Serial Keluarga Kemiri: Pool-itik

Rangkuman serial keluarga kemiri dalam facebook, saya coba rangkum dalam beberapa edisi di blog ini, semoga menikmati, senyam-senyum sendiri aja. Ketiga saya tampilkan topik pikalieureun yaitu Kolam Itik alias POOLITIK.

#17# Lieur ku AADC

Enok: politik teh lieur ya Bah?

Abah: politik adalah seni meraih kekuasaan. 

Enak: pantesan lieur Bah. Nu ngarana seni mah memang sok ngalieurkeun Emak. Emak pernah ninggali pameran lukisan. Lukisanna kawas benang kusut. Harga eta lukisan 150 juta. Emak ge pernah denger nyanyian gogoakan teu pararuguh, teriak2 aja gak nyanyi, sampe telinga Emak budeg. Tah nu kararitu “seni” ceunah Bah! Lieur kan? Seni memang ngalieurkeun!

Tole: PECAHKAN SAJA SEMUA, BIAR GADUH! BIAR RAME! 

Enok: kunaon Kang Tole jadi baca puisi di AADC 1 Dian Sastro!

Tole: Biarkan semuanya gaduh! Gaduh duit!

*gaduh = punya (bhs sunda)

————
#15# Revolusi

Enok: Bah, ari revolusi teh naon?

Abah: Revolusi teh perubahan yang mendadak tak perlu waktu lama. Revolusi kebalikan dari evolusi. Kalau di Biologi mah perubahan mendadak biasanya disebabkan oleh mutasi. 

Tole: Itu tinjauan biologi Bah, kalau tinjauan sosial?

Abah: Pergerakan yang ingin menggantikan sebuah ideologi yang dianut suatu negara dengan ideologi lain atau menginginkan pergantian SISTEM pemerintahan. Misalnya revolusi perancis 1789–1799, menggantikan sistem monarki menjadi kapitalis-liberalis-demokratis. Revolusi Bolshevik Okt 1917 menggantikan sistem pemerintahan kekaisaran di Uni Soviet menjadi Sosialis-Demokrasi. 

Tole: Oh, itu toh maksud Revolusi. Itu sebabnya namanya REFORMASI, karena sistem masih tetap demokrasi-pancasila. Cuma pemilihan presiden aja yang diubah.

Enok: Itu loh Kang Tole, waktu Demo tempo lalu kan ada juga teriakan “REVOLUSI….REVOLUSI…REVOLUSI”

Emak: Tah, Emak setuju memang kita perlu REVOLUSI…penting itu, biar akhlak kita jadi bagus. Tuh lihat, sekarang mah orang gak beban buang sampah, corat-coret dan rusak fasilitas umum, bahkan mengambil hak publik pun tanpa dosa. Perlu revolusi tuh!

Enok: Eta mah REVOLUSI MENTAL atuh Mak!

———–

Enok: Eta mah REVOLUSI MENTAL atuh Mak!

KELUARGA KEMIRI
#15# Pake Ka I

Tole: Katanya PeKaIi bangkit lagi Bah?

Abah: Sebagai sebuah partai? Tidak mungkin bisa bangkit dan lolos verifikasi dari kementrian hukum. Semua partai dan ormas di Indonesia seharusnya berazas pancasila.

Tole: Ah, abah. Bukan PKI nya, tapi apanya itu ya? Misalnya nih bah lambang PKI palu arit ada di uang kita, produksi kaos lambang PKI, kayak gitu deh.

Enok: Memangnya adanya simbol PKI menandakan hidup kembalinya PKI Bah?

Abah: Agak susah PKI bangkit di Indonesia, trauma panjang pada pengemban ide komunis, mematikan nafsu mereka untuk membangkitkannya kembali. Saat ini banyak negara sosialis komunis pun sudah berubah menjadi kapitalis, seperti China dan Uni Soviet. Yang terpenting mah, kelakuan kita sekarang jangan seperti orang PKI, “keukeuh peuteukeuh dan egois ingin menang sendiri, ngajak2 massa buat melakukan revolusi”. 

Emak: Dari dapur, emak denger pada bicaraiin “pake kai” naon nu “pake kai” teh?

Enok: pe ka i Mak, lain pake kai!

kai= kayu dalam bahasa sunda

———–

#11#Status

Abah: Ngapain si Emak cemberut gitu?

Emak: Ini loh Bah, temen2 emak statusnya sekarang mah politik, dia update status kritik pemerintah tentang jual-jual pulau sama orang asing. Emak bingung!

Tole: Memang juga kebijakan pemerintah sekarang mah parah, dijualin semuanya sama Asing dan Aseng!

Abah: Le dan Emak! Kita pernah wisata ke KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) TANJUNG LESUNG KAN? Siapa yg kembangin itu kawasan? PEMDA kah?

Tole: Bukan Bah, kayaknya swasta!

Abah: Nah, kira2 menurut kalian bagus gak itu wilayah?

Enok: Bagus banget Bah! Wisatanya ditata rapih!

Abah: Itulah, kalian lihat wilayah ujung selat sunda yg terpencil ketika dipercayakan pada investor swasta yg punya modal mereka akan bangun daerah itu dg modal mereka. Kalian lihat daerah itu sekarang? Yg dibangun adalah KEK, pertama swasta membangun kawasan wisata, lalu dibangun SMK Pariwisata untuk menyiapkan tenaga kerja disitu. Di maket kalian lihat pengembangan perumahan sampai nanti ada universitas yg arahnya pada ke jurusan biologi & biodiversity, rumah sakit pun akan dibangunkan. KEK memang dikembangkan oleh swasta. Tapi kalian lihat jalan raya sepanjang KEK pun tumbuh, warung makan…penginapan sederhana yg dibangun masyarakat bagi backpackers yg gak mampu nginap di Tanjung Lesung Cottage berhaga lebih dari 7 juta per malam, tapi tetap mereka bisa menikmati indahnya Tanjung Lesung. Lalu..nelayan. Sekarang para nelayan bisa jual ikan untuk memenuhi kebutuhan KEK, tak perlu mereka jual ke luar KEK. Sumber2 ekonomi tumbuh di daerah situ mengeliatkan ekonomi rakyat kecil di wilayah itu. Hebat kan? Nah! Kalian juga tahu RAJA AMPAT? destinasi prestisius itu pun dikembangkan oleh swasta bahkan Asing. Insyaalloh suatu saat kalau Abah ada rejeki, kita piknik ke Raja Ampat. Sekarang pemerintah ingin menghidupkan wilayah di nusantara seperti Tanjung Lesung dan Raja Ampat. Jangan sampai pulau2 itu nasibnya kayak Sipadan dan Ligitan, jatuh pada negara orang karena pemerintah kita dianggap abai membiarkan pulau itu. Dana pemerintah terbatas buat ngembangin pulau2 yg terpencil, terluar, terjauh…maka diundanglah sektor swasta. Bukan berarti dijual itu. Abah mah jadi ingat hidupnya kegiatan ekonomi di wilayah terpencil dan terjauh itu karena efek menjalan hadits nabi saw ttg “menghidupkan tanah mati”. 

Tole: Tuh…Mak, makanya jadi emak2 jangan suka nyiyir sama pemerintah. Naik motor aja emak2 mah udah bahaya, apalagi masuk ke jurang politik! 

Enok: Tah, Mas Tole juga otaknya kudu banyak piknik biar gak butek!

———-

#17# Jenggotan

Kamis sore, di rumah hanya ada Abah dan Enok. Emak sedang pengajian dan Tole rapat BEM di kampusnya.

Abah; cari apaan Nok di internet?

Enok: googling aksi lingkungan, tapi dikit dapatnya, banyak aksi lainnya. Bah, kenapa ya org2 sekarang mudah sekali KEBAKARAN JENGOT, dikit2 marah, aksi, demo deh….

Abah; mudah KEBAKARAN JENGOT, karena mereka punya jengot, coba kalau cukur jengot, kan gak ada lagi istilah kebakaran jengot,

Enok: @$#%!???!!!?

#13#hoax

Tole: Busyet nih banyak banget pekerja cina ke indonesia. Kasian buruh Indonesia. Ini hoax bukan sih Bah?

Enok: Bah, pegang kepala Tole, demam gak? Soalnya tumben dia gak jugment!

Abah: Ngenye abang mu melulu, Nok! Gini loh Le! Bagi Abah mah, hoax atau bukan, bukan itu masalahnya, juga bukan masalah China atau Walanda atau Arab. Pasar bebas memang di depan mata kita semua. Kelak kalian akan bersaing dg berbagai bangsa untuk memperebutkan pekerjaan di negaramu sendiri, juga buat buka usaha di negaramu sendiri. Era globalisasi meniadakan sekat kesamaan karena suku, bangsa, dan agama….pada zaman itu yg diperlukan adalah kemampuan komunikasi dan kolaborasi, bekerja cepat dan efektif, kreativitas dan inovasi, kritis dan problem solving. Jika kemampuan ini tidak kita miliki maka kita gak bisa bersaing. Oleh sebab itu hard skill dan soft skill kalian harus terus diasah. Sibukkan diri kalian dg prestasi! Manfaatkan waktu dg membaca dan menonton asupan bergizi, yg menambah energi bagi beramal sholeh.

Enok: Tuh, Mas Tole. Reugeupkeun tah! Tong baca wae hoax!

Emak: Ahok lagi Ahok lagi, bosen! Yeuh emak bikin holak! 

Tole: Kita lagi bahas hoax Mak! Bukan Ahok!

———

#08#Malaikat

Emak: Duh lieur emak mah, dua orang ini kayaknya diharuskan jadi malaikat, sedikit2 dilaporkan. Naha jadi kieu?

Tole: ya Emak, keduanya itu pan tokoh. Presiden Jakarta dan Presiden NKRI bersyariah, harus jaga diri dong. Jaga ngomongan tong salah!

Enok: Ah si kang Tole mah lebay meuni jadi presiden gitu. Ari enok mah lieur ku jamaah baper, lain mareuman seuneu nu keur berkobar, malah ikutan niup eta api jadi we beuki gede. 

Abah: Nah, sebagai rakyat kita nu kudu jadi rakyat produktif. Abah teh PNS lamun istilahna keren mah ‘civil servant’ tugasna melayani rakyat, nah Abah dosen ukur jago teori ukur bisa ngajak massa facebookers dan twitter berpikir. Berpikir agar jadi warga konstruktif dan produktif Jika abah share berita HOAX atau berita provokasi, maka abah bukan lg pelayan massa walaupun abah tetap PNS – Pro Negative Sharing. 

Enok: Si Abah mah! Aya-aya wae PNS mah ya PNS wae kerenna CIVIL SERVANT OF GOVERMENT, PEGAWAI NEGERI SIPIL.

Advertisements

Serial keluarga kemiri: Serba-serbi PILKADA DKI

Rangkuman serial keluarga kemiri dalam facebook, saya coba rangkum dalam beberapa edisi di blog ini, semoga menikmati, senyam-senyum sendiri aja. Pertama saya tampilkan topik yang HOT yaitu SERBA-SERBI PILKADA DKI yang Baru lalu.

#Kiriman bunga#

Enok: hihihihi

Abah: Angger kamu mah, Nok! Seuserian bari nyoo Hape.

Enok: ieu Bah tinggali, orang gagal move on pada kirim kembang. Pikaserieun kata2na, kreatif orang mah.

Tole: Ah, eta mah sok hayang ka puji wae. Teknik politik palsu, memecah belah persatuan dan kesatuan. Haram perbuatan setan, mubajir.

Enok: Kang Tole, sinis banget dah. Mana ada ngirim bunga memecah persatuan, bunga mah merekatkan tali kasih. Ya, bah?

Abah: Nok, ari perkara bunga mah tergantung suasana hati dan pikiran Nok. Kalau hati lagi bagus pikiran jernih maka lihat bunga ya hati ikut senang berbunga2. Mun hatena keur rarungsing pikiran bete, ninggali bunga teh asa ngalelewe bisa di duruk tah kembang. Kadang2 mah ninggali bunga tergantung kondisi saku.

Emak: Maksud Abah? Bunga bisa tidak diselip di baju tergantung model saku baju?

Abah: Bukan, mak. Maksudna mun saku keur boke, bunga di tabungan oge dikuras habis.

Emak: ??!!???!!??!

———————————–

#Tanda-tanda keur M#

Enok: Bah! Eta stasiun nu dicarekan. Kieu caritana, aya calon pemimpin marah sama wartawan, anda media tertua, harusnya anda …bla bla gitu deh Bah! Baru calon loh Bah, blm beneran jadi pemimpin.

Abah: Tong mikiran kalakuan batur. Enok ge ari keur M mah sok sensi.

Tole: Berarti calon pemimpin itu lagi M tuh, Nok!

Enok: Lalaki kok M sih?

Abah: Geus tong Ribut! Tuh Raisa nyanyi di samping Jokowi. Ademmmm lihatnya!

Emak: Abahhhhh! Lihat emak aja, tong molotan Raisa!

Abah: Abah mah molotan Tipi Mak!

Emak: Abah!!!! arrrggghhh

——–

#Korelasi Negatif#

Enok lagi ngerjakan PR matematika, cari contoh2 korelasi positif dan negatif dari media massa.

Enok: Bah, ieu bisa jadi contoh korelasi negatif ya? “Tingkat kepuasaan terhadap Petahana DKI tinggi namun elektabikitas rendah”

Tole: ya iyalah, walaupun respon banjir cepat, sungai bersih, pelayanan administrasi dipermudah, mrt lrt gak mangkrak lagi, tapi da loba kasieun milihna. Sieun jadi masuk golongan kafir atawa munafik, tah tempatna di neraka nu paling bawah! Hag siah….

Abah: Tong ribut urusan daerah batur Le, Tong moyokan atawa mapanas, era! Urang mah ukur nempo warga jakarta milih saha? Cagub Anu ngumbar bukti atau janji? Nikmat jeung hanjakal nu ngarasakeun warga DKI. Geus urang mah jempe tong loba komentar lah!

Enok: Ah, malahka raribut, hapus contona. Conto nu jiga kieu mah piributin geuning. Tah ieu we ya Bah “Harga cabe meningkat, permintaan terhadap cabe menurun”

Emak: Tah, mun bisa mah stok cabe ditingkatkeun supaya harga cabe teu tinggi teuing!

Tole: Distribusi ge jalurna kudu diperbaiki….

Enok: ARGHHHHH sagala dikomentaran, geus enok ngerjain PR na di kamar, moal beres2 ari kieu mah!

———–

#Sholat Jenazah#

Enok : Bah ini lihat ada sebaran salah satu DKM menolak mengurus jenazah pendukung Ahok!

Tole: Alus atuh! Kudu kitu!

Abah: Eh…. regepkeun yeuh ya ku hidep sadayana! Ari ngurus jenazah teh pardu kipayah keunana kanu hirup lain kanu paeh. Lamun aya DKM anu nolak ngurus jenazah, dosana lain keur ka eta mayit, tapi keur urang nu hirup.

Emak: Ih, enya ya Bah. Sangeuk teuing ah, jadi dosa. Paralun Emak mah. Sieun ku Alloh swt. Astagfirullah.

#QUICK COUNT – PHP#

Enok: Bah, DKI walau Ahok yg menang, kok putaran 2 sih? Daerah lain mah heunteu.

Abah : Ada aturan beda Nok, karena itu DKI, Ada hurup K tuh! Khusus.

Tole: Ah itu buatan manusia Bah, aturan mah bisa diakal-akalin. Nu rame mah, ceunah real count satu putaran, bisa teu Bah?

Abah: Ari harapan mah gitu, supaya energi umat jeung dana bisa move on. Tapi pan data quick count lain. Margin error paling gede diklaim 2,5% artina moal jauh ti sakitu. Lembaga survei kredible, lain pesenan. Tong percaya isu dan harapan palsu! Baheula keur PILPRES ge penyebar harapan palsu mah selalu beropini hasil realcount dan form C3 NO 1. meunang, partaina masuk 3 besar. Pas kenyataanna mah teu bisa dibuktikeun.

Emak: Emak oge resep ka Abah karena Abah bukan segolongan orang-orang PHP. (Pemberi harapan palsu). I love you, Abah!

Tole dan Enok: Cie cie ….

————-

#Nyoblos#

Paling pagi Keluarga Kemiri datang ke TPS, alasan si Abah sederhana, biar segera bisa jalan-jalan.

Tole: Nok, milih nomor sabaraha?

Enok: Rahasia atuh, pokokna antara nomor 1 jeung 2.

Abah: Pokokna mah, mana wae nu meunang urang dukung! Tong sampai masuk PGMO (Persatuan Gagal Move On)!

Emak: Emak teh Bingung, kamari ceunah coblos pecina, Emak lihat digambar calon gubernur wilayah urang mah nomor 1 jeung 2 parake peci kabeh. Emak sih sreg ka Calon Gubernur no 1, tapi hayang emak mah wakil gubernurna no 2, jadi Emak coblos peci gubernur nomor 1 dan peci wakil gubernur nomor 2. Tunai sudah “COBLOS PECINA”

Tole & Enok: Emakkk! Eta mah nyoblos sakadaek sorangan!

———-

#Meuli Cengek#

Enok: mbah kurang lebih nih ya tiga calon menghabiskan dana kampanye 170 M.

Emak: Euleuh geuningan? Mun dibelikeun cengek 189.000.000 kg, cengek masih mahal lain?

Tole: Lada meureun Mak! Eh, Bah, sampai hari ini banyak temen Tole can bayar SPP kuliah semester genap.

Abah: Saya Prihatin….

Enok: Ih kitu wungkul Bah???!!!!!????

———-

#Dana Kampanye#

Abah: 9,1 M + 40,2 M +35 M sama dengan 84,3 miliyar.

Tole: Lagi ngitung keuntungan proyek penelitian ya Bah?

Abah: Bukan tapi dana kampanye DKI.

Enok: Eh geuningan pilgub teh mahal ya Bah?

Abah: Itu tandanya Indonesia ‘makmur, jaya, sentosa, kaya raya, pendapatanna edun2’ bisa tah pesta rakyat oge nepi ka 84,3 M.

Emak: Bah, 84,3M teh duit?

Tole: Jigana mah daun Mak! Tinggal metik kan? Tongkat dan batu kan di Indonesia mah jadi tanaman. Tah daun ge jadi duit.

#Rindu Ira Kusno#

Enok: Bah, final “the bat” pilkada DKI jam tujuh.

Abah: Saha moderatorna?

Tole: ceunah Alvito

Abah: Lain Ira Kusno, pareuman wae!

Emak: Abahhh sakali deui nyebut “Ira Kusno”, moal dibere kopi dangdut.

#Nu Meunang PILKADA DKI ngarana A#

Enok: Bah, rame lagi nih sidang Ahok!

Tole: cieee, tiap sidang juga rame aja kali Nok!

Enok: yg ini lebih rame, nih coba baca!

Tole: ah yg udah2 sidang 1-7 itu juga rame!

Enok: ramean sidang ke 8 lah!

Tole: semua rame….

Abah: Eleh eleh, kunaon jadi kalian yang rame kitu! Jadi debat kusir kalian teh!

Emak: Enya, geus tong raribut pilkada DKI, da urang mah moal nyoblos. Kudu tenang geus dipastikeun nu meunag jadi gubernur DKI ngarana bakal berawalan A.

————–

#Debat 2 Tina Talisa#

Enok: Sistem transportasi seperti peredaran darah. Harus menjangkau seluruh sudut wilayah. Nanti ada angkot, mini bus, bus trans, mrt, lrt, krl…

Emak: Naon eta teh Nok?

Enok: Itu Mak, kata debat pilkada. Terus nih Mak, ‘Pemimpin itu harusnya merangkul bukan memukul, kalau mendorong ya boleh….’

Tole: Filosofis banget sih Nok!

Enok: Enok cuma ngutip kok, Kang Tole!

Abah: Yah, ari kata Abah mah. Nu penting mah, tinggali wae, cagub mau gawe teu? Da tugas Gubernur melayani rakyat. Udah ah, abah mah mau tidur.

Tole: Yeh, kunaon Bah?
Moderatorna mencrang pisan, Tina Talisa.

Abah: She is not a single. Abah gak punya kesempatan.

Emak: Abahhhh awas ya!!!!!

———–

#Ganti Rugi Demo 470M#

Tole: Wah piye iki? Gak rame gak ada sidang lanjutan dong!
Abah: Ada apa sih Le?
Tole: ini abah! (sambil memperlihatkan berita online di Telepon pintarnya)
Abah: Baguslah itu Le!
Enok: Tuh, Si Tole gak seneng ya ada kedamaian?
Tole: hus…hati2 ndas mu, Nok!
Abah: ya 470M gak perlu lagi toh? Umat islam udah urunan bikin koperasi. Semoga berkah, jaya, makmur, subur, lancar, dan umat islam ekonominya maju berkat koperasi itu. Dan Ahok bisa fokus di pilkada, kalau sedikit2 dilaporkan, digugat, energi umat ini habis buat berpolemik, ujung2na ‘parebut pepesan kosong’
Emak: ieu yeh, sok emak bikin pepes naga sari, masih keneh panas jeung bajigur yeuh!

————-
#Debat Dosen#

Enok: Bah, nih debat kemarin ada dosen2 yang tersinggung sama ucapan Pak Ahok. Sebagai Dosen, Abah gak tersinggung?

Tole: Kayak yg gak tahu Abah aja, Abah kan orangnya GAK BAPER, dibawa asyik aja lagi, ya gak Bah?

Abah: Hahahaha….. iya, kalau sedikit2 tersinggung, sedikit2 sakit hati….hidup kita jadi susah.

Enok: Apa ya Bah tujuannya orang menyebar2 dan ngajak BAPER berjamaah?

Abah: hemmm ada dua tujuan yaitu tujuan politik praktis dan ideologi. Politik praktis tujuannya ya menjatuhkan lawan politiknya. Sekecil apapun potensi khilaf, salah, atau kepeleset bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan politik. Tujuannya menumbuhkan kebencian orang2. Kebencian itu sejanta ampuh menurunkan elektabilitas. Politik praktis ini umumnya dilakukan oleh kader, simpatisan, dan pendukung fanatik, serta tim sukses seorang cagub.

Enok: oh, maksud abah “tujuannya biar menang di pilkada”

Abah: Ya, singkatnya begitu. Tujuan kedua ini sifatnya ideologi. Ada atau tidaknya tujuan ideologi bisa dideteksi dengan mudah oleh orang yang memposisikan diri terbang ke atas awan, sehingga bisa melihat segala soal dengan holistik. Tujuan ideologi hanya mampu dilihat oleh orang yg punya kemampuan melihat di balik dinding, atau tembus pandang, semua soal biasa dilihat arahnya mau kemana. Orang2 yg punya kemampuan melihat tujuan ideologi, haruslah orang2 yang paham tentang jenis ideologi yg ada di dunia, perbedaannya, sejarahnya, gerakkannya dalam membangkitkan kembali ideologi itu. Orang-orang ini harus punya pemahaman politik. Kadang kita lihat memunculkan “isu yang sama” tapi tujuannya mereka bukan sekedar politik praktis, tapi sebenarnya sangat ideologis. Pemahaman itu hanya bisa didapatkan oleh orang yang belajar, belajar politik terutama pembentukan partai politik.

Enok: Oh…orang awam mah susah lihat tujuan ideologi, hanya org yg udah belajar yang bisa ya Bah?

Abah: that’s right.

Tole: Abah ini memang dosen tulen, penjelasan panjang lebar banget, berteori.

Abah: Le, kalau Abah gak bisa berteori ya Abah gak akan bisa lulus DOKTOR. Dulu waktu Abah disertasi, Abah ditanya sama dosen Abah, “Teori baru yang akan kamu hasilkan apa?”

Tole: ini sebabnya Dosen jago teori ya Bah?

Abah: Iya dosen mah ada 16 SKS 12:2:2 (ngajar:neliti:pengabdian masyarakat). Jadi 75% ngajarin teori, 12,5% meneliti menghasilkan teori baru; 12,5% ngajarin masyarakat aplikasikan teori.

Emak: Ayooo….tahu bulat digoreng dadakan….gurih gurih enyoy….!