingan karir,  Billy (Universitas Suryakencana) sedang menjalani semester akhir dan telah bekerja selain sebagai guru olahraga di SD, secara tetap dia bekerja di lembaga swadaya masyarakat yang bergelut dalam bidang pendidikan yaitu IEPF Japan.  Dan selamat juga, pekerjaannya dapat menghantarkannya untuk pergi ke Jepang.  Ketiganya telah mendapatkan pekerjaan dengan gaji melebihi UMR dan rasanya sangat bersyukur melepaskan mereka.  Dan baru disadari ternyata ketiga orang itu berasal dari SMAN yang sama yaitu SMAN 8 Bogor lulusan 2009.   Sebelumnya Nanda UIN Jakarta telah juga bekerja menjadi guru SD di sekolah yang cukup baik dari segi penggajian di daerah Tangerang, paling tidak dia bisa menjadi harapan baru bagi keluarganya.  Eko fitri telah berkeluarga.  Terima kasih kepada para tersantun, mereka bisa menjadi tunas-tunas baru penebar kebaikan bagi generasi penerus bangsa.  Dan pesan saya bagi kalian yang sudah mapan dalam bekerja: “Sisihkan 2,5% persen untuk senantiasa bersedekah dari gaji yang didapatkan setiap bulannya”.  Mendekati Ramadhan ini sedang di “observasi” santunan untuk Anin anak Yatim yang bersekolah di sebuah SMK di Kabupaten Bogor, yang di sela-sela sekolahnya dia membantu keluarga dengan menjadi buruh bangunan.   biaya pendidikannya sebesar 1.800.000 untuk biaya SPP kelas 2-3 [have already full Covered].
  • 2013 —> KABAR GEMBIRA: 3 calon guru sudah lulus dari S1 Pend. Biologi UIN Jakarta (Nanda), S1 Pend. Kimia UIN Jakarta (Eko Fitri), dan S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ (Firda).   Nanda sudah mengajar di SD Swasta di Serpong, Eko Fitri menjadi guru Bimbingan Belajar di Ciputat, dan Firda menjadi guru di SMP Al Kautsar.  KABAR MANIS: Calon guru yang belum lulus tetapi sudah mengajar sebagai guru Honorer pada tahun ini adalah Billy (Semester VII, Honorer dan Mengajar di SD Hikari Serpong, Tangerang Selatan),  Ane Soraya (Skripsi, semester IX, mengajar sebagai guru honorer di SMAN Parung Bogor).  KABAR KABARI:  Intan smt 9 jurusan konseling, Univ. Negeri Jakarta masih berjibaku dengan skripsinya, karena pada bulan April 2013 baru mendapatkan pembimbing.  Dita Pertiwi smt 9 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIKA Bogor, tidak memberikan kabar kemajuannya.  —> lengkapnya dapat di download disini: Progres Report TERSANTUN 2013
  • 2012 —> download disini: Progress Report 2012

Social activity in Maleber 58 [2015, the End]

  • 2012 direncanakan untuk pembuatan PAUD di lokasi maleber 58. Maleber adalah kampung semasa kecil saya, sebagian besar warganya memiliki ekonomi menengah bawah.  Dulu ada satu TK yang cukup asri menampung anak2 maleber bersekolah dengan harga yang murah.  Namun pada saat ini para ahli waris Yayasan tersebut lebih memilih menjadikan bangunan yang ada menjadi kamar-kamar kost.  Masyarakat pun tak memiliki TK lagi yang terjangkau dan terdekat dengan lokal mereka.
  • 17 Aug 2013  berbicara dengan para ahli waris, ternyata titik buntu.  PEMBEBASAN LAHAN UNTUK PAUD tidak memungkinkan dilakukan, sehingga pendirian PAUD di wilayah maaleber tersebut pun tidak mungkin dilaksanakan.  Rencana ke depan untuk Maleber adalah PERBAIKAN DAN PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN. My Friend said “Terkadang niat baik tak selalu mudah diwujudkan”
  • Agustus 2013 PAM [Perpustakaan Anak Maleber] telah pindah ke Maleber 58.  SEKILAS INFO: Perpustakaan ini diprakarsai dan prasarana perpustakaan disumbang oleh masyarakat Jepang yang menabung di Kantor Pos dengan mediator IEPF (Indonesia Education Promoting Faundation).  Sejak tahun 2011 PAM telah mandiri didanai secara mandiri,  cost untuk sewa rumah per tahun mencapai 5 juta.  Pada tahun 2013 kami memberi PAM sewa gratis di lokal kami Maleber 58.
  • Target 2013 penyelesaian proses sertifikasi tanah
  • Target 2014 perbaikan sarana PAM dan rumah maleber 58.
  • 2015 bulan Januari, aktifitas perpustakaan Maleber akan dipindahkan ke lokasi baru yaitu Sekolah Hikari.  Ditempat barunya ini semoga koleksi buku yang ada lebih bermanfaat dan berdayaguna bagi peserta didik juga masyarakat sekitar.  Kegiatan “Ba’da Sekolah atau After School” di Sekolah Hikari akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi para peserta didik.

 

Komentari dong artikelnya, terima kasih!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s