Satu atau Dua?

Satu atau dua?  

Saya pilih tiga anak! Ehhh, ini bukan nego dengan calon suami dulu tentang berapa anak yang akan dilahirkan.  

Tapi pertanyaan itu tentang PILPRES 2014.

Nah, bagi saya sendiri (dibold sengaja untuk memberi titik tekan bahwa ini MAUNYA SAYA WAE) kedua CAPRES bukanlah yang ideal.  Yang ideal itu menurut keinginan saya:

  1. Si Capres mau menerapkan syariah islam secara kaffah. Karena saya selalu ingat buaian puisi Iqbal dan nostalgia cerita zaman2 1001 malam apalagi masa Cordoba “Masa yang paling indah adalah masa hidup dalam kejayaan Islam, dunia dikendalikan oleh peradaban islam
  2. Atau paling tidak sang calon presiden mau mengganti mata uang yang ada dengan DINAR dan DIRHAM, karena saya cape terus menerus ditekan dengan ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dollar.  Dan saya pikir penerapan DINAR dan DIRHAM akan menjadi titik tolak Indonesia menuju negara mandiri lepas dari haegomoni AS, paling tidak secara ekonomi dulu lah.

Tapi apa daya MAUNYA SAYA itu tidak sesuai dengan maunya 63% penduduk dewasa di Indonesia (baca posting saya sebelumnya tentang Presiden Kita dan Kamu).  Mayoritas rakyat Indonesia masih nyaman dengan status DEMOKRASI.  Walaupun masih banyak yang tidak memahami apa makna dan konsekuensi demokrasi itu.   Menghina sekulerisme, pluralisme, dan multikulurisme….tetapi ingin disebut sebagai partai islam paling demokrat, ini ANEH.  Karena konsekuensi menyatakan diri setuju dengan demokrasi maka dengan otomatis harus menerima sekularisme, pluralisme, liberalisme, dan multikulturisme.

Ok, kita berbicara aja maunya mayoritas rakyat Indonesia!!  Maunya rakyat Indonesia pilpres diselenggarakan langsung.  Dan semakin terlihat sejak REFORMASI sistem negara kita makin demokrasi dan sangat ketara sekali makin menyamai AS.  Karena memang pemegang lisesnsi DEMOKRASI DUNIA saat ini adalah AS. Yah, mau dikatakan apalagi INI SUDAH MAUNYA MAYORITAS RAKYAT.  Kalaupun memilih, maka kita memilih bukan untuk dipertanggungjawabkan pada Alloh swt, karena Alloh swt menginginkan kita hidup di bawah keridhoannya dengan melaksanakan hukum2 bernegara seperti yang ada pada al qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah saw di Madinah.   Kita memilih itu demi rakyat saja, bukan demi ridho alloh swt. #IronisYA?

Lalu kembali pada milih capres 1 atau 2?  Ini agak sulit dijawab, bagi saya:

  1. Saya tak ragu dengan pribadi Prabowo, saya yakin beliau bisa mempimpin negeri ini.  Beliau juga tulus mempersembahkan harta dan jiwanya pada negara.  Beliau menjaga nama baik korps, dan ketika dikeluarkan dari ABRI tak pernah berkicau-kicau gak jelas.  Komitmennya jelas terhadap Bangsa Indonesia.  Saya tak ragu dengan kapaasitas kepemimpinannya. loyalitas untuk negara.  Namun, kerikil tajam di Prabowo adalah partai2 koalisinya.  Partai-partai koalisi terlibat dalam berbagai MAFIA PROYEK untuk memperkaya partai bukan untuk rakyat Indonesia.  Track record partai koalisi dalam etika berpolitik dan penerapan demokrasi sudah banyak dipaparkan media…tak perlu diulang2, kita pun sudah tahu bersama.  SAYA RAGU partai2 ini tulus mengusung Prabowo, kalau tulus pasti tidak akan minta deal2 politik.  Pastinya akan menerapkan koalisi tanpa syarat.  Walaupun dibalut dengan kata kerjasama antara partai atau berbagi porsi dll tetap saja itu bahasa halus partai2 koalisi minta jatah.  Simpati saya juga terkikis terus dengan berbagai propaganda yang disebarkan oleh timses No 1.  Dari mulai FB sampai BC BBM semuanya sama kampanye negatif kalau tidak black campaign.   Model kampanyenya sangat menakutkan…”Saya ditakut-takuti oleh kader2 yang merupakan bagian TIMSES capres no 1 dengan penguasaan SYIAH, JIL, KRISTEN. dan CHINA jika si no 2 yang terpilih”.    Terus terang gaya kampanye ini memuakkan.  Lalu saya jadi berpikir begini, “WADUH MENGERIKAN JIKA CAPRES NO 1 MENANG BERARTI AKAN ADA PERTUMPAHAN DARAH UNTUK PELARANGAN bahkan bumi hangsus terhadap SYIAH, JIL, KRISTEN, CHINA, DLL…..Kejadian SAMPANG, Parung, POSO, AMBON, bahkan JAKARTA 1999 dan bentrokan berdarah lainnya akan terjadi lagi”.  Oh, come on ini Indonesia dimana bhineka tunggal ika adalah bagian mutlak yang ada di negara kita selama bertahun2 sejak Indonesia berdiri.
  2. Saya ragu dengan Jokowi.  Jokowi bagus dalam tataran praktis.  Tetapi seorang presiden perlu langkah2 strategis juga.  Jokowi memang belajar banyak untuk mengasah kemampuan strategisnya, JK melengkapi kekurangan Jokowi.  Jokowi memang bukan presiden sempurna, tetapi Ia dibawah Tim Suksesnya ingin mengembalikan DEMOKRASI pada RULE-nya dengan melakukan REVOLUSI MENTAL.  Revolusi mental diawali dengan pembenahan sistem.  Jokowi dan TIMSES menawarkan DEMOKRASI SEJATI sebagai sebuah ideologi yang diperjuangkan.   16 Tahun reformasi, Indonesia berusaha menjadi negara DEMOKRASI, namun gagal memberikan dampak kesejahteraan pada rakyat, karena MENTAL KORUP dan MEMENTINGKAN PARTAI & KELOMPOKNYA,  Begitu menurut TIM CAPRES no 2, sehingga Demokrasi dan revolusi mental menjadi PROGRAM UNGGULAN CAPRES ini.  Memang ini janji dan retorika kampanye.  Namun, ini realistis dan pragmatis! Revolusi mental dimulai dengan memilih koalisi, sebuah koalisi tanpa syarat, koalisi tanpa syarat.

Jadi pilih 1 atau 2? Jika meletakkan diri sebagai seorang yang berideologi DEMOKRASI dan ingin menjaga negara Indonesia dalam suasana DEMOKRATIS yaitu memberi ruang kebhinekaan tanpa melihat perbedaan suku, aliran, ras, agama (SARA)….serta mempersembahkan satu suara untuk kepentingan rakyat, maka memililih no 2 adalah keputusan logis.

 

Namun….

Jika  suka dengan situasi sekarang.  Sekarang Presiden sukar begerak karena tuntutan partai koalisai, Presiden harus terus merasa malu, karena ulah para partai koalisi yang melakukan aksi mendulang materi demi berjalannya mesin partai.   Negara kita susah move on, karena partai2 koalisi menjadi bola kusut dalam rantai demokrasi.  Maka silahkan memilih no satu.

 

Pada suatu ketika, ketika no 2 sudah terpilih.  Ternyata kesejahteraan tidak tercapai-capai juga.  Maka mari kita rethinking, mungkin demokrasi ala AS yang diterapkan di Indonesia tidak cocok??? Rethinking pada sejarah nasional, sistema apa yang cocok dengan karakter masyarakat Indonesia.  Walau bagaimana pun masyarakat Indonesia beda dengan masyarakat AS.  Masyarakat AS FREE DOM dan LIBERALIS, namun masyarakat Indonesia terbiasa FEODALIS.

Pilih siapa? #myPreident

Mulai panas ya? Pemilu 2014!!! Siapa jagoan mu??

  • Dari demokrat ada Gita Wirjawan, Anis Baswedan, Dahlan Iskan, dan Marzuki Ali…
  • Dari PKS ada Anis Matta dan Hidayat Nurwahid
  • Dari PDI …entah jadi atau tidak Jokowi dicalonkan atau Megawati yang mau maju lagi…
  • Dari PBB kalau uji UU Pilpres lolos di MK maka Yusril maju jadi Capres.
  • Dari Gerindra ada Probowo
  • Dari Hanura dari Wiranto
  • Dari PKB atau PPP (?) yang mencalonkan Rhoma Irama
  • Dari Golkar ada Abu Rizal Bakri

Pilihannya siapa (???)  Kalau saya sih sangat konsen dengan TIM Ekonomi yang mereka bentuk…bukan sekedar smart, soleh, atau bahkan handsome.

Kalau demokrat siapapun Presidennya sudah dipastikan ekonomi neoliberal menjadi sandarannya.  Secara ideologi, partai ini merupakan partai transnasional perpanjangan dari ideologi Partai Demokrat AS.  Ideologi yang kental dengan liberalisme termasuk pada sistem ekonominya.  Berharap perubahan sistem ekonomi pada partai ini? hemm think again!!!  Siapapun pemimpin yang ditawarkan oleh partai ini, maaf “Saya tidak terlalu yakin akan mengubah kibat sistem perekonomian”  Dalam kerangka liberalisme, “pasar dunia menempatkan Indonesia sebagai konsumen bahkan buruh potensial dan negara-negara maju sebagai produsen dan manajernya”  maka jangan banyak berharap Indonesia akan mengenjot ekonomi REAL dan pengolahan BUMN untuk kepentingan rakyat.  Yang terjadi justeru privatisasi atau penjualan BUMN dan menyuburkan ekonomi berbasis kredit, suku bunga, dan ragam ribawi lainnya.  Saya pribadi sih, “siapapun calon dari Demokrat…rasanya gak tega saya mencoblosnya”.   1 suara saya akan menjeburkan rakyat indonesia pada sebuah sistem liberalisme ala AS.  Maaf, saya Gak tega sama rakyat.  Saya yakin, rakyat Indonesia masih bisa di-setting menjadi manusia berdikari bukan sekedar hamba sahaya.

PKS?? Seperti halnya demokrat partai ini merupakan partai Transnasional dari Ikhwanul Muslimin di Mesir.  Jelas sekali partai ini berideologikan islam, dalam sisi politik namun untuk masalah ekonomi…maaf saya belum menemukan kitab yang dikarang oleh Mujtahid-mujtahid Ikhwanul Muslimin terkait sistem ekonomi islam.  Akan dibawa kemana sistem perekonomian Indonesia jika mereka memimpin?? Lagi-lagi BLUEPRINT-nya pun tak jelas.   Tambah lagi selama ini “pergulatan ide2 mendasar tentang sistem ekonomi” tidak menjadi konsen dari partai ini.  Maaf, saya belum pernah mendengar bahwa partai ini melakukan  brainstroming mengundang berbagai pakar ekonomi, untuk mengagas perekonomian alternatif bagi Indonesia.   Yg terjadi hanyalah sejumlah bantahan terhadap intrik2 yang gak penting banget bagi kesejahteraan Indonesia terkait ulah para kadernya.  Tampaknya, dari berbagai intrik-intrik yang ada…partai ini punya basis kuat secara internal partai terapi belum siap memimpin Indonesia.

PDI-P??? Ironis!!! Partai ini partai wong cilik, partai rakyat tumbuh dan berkembang dari desakan rakyat.  Namun selama Mega memimpin justeru ideologi ekonomi liberalis yang mendominasi.  Entahlah saya masih sanksi partai ini mempunyai keberanian untuk mengubah kiblat ekonomi bangsa ini atau seperti yang pernah terjadi “partai ini terjebak dengan sistem neoliberal yang terlanjur mengakar di Indonesia”???

Lalu Gerindra???  Saya sempat bertanya siapakah Tim Ekonomi yang dipilih Gerindra. Twitt Prabowo cukup transparan menjawabnya.  Terus terang agak Speechless.  Di antara semua calon, hanya dari partai ini yang menawarkan program ekonomi, namun…..bagaimana ya? Saya masih diantara sangsi dan menaruh harapan.  Mungkin lebih baik baca ulasan ini aja, silahkan >> Ekonomi Kaki-5

Golkar ?? Pastinya 11-12 dengan demokrat, bedanya Golkar tumbuh di Indonesia, jadi keputusan-keputusan liberalnya masih akan mempertimbangkan kultur dan budaya Indonesia dan rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia tentunya.  Selainnya??? Jangan terlalu berhadap deh akan adanya perubahan ekonomi yang azasi.

Hanura?? masih idem sama Golkar.  Bisa dikatakan bahwa HANURA adalah THE REAL GOLKAR, karena HANURA menjaga militansi nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.

PBB, PKB, dan PPP merupakan partai-partai Islam yang lahir di Indonesia.  Namun BLUEPRINT sistem perekonomian yang dianut partai2 ini juga belum jelas.

Itulah pilihan saya!!! Saya akan memilih calon yang punya BLUEPRINT SISTEM EKONOMI berbasis pada rakyat.  Saya menunggu partai apa yg secara terang-terangan mau menggunakan TIM & PAKAR EKONOMI KERAKYATAN.   Sudah bukan saatnya lagi menggunakan jargon2 bersifat SARA atau IRONIS lagi milih karena GAGAH dan TAMPAN MENYANDANG SENAPAN (#halahhh seperti lagu Kopral Jono saja!!!).

So, bagaimana pilihan anda?? Apa kriteria anda??? Let’s Think!!! Satu suara anda, rakyat taruhannya!!!