#わかりました:Mengapa bisa militan?

Saya pikir setelah 10 Agustus tagar akan berganti ternyata tagar tersebut tidak berganti juga jadi #2019PrabowoPresiden untuk melawan #2019Jokowi2Periode atau #2019JokowiTetapPresiden.  Deklarasi atas tagar ganti presiden tanpa menyebutkan siapa penggantinya terus dikumandangkan,  pertanyaannya “Mengapa gak mau ganti tagar? Mengapa sebagian masyarakat mendukung tagar tersebut?

Sebelum membahas dua pertanyaan ini.  Mari kita bahas siapa deklarator dari hastag ini?  Tentu kita sudah tahu hastag ini dipopulerkan oleh Kader PKS tercatat sebagai ketua dan si ibu mantan artis 80-an juga relawan pemenangan PILKADA DKI Jakarta yang penuh ancaman dari mulai ancaman “Haram Pilih Pimpinan Kafir [padahal sistem Indonesia bukan berdasarkan syariat Islam bahkan mereka menyebutnya sebagai sistem kafir atau thougut, tapi kok pemimpinnya dilarang orang kafir??]” – INI PERANG AYAT, ketika ancaman ini tidak mempan dilakukan ancama berikutnya “LARANGAN MENYOLATKAN JENAZAH PEMILIH AHOK” — ini Perang Mayat.   Untuk memastikan bahwa masyarakat takut dengan ancaman “Ayat dan Mayat” mereka melakukan “Tamasya Al Maidah”, dalam Tamasya ini  mereka ibarat para pembusur yang siap memuntahkan anak panah kepada siapa saja yang membandel.  Seperti halnya PILKADA DKI dengan gerakan 212, gerakan hastag ini pun didukung oleh HTI dengan tambahan tidak hanya presiden yang ganti tapi juga sistem [klik di sini!] “Ganti Rezim Ganti Sistem. Ibarat lalu lintas, diperlukan sopir yg baik dan aturan lalu lintas yg baik untuk terwujudnya kondisi lalu lintas yg baik, lancar, aman dan menentramkan – Jubir HTI.  

Mengapa HTI ikut mendukung gerakan ini? Bukankah bagi anggota HTI “Haram Memilih Pemimpin dalam Sistem Kafir, sehingga anggota HTI diwajibkan GOLPUT.” Pertanyaan ini bisa dijawab dari tontonan video ini [–> KLIK DI DISINI BENARKAH HTI MENUGANGGI?].  Lihat pada detik 7.45 -8.08   “Saya kira kita harus memiliki pemimpin yang dia melindungi masyarakat, melindungi umat, bisa menopang atau bisa mendukung dakwah, memperlancar dakwah, bukan justeru sebaliknya menghambat dakwah bahkan sampai membubarkan kelompok dakwah begitu.  Nah, Penguasa yang menghambat dakwah bahkan membubarkan kelompok dakwah ini saya kira penguasa yang tidak selayaknya terus kita dukung.”

Bukti digital baru menuju pada PKS sebagai inisiator gerakan hastag dan HTI yang bersatu ikut memperjuangkan.  Saya coba mencari bukti digital untuk komponen lainnya seperti FUI/FPI tampaknya belum secara jelas ada mendukung hastag ini, karena kubu FUI/FPI atau PA212 cukup konsisten merekomendasikan #PrabowoPresiden.   Dengan melihat siapa pemain hastag ganti presiden, maka kita bisa menjawab pertanyaan “Mengapa sebagian masyakat mendukung gerakkan tagar ini?”  Jawabannya adalah (1) Keinginan berkuasa atau memegang posisi penting pada pemerintahan Indonesia, posisi strategis sebagai Presiden.  Mereka berkaca dari TURKI, Erdogan ketika menjadi Perdana Mentri kekuasaannya ternyata tidak absolute, namun ketika jadi Presiden dia bisa membubarkan sistem parlementer, ini karena rakyat lebih mendukung posisi Presiden dibandingkan ketua parlementer seperti MPR atau DPR.  Kekuasaan absolute yang bisa mengatur rakyat dengan kekuatan ABRI ini tentu menjadi incaran PKS. Alasan selanjutnya (2) Balas dendam karena pemerintah telah membubarkan status ORMAS mereka.

Lalu mengapa mereka tak mau ganti tagar menjadi #2019PrabowoPresiden? PKS adalah partai politik transnasional mempunyai garis komando dengan Ikhwanul Muslimin (IM) yg dikomandoi Yusuf Qadrawi, tujuan dari partai ini adalah membentuk Jamiatul Muslim, ini mirip sistem khilafah ala hizbut tahrir yaitu penyatuan negeri-negeri muslim dalam satu komando internasional.  Perjuangan PKS atau IM dilakukan dengan mulai mengambil alih jabatan-jabatan strategis di negara-negara muslim dari mulai walikota/bupati, gubernur, sampai presiden.  Jika negeri Muslim seperti Malaysia, Indonesia, Turki juga negara-negara lainnya dikuasai oleh kader-kader IM maka aliansi Jamiatul Muslimin akan mudah terbentuk.  Jamiatul Muslim ini akan melawan haegomoni USA yang mengusung Kapitalis Liberalis Demokrasi.  Tampaknya PKS melihat Pak Prabowo pada saat ini, setelah tidak memilih capres rekomendasi Ijmak Ustadz, tidak mampu mereka kendalikan.  Bahkan sebaliknya, Pak Prabowo yang nasionalis dan cinta NKRI ini malah membalikkan posisi memanfaatkan mereka.  Inilah sebabnya tagar tersebut bertahan.  Bagi HTI sendiri tidak terlalu penting siapa presidennya, yang paling penting Presiden itu memberikan kebebasan untuk mendakwahkan KHILAFAH dan #GANTISISTEM diberikan ijin #DEMO dan menggelar acara-acara seminar dan konferensi #KHILAFAH.  Pemerintahan Pak Jokowi dianggap mematikan dakwah khilafah mereka, mereka pun tidak yakin Pak Prabowo akan mendukung ide khilafah.  Inilah sebabnya mereka mendukung hastag ganti presiden bukan #2019PrabowoPresiden atau #2019TetapJokowi.  Gerakan ini sebenarnya bisa mengancam tidak hanya pada Jokowi tapi juga pada Prabowo kalau terpilih.  Berikut bukti digital ancamannya.

Screen Shot 2018-09-01 at 03.29.12

Kenapa gerakkan ini kok kader-kadernya militan ya? Pertanyaan itu sering dilontarkan pada saya.  Sebagai “pakar mantan” saya cuma bisa jawab, (1) karena DORONGAN IDEOLOGI.  (2) karena cuci otak dalam liqo/halaqoh tiap minggu. (3) karena penutupan keterbukaan berpikir.   Yuk, kita bahas satu-satu!

  1. Dorongan ideologi.  Mereka diyakinkan bahwa sistem yang dianut Indonesia dengan Pancasila dan Demokrasi adalah sistem bathil, sistem kufur, sistem thogut.  Sistem yang tidak sesuai dengan teks al qur’an, hadits, dan ijmak shahabat.  Mereka diyakinkan bahwa sistem yang dianut Indonesia saat ini tidak sesuai dengan contoh Rasulullah saw dan para Shahabat, oleh sebab itu perlu dibubarkan dan diganti dengan sistem islam.  Para pejuang sistem ini dijamin surga, dikatagorikan sebagai mujahid, dan orang-orang Idealis . Adapun para pejuang Pancasila dan Demokrasi dianggap mereka sebagai orang-orang Pragmatis atau Liberal bahkan tidak jarang mereka melontarkan perkataan “munafik” dan “komprador” pada umat islam yang memperjuangkan Pancasila dan Demokrasi. Hal yang mereka lupakan, “NKRI dan Pancasila lahir dari Ijmak Ulama 1945, ada ulama dari Masyumi, NU, Muhammadiyah, dan lainnya.  Semua ulama dengan komponen bangsa lain bersepakat menerapkan ideologi Pancasila dan NKRI.  Ulama saat itu menyepakati ideologi negara Indonesia dengan dasar kepentingan umat islam. Selayaknya kita sebagai umat mempercayai keputusan ulama, karena Ulama adalah pewaris para Nabi SAW”.   Dorongan ideologi yang membabi buta, melupakan konteks dimana mereka tinggal.  Bahkan mereka lebih percaya pada ulama-ulama yang tinggal di Timur Tengah untuk mengatur gerak dakwah di Indonesia, ketimbang petuah para ulama Indonesia.  Ulama timur tengah pemimpin IM dan HT mengatur gerak dakwah di Indonesia, menyamakan Indonesia dengan kondisi masyarakat timur tengah menciptakan gejolak.  Sementara para ulama Indonesia yang tidak sesuai kemauan mereka, mereka sebut sebagai ULAMA SU [ 1, 2, 3, 4, Astagfirullah….keji bukan?].
  2. Liqo/halaqoh adalah kegiatan rutin 2 jam dalam satu minggu.  Pada kegiatan ini para kader atau anggota PKS/HTI diberi asupan pemikiran.  Tujuannya menjaga agar kader tidak terpengaruh pemikiran dari luar gerakkan dakwah mereka.  Bisa dikatakan kegiatan ini merupakan kegiatan cuci otak agar pemikiran dan langkah mereka sama.  Opini yang dikeluarkan setiap anggota sama.  Apa yang harus dilakukan di masyarakat maya dan real sama.  Anggota yang jarang liqo/halaqoh pemikiran dan langkahnya boleh jadi menyeleweng dari khittah (garis komando) mereka.  Oleh karena itu peraturan liqo/halaqoh ini sangat ketat.  Liqo/halaqoh ini wajib dihadiri, dan diberi sanksi jika tidak hadir tanpa uzur syari’. Sanksi terberat adalah dikeluarkan.
  3. Menutup keterbukaan berpikir.  Selain liqo/halaqoh juga ada mutaba’ah.  Kegiatan ini diisi dengan (1) mengecek  EFEKTIFITAS OPINI MINGGUAN YANG DISEBARKAN PADA MASYARAKAT dengan pertanyaan “sudah sebar opini dimana saja? sasarannya siapa, lembaga mana? efektif atau tidak penyebaran opini tersebut? siapa yang berhasil direkrut atau menyetujui opini ini?  (2) menegur, para anggota yang dianggap beropini atau bertindak tidak sesuai dengan yang digariskan partai (gerakan islam ini) akan ditegur bahkan disalahkan.  Tidak ada kebebasan berpikir dan berpendapat.  Pikiran dan pendapat anggota/kader harus sama dengan pikiran/pendapat partai.  Jika membandel, maka diberi sanksi….sanksi terberat yaitu dikeluarkan.

Jadi, sebagai warga masyarakat yang masih cinta hidup di Indonesia.  Hidup damai dengan Pancasila warisan para Ulama45.  Maka sebaiknya berhati-hati dengan gerakan-gerakan ini.  Semoga #わかりました。

 

why menolak PKS, and why not?

Official count sudah resmi, tapi perang status dan dukungan serta twitter masih berlangsung.  Ternyata bulan2 ini sampai oktober rakyat dipaksa elit politik agar tdk bisa move on.

Kubu pemenang mulai move on, mengagas koalisi di legislatif dan susunan kabinet.  Dalam rangka itu ada hal menarik, Petisi menolak mengajak pks bergabung dengan jkw-jk.  Sampai saya lihat beberapa waktu lalu pendukungnya ada 4.500. Sedikit tentu saja dibanding pemilih loyal pks yang berjumlah 6 jutaan.

Hal yang membuat saya ingin komentari dari alasan penolakan itu adalah “pks mempunyai agenda terselubung yang membahayakan NKRI yaitu mendirikan daulah khilafah seperti hti”

0k, kita bahas ide daulah khilafah.  Daulah khilafah adalah sistem pemerintahan dalam islam yang meliputi beberapa negeri muslim yang bersatu sehingga wilayahnya luas dengan satu orang pemimpin.  Secara historis sistem ini pernah eksis dari sejak rasulullah saw wafat sampai khilafah Turki usmani dibubarkan 3 maret 1924.  Daulah khilafah dianggap sebagai media melaksanakan hukum islam secara kaffah dalam berbagai bidang kehidupan.  Artinya daulah khilafah adalah wadah menjalankan ideologi islam.

Sejak khilafah dibubarkan (tahun 1924) para ulama mendirikan kelompok dakwah, partai politik, dan gerakan untuk mengembalikan daulah khilafah islamiyah.  Salah duanya adalah Hizbut Tahrir (Hizb) dan Ikhwanul Muslimin.

Jika Hizb terang-terangan dalam perjuangannya, maka ikhwanul muslimin lebih memilih diam2 menyembunyikannya.  Kita akui, istilah khilafah dan daulah serta daulah khilafah islamiyah menjadi brandmarck perjuangan hizb diberbagai negara.  Dalam setiap permaslahan dan kasus yang terjadi Hizb mengopinikan UUD (ujung2nya daulah).

Pertanyaannya apakah hizb ini membahayakan NKRI? hizb adalah partai internasional yg metode gerakkannya adalah dakwah fikriyah, yaitu menyadarkan masyarakat untuk mau dihukumi dg hukum islam.  Dakwah fikriyah artinya menyebarkan pemikiran2 islam.  Jika kita berteman dengan aktifis dakwah hizb, kita bisa lihat status mereka kebanyakan ajakan mengubah paradigma misalnya tentang demokrasi sebagai sistem kufur dan islam punya ideologi sendiri yaitu dalam islam,  Alloh swt pembuat hukum dan uu atau dengan kata lain suara tuhan adalah suara rakyat bukan suara rakyat suara tuhan seperti demokrasi.  Gerakan makar sangat kecil sekali dilakukan hizb apa lagi di indonesia,  Level pemikiran masyarakat Indonesia jauh dari hingar bingar daulah khilafah, masyarakat indonesia tidak pernah merasakan hidup secara langsung dalam tatanan daulah khilafah.   Menghadirkan fakta-fakta itu dalam benak masyarakat indonesia sangatlah sulit, sehingga Indonesia dan juga negara2 eropa bukanlah wilayah yang dijadikan target untuk mendirikan daulah khilafah.  Hizb membidik negara2 arab yg secara historis, kultural, dan pemahaman lebih memungkinkan mendirikan daulah islamiyah.  Jadi hizb membahayakan NKRI? Ah tidak.  Lawan hizb bukan NKRi, lawan hizb sebagai partai internasional adalah internasional juga yaitu Amerika atau ideologi kapitalis yang sedang menghaegomoni  hampir 3/4 dunia pada saat ini.

Lalu bagaimana dg ikhwanul muslimin? Gerakan ini dlm bentuk partai ada di Mesir tapi dengan nama berbeda2 hanya masih satu komando gerakan dan berada diberbagai negara.  Contohnya Hamas di Palestina, PAS di malaysia, dan PKS di Indonesia.  Walaupun punya tujuan sama seperti hti tapi jalan dan metode yang digunakannya berbeda.  Banyak buku yang dikeluarkan oleh pendiri ikhwanul muslimin yg menjelaskan bagaiman metode mereka.  Hasil tulisan saya ini adalah hasil baca dari sejak sma dan pengalaman juga, walau saya tak lama2 ikut gerakkan ini hanya sebentar saja sekitar tahun  1991-1992.  Untuk mencapai daulah islamiyah ikhwanul muslimin memulainya dengan pembinaan individu.  Pada tahap ini setiap individu dibina pengetahuannya dengan liqo/kajian rutin setiap minggu, dicek apakah tiap hari baca qur’an, sholat malam, dan menhapal al qur’an.  Selanjutnya adalah tahapan usroh, atau keluarga.  Pada tahap ini, individu yg sdh matang walaupun berumur muda akan dijodohkan untuk cepat menikah, menikah muda memberikan kesempatan untuk punya anak banyak.  Tahap selanjutnya adalah ke bi’ah atau lingkungan, untuk level lingkungan masyakat maka kita bisa lihat  biasanya mereka membooking satu komplek perumahan sehingga keberadaan mereka di kompleks tsb mayoritas dan memudahkan mengajak simpatisan baru,  mendirikan sekolah islam terpadu untuk menciptakan bi’ah level sekolah, juga menarik simpatisan baru. Lalu selanjutnya tahap negara,  Tahapan ini harus dipastikan bahwa mereka cukup kuat, mereka pun menunjukkan diri dengan nama sebuah partai yang ikut dalam pemilu di setiap negara.  Dengan mengikuti pemilu maka ada kesempatan menjadi kepala daerah dan presiden.  Target awal kepala daerah.  Contoh kasus jika 33 propinsi kepala daerah dipegang, maka akan mudah memuluskan penerapan hukum islam dan juga menggiring masyarakat sesuai opini partai.  Untuk target ini, bisa dilihat pada pilpres kemarin daerah yang kepala daerahnya dari pks mayoritas memenangkan capres no 1, sesuai instruksi amir mereka.  Target selanjutnya tentu saja kepala negara atau presiden.  Di beberapa negara untuk target ini sudah berhasil seperti Mursi di mesir dan Anwar Ibrahim di Malaysia, namun kekuasaannya tak bertahan lama.  Jika banyak negara dipegang oleh mereka, maka negara2 itu nanti dilebur dan disatukan dalam daulah islamiyah.   Membahyakan NKRI? Untuk wilayahnya mungkin tidak. 33 propinsi akan dijaga kesatuannya walau dalam bentuk NII bukan demokrasi pancasila lagi.  Namun membahayakan PERSATUAN INDONESIA, jawbannya Bisa jadi.  Karena mereka tidak memaafkan perbedaan.

Tidak memaafkan perbedaan? Ya, bisa dibaca berbagai kampanye negatif yang dilancarkan selama pilpres dan pileg.  Kita juga bisa baca dari buku2 yg mereka terbitkan.  Misalnya di buku jamiatul islamiyah, dijelaskan bahwa gerakan islam itu harusnya satu.  Oleh karena itu dalam buku itu black campaign dilancarkan pada HIzbut Tahrir, Jamaah Tablig dan gerakan dari timur tengah lainnya.   Untuk konteks Indonesia, sering sekali ulama NU mereka cari2 kesalahannya dan melabelinya dengan sesat, alih2 bekerjasama malahan harus dijauhkan.  Para kader di PKS sangat dilarang mengikuti kajian2 di luar liqo dan ceramah dari ustadz2 mereka, termasuk kajian dari para ulama salaf.  Belum lagi kebencian mereka yg membabi buta terhadap kaum Nasrani (kristen), yahudi, dan agama lainnya.   Kebencian terhadap muslim yang nasionalis pun sering mengemuka….mereka menyebut para muslim ini sebagai Toge (plesetan dari Thougut).

Oh ya upaya kudeta sistemis tidak jarang dilakukan oleh mereka, untuk menduduki kekuasaan.   Bagi aktifis rohis kampus yang punya paham bersebrangan tentu saja pernah merasakan bagaimana kudeta sistemis ini dilakukan, dan membuat mati kutu lawan pemahaman.

Sikap tidak mentolelir perbedaan  dan cara2 kasar dalam meraih kekuasaan, ini memang menakutkan bagi kita.  Konflik horizontal yang akan terjadi membahayakan keberagaman di Indonesia.

PKS di Indonesia lebih banyak berdakwah dengan memperlihatkan akhlak para kadernya, namun miskin dengan dakwah fikriyah – goal apa yg sebenarnya ingin mereka capai banyak yg disembunyikan dan ditampik, walau juga gak bisa menampik karena para ulama ikhwanul muslimin dengan jelas mengarang buku2 yg bisa kita baca.  Apakah mereka menggunakan kekuatanterstruktur untuk meraih kekuasaan di suatu negara? Ya, ada upaya terstruktur untuk meraih kekuasaan di suatu negara.  Untuk peraihan kekuasaan ini, modus yang dilakukan hampir mirip dengan Gerakan DI/TIi dan memang ketua majelis syuro PkS merupakan putra tokoh DI/TII KARTOSUWIYO yaitu Danu Muhammad Hasan.

Jika melihat pengalaman Mursi di Mesir, maka sungguh mengerikan jika terjadi di Indonesia bukan? Konflik horizontal menjadi potensi yg tidak terelakkan, lalu siapa yg akan dikorbankan? Tentu saja rakyat indonesia sendiri, rakyat kecil yang berharap hidup adil dan sejahtera serta aman.

Sebagai muslim, kita yakini bahwa Islam rahmatan lil alamin.  Isi al qur’an harus diimplementasikan, dan harus diperjuangkan untuk diimplementasikan.  Tapi berdasarkan fakta dan pengalaman, kita tentu saja harus memilih metode yang paling baik.  Yaitu metode yang tidak dilakukan dengan black campaign, metode yang tidak akan menimbulkan konflik horizontal, metode yang lebih banyak menumbuhkan kesadaran dari rakyatnya bukan metode yang memaksakan kehendak, serta metode yang menhargai keberagaman secara adil.  Metode yang dibangun oleh para Wali termasuk wali songo di Indonesia, sehingga menjadikan hampir 90%  rakyat indonesia ridho dengan Islam.

Jika islam rahmatan lil alamin, maka tentu saja islam bisa dirasakan rahmatnya tidak hanya oleh muslim tetapi oleh semua penduduk bumi tanpa membedakan ras, agama, suku, dan paham politik.