Mau masuk SMA, apa yang harus dilihat?

SMA masa penentuan untuk memilih tingkat pendidikan lanjut terutama bagi mereka yang punya hasrat bersekolah tinggi mengisi jalur-jalur profesional sejak dini.  Bagi mereka yang mau mengisi jalur teknisi, pilihannya adalah sekolah teknik dan melanjutkan ke D3.  Untuk masuk PTN jalur yang disediakan adalah SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri.  Dengan penghapusan ranking pada sistem pendidikan nasional kita, jalur undangan atau SNMPTN tidak hanya diperuntukkan bagi anak ranking 1-3 seperti era 90-an zaman saya sekolah dengan istilah PMDK atau USMI yang hanya menyasar anak2 rangking di sekolah.  Jalur SNMPTN membuka peluang bagi semua anak negeri, seleksi berdasarkan rapor.

Rapor tentu saja sifatnya individual, SNMPTN mempertimbangkan pula kredibilitas sekolah.  Kredibilitas sekolah dilihat dari mana oleh PTN? Salah satunya dari IIUN atau Index Integrasi Ujian Nasional.  IIUN dikeluarkan secara resmi oleh kemendikbud sehingga publik bisa memanfaatkan.

Kita orang tua juga memanfaatkan untuk kepentingan memilih sekolah bagi anak-anak kita.  Kuota SNMPTN bagi perguruan tinggi sangat tergantung pada IIUN.  Sekolah dengan IIUN baik memiliki peluang yang tinggi untuk diterima di PTN. Sekolah mana saja itu?

Karena saya tinggal di Bogor dan berasal dari Bandung, berikut ini saya bagikan hasil koleksi saya terkait IIUN bagi orang tua di Bandung dan Bogor.  Bagi kota lain bisa mengakses web kemendikbud terkait pemanfaatan UN oleh publik.

Nilai IIUN SMAN di Kota Bandung.  Angka dalam kurung menunjukkan ranking. Sebagai catatan SMA dengan nilai IIUN > 80 dinyatakan sebagai sekolah yang memiliki integritas.

  1. SMAN 1 : 79 [13]
  2. SMAN 2: 82[6]
  3. SMAN 3: 92 [1]
  4. SMAN 4: 85 [3]
  5. SMAN 5: 88 [2]
  6. SMAN 6: 79 [13]
  7. SMAN 7: 78 [22]
  8. SMAN 8: 83 [4]
  9. SMAN 9: 83 [4]
  10. SMAN 10: 77 [23]
  11. SMAN 11: 80 [11]
  12. SMAN 12: 81 [8]
  13. SMAN 13: 82 [6]
  14. SMAN 14: 81 [8]
  15. SMAN 15: 79 [13]
  16. SMAN 16: 76 [24]
  17. SMAN 17: 77 [23]
  18. SMAN 18: 50 [26]
  19. SMAN 19: 79 [13]
  20. SMAN 20: 79 [13]
  21. SMAN 21: 47 [27]
  22. SMAN 22: 76 [20]
  23. SMAN 23: 80 [11]
  24. SMAN 24: 81 [8]
  25. SMAN 25: 79 [13]
  26. SMAN 26: 79 [13]
  27. SMAN 27: 60 [25]

IIUN SMAN Kota Bogor

1. SMAN 1 = 90 (1)
2. SMAN 2 = 87 (3)
3. SMAN 3 = 90 (1)
4, SMAN 4 = 84 (5)
5. SMAN 5 = 85 (4)
6. SMAN 6 = 82 (8)
7. SMAN 7 = 84 (5)
8. SMAN 8 = 80 (10)
9. SMAN 9 = 81 (9)
10. SMAN 10 = 83 (7)

Bagi orang tua, selama memilih sekolah bagi putra putri anda!

My Traveling Bandung – Bogor

Bandung-Bogor sudah saya jalani sejak tahun 1990.  Karena saya orang Bandung yang kuliah di IPB.  Awalnya naik Colt ke Cianjur dengan ongkos 800 rupiah, dilanjutkan naik Colt Cianjur-Bogor 500 rupiah.  Adapun ongkos bus non AC (Bus AC pada tahun tersebut sangat terbatas) dengan ongkos 1.000 rupiah.   Lalu tahun 1993 saya sudah tidak menemukan lagi Colt Cianjur-Ciroyom, karena dibukanya jalur Leuwipanjang-Baranangsiang,  Banyak warga sekitar Ciroyom memilih bus Sukabumi dan turun di Cianjur, harganya lebih murah, sehingga Colt Bandung-Cianjur pun tereliminasi.   Tahun 1995-an ada beberapa bus AC (tapi temporal, yang dari Jakarta mau ke Bandung, dengan tarif 5.000 – 6.000).  Tahun 2000-an bus AC Gagak Rimang mulai muncul dengan tarif 9.000 rupiah dan terus meningkat sampai 18.000 pada tahun 2005-an.

Mengapa di Bogor banyak hujan?

Coba sebutkan hal apa saja yang berhubungan dengan Bogor?

Jika ada pertanyaan ini, saya sih yakin jawaban teratas adalah HUJAN!!!! (tentu saja selain talas, kebun raya, angkot, dan IPB).  Bogor kota hujan adalah sebuah mafhum amm.  Dan siapapun yang ke Bogor, merasakan sensasi hujan yang berkepanjangan, musim kemarau pun hujan tak kunjung berhenti di Bogor, pertanyaannya adalah mengapa???? Mengapa hujan senantiasa mampir ke Bogor??? Ada apa dengan Bogor?? Adakah magnet yang menarik awan-awan sehingga lebih senang berlabuh ke Bogor??? Atau karena Bogor dihuni oleh penduduk yang beriman sehingga berkahlah tanahnya (bukankah hujan sebuah rezki???)

Continue reading