Let’s think! Keep the right side!

Pemerintah dzalim, pemerintah pemecah belah umat, .pemerintah mengadudomba umat islam….ungkapan itu sering kita dengar bukan?

Saya mah orangnya gitu, selalu mencari dibalik segala sesuatu itu apa makna tersembunyinya. Gak gampang nelen bulat-bulat segala yang berkecamuk di alam maya. Ya, semoga bermanfaat saja tulisan yang agak berat ini. Sorry-sorry bagi yg tak sependapat, tapi thank you kalau baca sampai selesai.

Bagi yg malang melintang dalam gerakan menjatuhkan pemerintah sah baik gerakan islam maupun gerakan berpaham lainnya, tentu sangat paham apa maksud dan makna tersebut. Dalam dakwah gerakan tahapan gerakkan menggulingkan pemerintah sah melalui jalan umat mengharuskan mereka untuk berperang pemikiran dg umat. Gozwul fiqri dalam pengajian merupakan topik bahasan yg utama dibahas dalam rangka mempersiapkan umat ketika tahap ini digulirkan. Tahap dakwah gerakan islam mengenal tiga tahapan yaitu tasqif, tafaul, tathbiq atau pembinaan, berinteraksi dengan umat, penerapan hukum islam… ada juga yg tahapannya individu (idza bi nafsi), keluarga, masyarakat, negara.

Tahap tasqif atau individu/keluarga merupakan tahap pembinaan, tahap ini dinamakan tahap silent and secretly – tersembunyi dan rahasia tujuannya memperbanyak anggota dan sel-sel baru, umumnya dilakukan dalam bentuk diskusi berupa kelompok kecil yang dilakukan seminggu sekali atau disebut dengan halaqoh/liqo. Pada tahap ini belum terlihat pergolakan ditengah-tengah masyarakat, ide-ide hanya masif dalam kelompok mereka. Banyak gerakan politik islam melakukan tahap ini pada tahun 80-90 an. Mereka yang lahir pada tahun 60-an dan 70-an adalah org2 yang terimbas politik islam ini. Pada tahapan ini dilakukan brainstroming, menggantikan pemikiran yg sebelumnya tertananam, mereka muncul dengan sosok-sosok baru yg militan terhadap ide yg mereka peroleh. Bahkan extrim berprinsip “IDE DILUAR YANG MEREKA KAJI ADALAH KUFUR, PRAKTEK DILUAR YANG MEREKA KAJI ADALAH BID’AH, PEMERINTAH YANG MENAUNGI ADALAH THOGUT DAN KUFUR”. Sosok-sosok ini biasanya mudah dikenali ditengah masyarakat karena menggunakan simbolisme khas dalam berpakaian dan berdandan. Pada tahap ini dimunculkan pribadi-pribadi petarung BERMENTAL BAJA yg siap menjadi martir untuk memulai perang yang mereka sebut sebagai perang pemikiran.

Tahap tafa’ul atau masyarakat menuju negara merupakan tahap memperkenalkan ide masif penerapan islam ketengah-tengah umat. Bila jalur politik yg diambil mereka akan mendaftar sebagai partai politik peserta pemilu atau bisa juga tidak namun benturan ide akan terasa di masyarakat. Untuk menarik simpati umat pencitraan bersih, jujur, profesional terus dibungkus agar umat simpati, jargon-jargon terus dikumandangkan untuk menarik simpati umat dan jargon-jargon, “Khilafah, Kaffah, Syari’, Addien, .… sejalan dengan jargon islami muncul juga jargon cacian seperti pemerintah thogut, Demokrasi Kufur, … tahap ini merupakan kancah perang yg sengaja diciptakan sengaja di-skenario-kan, memang sengaja mereka membuat gejolak ditengah masyarakat dengan cara mengugat pemerintah sah. “APAPUN YG DILAKUKAN PEMERINTAH HARUS TERUS DICARI PELUANG SALAHNYA, contohnya perkara Freeport…. pada pemerintahan sebelumnya mereka berkoar-koar penguasaan asing atas freeport adalah salah, harusnya dimiliki umat. Sekarang ketika pemerintah Jokowi berusaha meraih 51% saham dan mereformulasi kontrak karya, merekapun berteriak penuh prasangka lepas dari asing diberikan pada aseng. Mereka sangat menyadari bahwa tahap tafa’ul tidak akan berhasil jika masyarakat tidak bergejolak, jika masyarakat rukun dan adem, jika masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan yg ada, oleh sebab itu mereka ditugaskan menyebarkan opini ditengah masyarakat agar masyarat bergejolak, masyarakat TIDAK PERCAYA PADA PEMERINTAH. Pada tahap yg mereka sebut sebagai gozwul fikri mereka bertugas Memutuskan kepercayaan umat pada pemerintahan sah.

 

nah, sampai disini dulu terjawab sudah mengapa ada ungkapan pemerintah dzalim, tukang adu domba, pemerintah kufur….pemerintah pendukung LGBT (pahadal uu mana yg bolehkan LGBT di Indonesia?), lalu apa tujuan isue itu dilemparkan dan ditujukan pada pemerintah sah?

To be continue

Denpasar, 26 Des 2017

3R Kota Tangsel: Jalan panjang menuju Green City

Jika biasanya saya memaparkan hasil jalan-jalan di Toyama Jepang, saat ini saya paparkan hasil jalan-jalan di Kota Tangerang Selatan.Kota Tangerang Selatan ini kota tempat kampus saya berlokasi, walaupun universitas saya bernama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan milik DKI Jakarta.

(1) Pemerintahan Kota Tangerang Selatan punya kebijakan yang kuat menginginkan kotanya sebagai kota 3R. Tentu saja ini point sangat bagus.  Kebijakan ini bisa dilihat dari misi Kota Tangsel, salah satu misinya adalah:

Penanggulangan masalah sampah melalui program yang terpadu secara berjenjang dan terorganisir dan dapat dikaitkan dengan program penghijauan lingkungan.

Nah, setiap pembangunan gedung di Tangsel harus berwawasan lingkungan, yaitu dengan membuat sumur resapan lubang biopori dan harus ada pengelolaan sampah TPST 3R (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle. Bila tidak memenuhi persyaratan tersebut maka IMB-nya akan dicabut. (sumber Airin Diany – Walikota Tangsel, 12 Mei 2014).

Keren bukan? Tangsel sudah punya “political will“.

(2) Masyarakat di Tangsel membuang sampah masih dicampur, semua yang namanya sampah dimasukkan dalam satu tong sampah.  Walaupun dibeberapa tempat sudah ada tulisan sampah organik dan non organik namun masyarakatnya masih membuang sampah TANPA MEMILAH. Mengapa masyarakat membuang sampah non organik ke organik? Padahal sudah tertulis jelas itu tong sampah organik, tetapi gelas plastik dan bungkus plastik masih dibuang disana?  #TanyaMasyarakat

(3) Sampah yang dibuang penduduk tanpa pemilahan, akan dibawa oleh petugas kebersihan ke TPS.  TPS di Kota Tangerang Selatan ada dua yaitu TPST3R dan TPS Tradisional.

 

TPST3R (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu 3R) di Kota Tangerang Selatan ada 31 titik, disini sampah dari rumah penduduk yang masih bercampur akan dipilah, menjadi sampah organik, sampah ekonomis, dan sampah tak bernilai.  Di TPS3R sampah organik diolah menjadi pupuk organik, sampah ekonomi seperti botol, kaleng dll di jual kembali ke pengepul, dan sampah tak bernilai dibawa ke TPA. Adanya TPST3R mampu mengurangi 20-30% sampah yang dibuang ke TPA.

TPS Tradisional: Sampah yang diangkut dari masyarakat tanpa dipilah dahulu akan disimpan di TPS (tempat pembuangan sementara).  Biasanya TPS terletak dipinggir jalan agar mudah bagi mobil bak atau truk pengangkut sampah mengangkut sampah.  Truk-truk sampah ini kemudian membawa sampah ke TPA.

(4) TPA Kota Tangerang Selatan punya satu bernama Cipeucang.  Sampah di sini ditumpuk sehingga membentuk gunung-gunung sampah. Masyarakat sekitar Cipeucang paling menderita dengan bau sampah ini, selain juga ketakutan akan terjadinya longsor seperti di Leuwigajah Bandung tempo lalu.

DSC_0079

(5) Bank sampah: adalah gerakan komunitas yang kebanyakan ibu-ibu untuk memilah sampah ekonomis dan non ekonomis.  Gerakan ini masif di Tangerang Selatan Sampai tahun 2017 Tangsel memiliki 208 buah Bank Sampah.  Gerakan ini merupakan gerakan partisipasif dan gotong royong yang perlu terus digiatkan.

 

Jika membandingkan tulisan kemarin tentang 3R di Kota Toyama Jepang, dengan pengelolaan sampah di Tangsel. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan penduduk dan pemerintah Tangsel dalam menangani sampah dalam jangka pendek yaitu:

(1) Pengaturan pembuangan sampah oleh rumah tangga di Tangsel.  Minimalnya setiap rumah tangga menyediakan dua tong sampah yaitu organik dan non organik. Pola seperti ini membuat warga berpartisipasi aktif memilah sampah.  Jika sampah tidak dipilah dengan baik, petugas pengangkut sampah dapat memberikan surat teguran untuk memilah sampahnya, sebagai hukumannya petugas tidak akan mengangkut sampah jika rumah tangga tidak memilah sampah dengan BENAR!

(2) TPS tradisional mengangkut sampah di TPST-3R.  Truk-truk TPST-3R yang bertugas mengangkut sampah dari rumah penduduk.   Petugas pengangkut sampah membuat jadwal pengangkutan sampah berdasarkan jenisnya misalnya sampah organik diangkut pada hari selasa  dan sampah non organik diangkut hari kamis.  Sampah-sampah yang telah sampai di TPST3R untuk dipilah antara sampah ekonomis dan non ekonomis.  Sampah non ekonomis dibawa oleh truk sampah TPST-3R ke TPS Tradisional untuk dibuang  ke TPA.  Dengan pola seperti ini maka Pemda Kota Tangsel harus membangun 1 kelurahan 1 TPST-3R, artinya ada minimalnya 54 TPST-3R.

Usulan pertama akan “memberdayakan masyarakat dalam skala rumah tangga untuk peduli sampah, INGAT: sampahmu tanggung jawabmu! Usulan kedua: lebih mempermudah dan mengefektifkan kerja TPST-3R dan akhirnya mengurangi gunungan sampah di TPA.

Memang idealnya TPA dibangun dengan model pembakaran sampah seperti yang diceritakan pada postingan sebelumnya.  Namun, biaya pembuatannya mahal.  Di Toyama saja tempat pembuangan sampah itu bersinergi lima wilayah.  Jika Memang Tangsel berminat membuat Pembakaran sampah Paling tidak bisa menampung dari lima wilayah misalnya Kota Tangsel, Kota Tangerang, Kab. Bogor, Kota Depok, dan Jakarta Selatan.

Ayo, Kita Buat Tangsel Bagus! Tangsel Cerdas Modern dan Religius!

Pengalaman 3R Jepang: Jalan Panjang Bagi Kota-kota Indonesia!

Hari sabtu kemarin saya arisan di Komplek Depok, berita sedih saya dapatkan adalah “AKTIFITAS BANK SAMPAH DIBERHENTIKAN“.  Komplek kami kecil, berisi 52 rumah tangga, beberapa bulan ini ibu-ibu giat berperan serta dalam 3R melalui Bank Sampah, bekerjasama dengan sebuah Bank Sampah di Tangerang Selatan.  Ibu-ibu semangat menjalani kegiatan 3R, karena ada buku tabungan.  Pendapatan dari mulai 1.000, 25.000, sampai 90.000 untuk tabungan mereka.  Namun selama menjalani aktifitas bank sampah terjadi kendala yaitu keterlambatan petugas bank sampah mengangkut sampah dari komplek, sehingga sampah menumpuk di rumah dan menjadi sarang tikus.  Semangat 3R yang masih menggebu tidak melunturkan semangat 3R, ide-ide pun keluar.  Sudah kita tetap kumpulkan panggil aja tukang rongsokan! Dijual sama dia? Ah, gak seberapa udah dikasihkan aja! Sekarang saya udah gak ngumpulin lagi, soalnya jadi sarang tikus di rumah.  Udah kita sediakan saja wadah khusus, tapi dimana nampungnya?”

Jepang adalah negara yang benar-benar memperhatikan 3R dalam pengelolaan lingkungannya.  Salah satu kota yang mendapat julukan eco-town adalah Toyama.  Saya hendak menceritakan bagaimana pengelolaan sampah di kota ini.

1) Pemerintah daerah Prefecture Toyama menyebarkan brosur pada penduduk (1) brosur cara memilah sampah.  (2) Brosur jadwal pembuangan sampah.  Tampak pada brosur pertama bagaimana setiap sampah dipilah berdasarkan jenisnya ada sampah kaleng, sampah kertas, sampah plastik, bekas makanan dll.  Pada brosur kedua tertera jadwal pengangkutan sampah tiap jenis.  Misalnya hari rabu untuk sampah daur ulang.

Gambar 1 (Kiri).  Cara memilah sampah di Kota Toyama.  Gambar 2 (kanan).  Jadwal pembuangan sampah sesuai jenisnya.

2) Setiap rumah melakukan pemilahan sampah seperti yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah, di setiap RT disediakan tempat pembuangan sampah sementara.  Masyarakat membuang sampah di tempat pembuangan sampah sementara sesuai jadwal. Bagaimana kalau masyarakat salah dalam memilah? atau sampah yang dibuang tidak sesuai jadwal.  Sampah tersebut akan ditandai, dan dikembalikan pada si-empu-nya.

Gambar 4 (kiri).  Tempat pembuangan sampah sementara (TPS), setiap RT satu TPS diletakkan di tepi jalan raya, agar mudah dijangkau truk pengangkut.  Gambar 5 (Kanan).  Sampah yang tidak sesuai cara pemilahannya atau tidak sesuai dengan jadwal pembuangan akan diberi tanda peringatan dan dikembalikan pada yang membuangnya.

3) Truk-turk sampah akan membawa sampah sesuai jadwal.

Gambar 5.  Truk sampah mengambil sampah di TPS sesuai jadwal pembuangan.  Pada saat pengamatan jadwal sampah yang dibuang adalah sampah daur ulang (kertas).

4) Sampah daur ulang (masih bisa dikomersilkan) oleh truk akan dibawa ke Toyama Ecotown Park.  Toyama Ecotown Park adalah pusat daur ulang sampah kering, disini sampah yang berasal dari plastik, kayu, kertas, di daur ulang kembali menjadi bahan baku yang bisa dipakai untuk beragam kebutuhan.

Gambar 6.  Eco-town Park tempat daur ulang sampah kertas, kayu, plastik

5) Adapun sampah gado-gado yang tidak dapat didaur ulang dibawa oleh truk ke tempat pembakaran sampah.  Tempat pembakaran sampah Toyama menampung sampah dari lima prefektur.  Disini sampah di bakar, abu sampah kemudian dipilah lagi menjadi abu-abu sampah yang mengandung logam dan abu sampah umumnya.  Abu sampah ini dimanfaatkan menjadi batu bata dan bahan bangunan rumah juga aspal jalanan.

Screen Shot 2017-12-10 at 13.46.39

Gambar 7. Truk-truk yang membawa sampah  tidak dapat didaur ulang mengirimkannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  Disini sampah dibakar. Energi panas yang dihasilkan dari pembakaran digunakan untuk pemanas air (onsen), abu sisa pembakaran dijadikan bahan bangunan.   

Nah, Tampak sekali pengelolaan sampah di Toyama ini ZERO WASTE bukan?

Di sekolah, anak-anak pun dibiasakan untuk melakukan 3R, jadi ketika mereka membantu orang tuanya di rumah anak-anak ini sudah paham.

DSC_0111

Gambar 8. 3R di sekolah: Bekas susu dilipat, dipisahkan dengan sampah lainnya.  

Dan banyak juga para orang tua (terutama Non Warga Jepang) yang paham cara 3R di dari anak-anak mereka yang bersekolah.  Apa yang diajarkan di sekolah, penerapannya di Masyarakat dan lingkungannya, ini namanya SEMESTAKUNG dalam pendidikan.  Terjadi kesamaan antara kebijakan pemerintah dalam 3R (Regulasi dan penyediaan fasilitas), budaya masyarakat 3R, dan pendidikan 3R di sekolah. = SEMESTA MENDUKUNG!

Indonesia kapan bisa seperti ini? YAp, saatnya kita bekerja bersama. Kita dorong pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan 3R sekaligus fasilitasnya, kita ‘suluh’ masyarakat agar mau melakukan 3R, dan kita didik anak-anak melalui kurikulum 3R di sekolah! Mari ikut berpartisipasi, #Yuk,Kita Buat Indonesia Bagus!

 

Cukup Tahu! Be carefull!

Fenomena yang terjadi di indonesia saat ini sebetulnya bukan fenomena baru. Pada tahun 1950-1970 an kakek nenek kita pernah merasakan hal yang sama. Di wilayah tertentu seperti Garut misalnya pertarungan antara DII/TII dan pemerintah sah mengorbankan rakyat saat itu. Kalau tidak ada NAHDATUL ULAMA saat itu, saya tak yakin NKRI masih berdiri sampai saat ini. Fenomena terulang kembali saat ini, beberapa komponen partai, ormas, dan komunitas rindu penegakan syariah islam kembali menampakan diri ke permukaan. Sejak tahun 1970-an sampai 1998 mereka dorman, keran reformasi memberi celah untuk angun bahkan membesar, puncak kebangkitan itu adalah 212. Persatuan sebagian umat islam ini telah berhasil meluluh lantakan seorang Ahok, menyeretnya dalam penjara, dan membungkam kemenagannya. Keberhasilan ini tentu membawa angin segar untuk mengoalkan agenda-agenda lain atas nama umat islam di masa depan. Tulisan ini hanyalah sebuah opini saja. Terima kasih sudah sudi membacanya, walau kepanjangan bacaannya.

Efek dari 212 adalah lahirnya PERPU yang kemudian menjadi UU, selain penangkapan inovator 411 dan 212. UU ORMAS ini menjadi tongkat pemukul bagi HTI. Peran opini HTI dalam pilkada Jakarta memang nyata, dimulai dari demo 49 tolak pemimpin kafir di patung kuda (see arsip: https://m.youtube.com/watch?v=O5RC6TDfBCQ Hastag “Tolak pemimpin kafir'” menjadi opini andalan saat itu. Opini #TOLAKPEMIMPINKAFIR telah membuat Ahok pada 279 di kepulauan seribu berpidato “Bapak ibu tak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin jadi kalau saya tidak terpilih pun..ini bapak ibu tak usah khawatir  nanti programnya bubar, tidak saya  berhentinya sampai oktober 2017, jadi kalau program ini dijalankan pun bapak ibu masih sempat panen sama saya.  Jadi saya ingin bapak ibu semangat, jangan nanti ganti gubernur programnya bubar. Enggak saya sampai Oktober 2017.  Jadi jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya.  Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu, program ini jalan saja.  Jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok, gak suka sama Ahok, programnya udah terima gak enak dong gue punya hutang budi, jangan nanti gak enak mati pelan-pelan kena stroke…..”. Pidato Ahok ini menjadi landasan opini berikutnya yaitu #TolakPenistaAgama, Aksi berjilid-jilid pun muncul 411 lalu 212 dg #Tolakpemimpinkafir #tolakPenistaAgama akibat dari masifnya opini umum di mayarakat tidak hanya perang ayat tetapi juga perang mayat serta persekusi. Perang pemikiran berwujud pada aksi dan hukum rimba di masyarakat, opini masyarakat pun terbelah, yang tidak setuju terancam di-bully lewat komentar medsos atau viral medsos atau di-persekusi. HTI sendiri sebetulnya tidak punya kepentingan pada pilkada DKI, karena HTI menolak sistem demokrasi. Sistem demokrasi yg diterapkan termasuk di Indonesia dikatagorikan HTI sebagai sistem kufur. Jika HTI menganggap sistem indonesia kufur, harusnya tak hirau jika pemimpinnya pun kafir, masa muslim mau pimpin sistem kufur? Tapi mengapa HTI di DKI mengambil peran dalam #tolakPemimpinKafir dan para anggota HTI pun GOLPUT dalam pilkada DKI? Memanfaatkan “syuur umat” menguatkan citra hizb. Walaupun aksi 411 dan 212 digerakkan oleh GNFMUI dan FUI, namun peran HTI all out, kadernya dikerahkan sehingga tampak bendera ar rayyah khas HTI mendominasi. Syuur umat islam yg bersatu menjadi target dalam aksi ini. After aksi kajian subuh dan tawaran halaqoh bagi peserta aksi 212 dilakukan untuk menjaga spirit perjuangan islam, after aksi 212 agenda selanjunya adalah “mengelola gerakan syuur menjadi gerakkan pemikiran”. Sangat disadari oleh para TIM THANK GERAKAN ISLAM bahwa 212 adalah gerakan perasaan/syuur semata, org berkumpul karena perasaan yang sama yaitu “tidak setuju terhadap AHOK”. Namun latar belakang org datang pun berbeda-beda yaitu ada yg murni menolak penistaan alquran, ada yg datang krn gubernur pilihannya yang kebetulan muslim ingin menang, dan ada juga agenda DKI BERSYARIAH titik tolak bagi NKRI BERSYARIAH termasuk khilafah. Walaupun umat islam bersatu, namun Ketidaksamaan pemikiran ini akan menjadi batu sandungan bagi agenda jangka panjang yaitu #PILKADA-PILPRES #NKRIBERSYARIAH dan #khilafah. Subuh berjamaah dan halaqoh atau liqo mingguan digunakan sebagai sarana untuk menyatukan pemikiran, selanjutnya reuni dan kumpul2 tetap dijaga untuk menjaga syuur umat, syuur persatuan. Apa yg diharapkan? Terbentuk opini umum. Opini umum apa yang ingin dimajukan 1) pemerintah sekarang adalah pemerintah dzalim atau kufur 2) perlu ganti sistem pemerintahan yg ada bisa diawali dengan mengganti pemimpin pemerintahan yg pro pada agenda mereka. 3) opini 1 dan 2 terus digoreng melalui halaqoh/liqo, opini media, dan opini saat kumpul2 reuni tujuannya untuk menggerakkan massa menuntut revolusi yaitu mengganti sistem pemerintahan, bisa jadi dg terlebih dulu mengganti presiden.

Tim thank 212 kader-kader komunitas, ormas, dan partai yg punya cita-cita menegakan syariah islam di indonesia. Penegakkan syariah islam melalui jalur kekuasaan, direbut melalui jalan umat. Dari bendera yg dibawa tampak bahwa barisan 212 adalah 1) PKS yg punya misi menegakkan syariat islam melalui jalur parlemen dan pilkada, menggunakan isu SARA untuk memenangkan setiap pilkada. Reuni 212 sangat bermanfaat untuk mendukung kemenangan calon yg diusungnya dalam pilkada bahkan mungkin pilpres. 2) FUI FPI punya misi menegakkan NKRI BERSYARIAH, rangkaian demo 411 212 berhasil melambungkan ketokohan HRS, rencana ini sebenarnya sudah lama digagas, sejak 2013 HRS telah dinobatkan sebagai presiden NKRI bersyariah. Flyer dan undangan demo juga reuni demo pada bagian bawah santiasa ada logo #NKRIBERSYARIAH. 3) HTI sebetulnya punya tujuan dan metode yg beda dengan PKS dan FUI dalam mewujudkan khilafah islamiyah, namun ada ‘moment bersatunya umat’ karena distimulus perasaan yang sama yaitu benci Ahok, baik benci karena mau jadi gubenur maupun benci karena menukil al maidah serta benci kafir. Moment ini tak dibiarkan berlalu namum dimanfaatkan untuk turut meraih simpati umat dan meneguhkan ketokohan HTI dikalangan umat.

Semua itu agenda politik berbalut agama? Ya! Jelas ada agenda meraih kekuasaan dalam agenda-agenda yg digulirkan, bukan sekedar agenda ibadah mahdoh. Agenda 212 dan reuni mengandung agenda politik kekuasaan dan ideologi dapat dibaca dari halaman ini: Al Kaffah, khotimah dari bulletin tersebut adalah

Alhasil, sudah seharusnya umat Islam, termasuk para “Alumni 212”, memiliki visi dan misi politik Islam yang jelas dan tegas. Dengan begitu mereka bukan sekadar rajin melakukan aksi “kerumunan massa”. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mereka terus melakukan gerakan politik Islam. Targetnya tentu bukan sekadar agar kaum Muslim bisa meraih kekuasaan. Yang lebih penting adalah agar Islam benar-benar berkuasa hingga negeri ini sungguh-sungguh bisa diatur dengan syariah Islam secara kâffah dalam institusi Khilafah ‘alâ minhâj an-nubuwwah. Tentu tak ada artinya kaum Muslim berhasil duduk di tampuk kekuasaan, sementara syariah Islam tetap dicampakkan, dan yang diterapkan serta tetap berkuasa adalah sistem sekular seperti sekarang ini. (SUMBER BULLETIN DAKWAH KAFFAH 018: umat, persatuan, dan politik, 8 Desember 2017

Lalu bagaimana posisi kita?

Jika pakai analogi, maka tim thank 212 beserta kader2 dan simpatisan yg sudah di liqo atau halaqoh mingguan atau dibina lewat sekolah/madrasah/pesantren mereka adalah para penikmat kue. Umat islam dan warga indonesia yg dibina dg kurikulum nasionalis atau pengajian salawatan adalah KUE SEDAP. Pemerintahan RI adalah pembuat kue sedap sekaligus penikmat kue. Maka saat ini posisi kita yg tidak tergabung dlm halaqoh atau liqo atau komunitas pengajian yg mendukung agenda 212 laksana kue yg sedang diperebutkan.

Apa yg akan terjadi masa depan?

Diantara para penikmat kue siapa yg akan dapat bagian lebih besar? Kue sedap yg akan disantap ternyata bukan benda tapi kue hidup yg punya rasa dan pikiran, kue-kue itu tidak bisa disantap para penikmat begitu saja, kue2 itu justeru yg akan memilih siapa penyantapnya. Masa depan sangat tergantung pada kue sedap, akan pilih siapa? Namun tim thank212 dg basis liqo/halaqoh dan pembinaan melalui sekolah/madrasah/pesantren boleh jadi meningkat tidak sekedar penikmat namun jadi pembuat kue juga. Jika ini terjadi akan ada dua pembuat kue yang bertarung masing2 pembuat akan menikmati kue masing-masing, perang tidak lagi pake ayat atau mayat tetapi perang memperebutkan lahan baik lahan produksi maupun lahan untuk pemasaran. Jika tim thank 212 sudah mampu menjadi pembuat kue, tentu butuh rumah produksi dan toko untuk memasarkan bukan? Jadi perlu lahan. Sementara selama ini semua lahan milik pemerintah, maka pilihannya membeli, bagaimana jika pemerintah tak jual lahan? Akankah Merebut andai pemerintah tak sediakan lahanya?

#refleksi bagi kita

Selayaknya kita berkaca pada Suriah, Dasmaskus kota peradaban yang indah luluh lantak karena perang antara muslim dengan muslim memperebutkan LAHAN DAN KEKUASAAN. Indonesia akan seperti itu jika berdiam diri terhadap syahwat kekuasaan. Betul, mereka dasarnya memperjuangkan islam bahkan syariat islam, namun apakah Nabi Muhammad saw mengajarkan pada kita KHIANAT TERHADAP JANJI? Pada tahun 1945 perwakilan umat islam yang diwakili oleh Ulama dari NU, MUHAMMADIYAH, dan MASYUMI mencapai kesepakatan bersama menata negeri ini dengan PANCASILA dan UUD45. Jika masih percaya pada para ulama dan menghargai mereka, selayaknya kita menghormati hasil musyawarah 1945, jika kita berteriak-teriak bela ulama, maka seyogyanya kita sadari tahun 1945 para ulama indonesia berjuang dan berdebat sengit sampai memperoleh mufakat tidak pakai Piagam Jakarta sebagai dasar negara dan UUD45 pun melepaskan beberapa kata islam. Ulama saat itu lebih menutamakan “persatuan indonesia daripada ambisi politik islam”. Apakah kita rela menghianati perjuangan mereka para ulama terdahulu? Ingat KOMITMEN TERHADAP JANJI ADALAH AKHLAK SEORANG MUSLIM.

Wallohualambisawab

Salam Dua Jari! SALAM DAMAI!

21764960_10212345157257657_5969800519486831942_n

Salam ini bukan untuk dukung PILPRES atau PILKADA, inilah adalah salam universal, SALAM PERDAMAIAN.

Let’s Talk abaout Japan 70 years ago!

Jepang 70 tahun lalu, menghadapi kondisi yang sama dengan Indonesia saat ini.  Film Oshin yg mengambil setting 1912-1950 menggambarkan dengan apik masa-masa suram Jepang. Masa itu anak-anak kecil terpaksa membantu ekonomi keluarga dg menjadi pembantu rumah tangga. Dalam film Oshin tersebut tahun 1912 Oshin yang baru berumur 7 tahun karena kemiskinan harus dijual untuk bekerja ke Saudagar kaya.  Dan 30 tahun kemudian tahun 1942, masa perang dunia II Hatsuko pun mengalami hal yang sama, keluarganya dari Yamagata harus menjualnya ke Tokyo untuk dijadikan pembantu di rumah Bordil, mungkin setelah dia remaja akan menjadi pelayan di rumah ini.  Setelah 30 tahun Jepang tidak lebih baik.  Masa-masa itu adalah masa suram bagi Jepang.  Ekonomi saat itu sangat sulit, kesenjangan antara kaya dan miskin pun lebar menganggga. Makanan serba dijatah bagi rakyat kecil, ekomoni pun tak tumbuh dengan bagus.  Melihat film Oshin akan mengenang masa sulit Jepang.  Itulah Jepang 70 tahun lalu. Persis sama dengan Indonesia saat ini.

Setelah perang dunia II dan kekalahannya dari Komplotan Sekutu AS, membuat Jepang me-rethinking misi masyarakatnya. Jepang selama era Perang Dunia menyuburkan mental patriotisme ala samurai yang kemana-mana DOYAN PERANG dan MERASA UNGGUL SENDIRI dengan semboyan-semboyan kesombongannya NIPON CAHAYA ASIA. Setelah kekalahan perang, Jepang menyadari bahwa PERANG HANYA MEMBAWA KESENGSARAAN. Tragedi perang dg segala kerugiannya menjadi pelajaran berharga bagi petinggi dan masyarakat Jepang. Oleh karena itu Jepang mengubah masyarakatnya menjadi mental cinta damai, atas dasar CINTA DAMAI JEPANG MEMBANGUN NEGERINYA KINI.  Bagaimana cara membangun masyarakat cinta damai? Jepang melakukannya dengan cara “MENCABUT RASA EGO PALING BENAR PALING HEBAT PALING UNGGUL dari benak masyarakat mengubahnya menjadi TOLERANSI, WIN WIN SOLUTION, KERJASAMA, MEMIKIRKAN PERASAAN ORANG LAIN

And Let’s Go Back to Indonesia!

70 tahun lebih kita merdeka. Perang fisik dg penjajah berakhir sudah, namun perang ideologi berlanjut terus, sampai tahun 1960-an kita sibuk mengatasi PKI (Partai Komunis Indonesia) dan NII (Negara Islam Indonesia).  Tahun 1970-an PKI benar-benar digebuk habis, menyisakan trauma bagi para pengembannya.  Kini PKI sulit berkembang di Indonesia, dan Komunis dunia pun telah hancur.   Bukan berarti Indonesia telah aman dari perang Ideologi, masih ada NEO NII yang terus berkumandang melancarkan PERANG PEMIKIRAN. Masyarakat Indonesia dikondisikan berada dalam kecamuk PERANG PEMIKIRAN atau diistilahkan dengan Gozwul Fikr. Kini kita melihat para anak muda yang ter-shibgoh NEO NII dengan penuh angkara murka memainkan jari jemarinya di media online menyebarkan opini bahkan hoax yg merusak jiwa-jiwa yg cinta damai yang sedang bekerja membangun bangsa Indonesia. Akhirnya energy bangsa habis terkuras meladeni perang ideologi atau perang pemikiran ini. Uniknya acapkali gerakan NEO NII ini menumpang dan didukung barisan sakit hati kalah PEMILU atau menumpang pada PILKADA.  Jika negara tidak bisa di-NII-kan, maka minimalnya Daerah bisa bersyariah, mungkin itu targetnya.

Masyarakat Indonesia kini dikondisikan dalam sebuah PERANG PEMIKIRAN. Jika perang terus apapun namanya mau perang revolusi, perang senjata, bahkan perang pemikiran; maka pertanyaannya KAPAN MAU MENATA INDONESIA? Apapun perangnya termasuk perang pemikiran sekalipun adalah PENGHAMBAT KEMAJUAN.

Disinilah kita harus sadar.  Mari keluar dari medan perang, ciptakan Indonesia yg tentram dg tangan, lisan, dan karya kita!

INGAT!!! INDONESIA dg NKRI PANCASILA adalah kesepakatan bersama semua perwakilan bangsa Indonesia termasuk didalamnya para ulama dari NU Muhammadiyah Sarekat Islam (baca WIKIPEDIA &  TIRTO). Sebuah kesepakatan hasil musyawarah bersama, jika kita tetap egois ingin mendirikan NII, maka betapa EGOIS-nya kita.  Jadi, mari kita bangun Indonesia yg sudah disepakati bersama. Hilangkan EGO, STOP PERANG PEMIKIRAN yang selalu kalian terbarkan pada kaum muslim.  Ayo bersama-sama bangun Indonesia. Indonesia adalah rumah kita bersama, jika ada dari pemerintah yang masih kurang maka jangan mudah PROVOKASI menyatakan PEMERINTAH KAFIR PEMERINTAH DZALIM PEMERINTAH KOMUNIS! Kapitalisme memang mengurita dunia saat ini, namun tetap ada celah untuk membantu keluar dari kapitalisme global sehingga kesenjangan kesejahteraan antara masyarakat tidak terlalu menjulang.  Selalu ada dengan cara yang arif berorientasi “Kesejahteraan Rakyat” yang bisa kita bangun bersama dalam upaya meringankan beban pemerintah. So, Yuk, kita buat Indonesia Bagus! Utamakan PERDAMAIAN DARIPADA PERANG! SALAM DUA JARI! SALAM PERDAMAIAN!

Agama, politik, dan negara: where are we?

Isu ini mengemuka akhir-akhir ini.  #PILKADADKI suka atau tidak suka, secara fakta menjadi pemicu bagi kegegaran agama (islam) dalam tatanan pemerintahan di Indonesia.  Bukan sebuah rahasia lagi pada #PILKADADKI muncul slogan-slogan PEMIMPIN MUSLIM UNTUK JAKARTA BERSYARIAH. #PilkadaDKI menjadi momen kebangkitan NKRI Bersyariah (tentang NKRI BERSYARIAH, telah ditulis sebelumnya). 

Penangkapan Ustadz Muhammad Al Khathath (Gatot Saptono) bukan sekedar karena inisiasi aksi #313 tapi karena memang bukti-bukti dunia maya, untuk ide #NKRIBERSYARIAH yg digulirkan sejak tahun 2012 tertuju pada al ustadz (silahkan Googling, informasi pada media2 resmi yg diterbitkan FUI atau FPI dan juga media2 islam).  Dan juga bukti2 lain  hanya polisi yang tahu.

Jika penangkapan atas kasus makar #212, tidak terkait ideologi, hanya terkait skenario ketidaksetujuan dg pejabat yang memerintah. Maka penangkapan makar #313 lebih ideologis, yaitu mengancam pancasila.

Yes, islam is ideology….

Kami aktifis rohis sewaktu di SMA atau perguruan tinggi, sangat hapal bahwa islam sebagai ideologi khas.  Islam memerlukan negara untuk merealisasikan hukum terkait pidana seperti zina, minum khamar, mencuri, dan membunuh.  Lalu kami juga sangat hapal bahwa dengan sebutan Pemerintahan Thogut atau Pemerintahan Kufar untuk pemerintahannya yg tidak dijalankan berdasarkan syariat islam, pun disematkan pada pemerintahan demokrasi pancasila  Dan kami juga sangat sadar bahwa ide-ide terkait islam ideologi dibawa oleh dua jaringan.  Pertama, jaringan transnasional atau partai internasional seperti Ikhwanul Muslimin (di Indonesia bernama PKS) dan Hizb Tahrir dengan pemimpinan utamanya berada di negara sekitar Arab.  Kedua, jaringan lokal semodel NII atau metamorfosisnya.  Kedua jaringan ini bergerak masuk dlm sistem menjadi partai dan diluar sistem menjadi ORMAS atau ada juga gerakan di bawah tanah.

Jaringan pertama marak sekitar tahun 80-an, seiring gegap gempita REVOLUSI IRAN.  Jika saya masuk SMA tahun 1987, maka sudah lebih dari 30 tahun untuk kelompok pertama melakukan kaderisasi.  Dan tentu saja lebih lama lagi untuk jaringan kelompok lokal, karena NII pun tumbuh dan ada seusia Indonesia berdiri.  Kini kedua jaringan tersebut menyatu dg agenda yang sama menjadikan Indonesia sebagai cikal bakal pendirian Negara Islam.  Jakarta dijadikan target utama, karena seperti kata DN AIDIT DALAM FILM G30S PKI “Jika ingin menguasai Indonesia, kuasai pulau Jawa, jika ingin kuasai Jawa maka kuasai Jakarta”.  Quote DN AIDIT ini ada benarnya, “Aksi 411 dan aksi 212 didatangi oleh muslim di wilayah yang tidak punya kepentingan dengan PILGUB DKI, ada peserta dari Palembang, Padang, Medan, Makasar, selain dari pulau Jawa.  Magnet Jakarta memang cukup besar.  Membludaknya dukungan terhadap aksi 212 dianggap sebagai sinyal positif kerinduan umat akan syariat islam tegak di Indonesia.  Momen sholat  berjama’ah atau peringatan hari besar digunakan untuk memelihara perlunya “umat islam  menjadi pemain dalam percaturan pemerintahan indonesia” “keharusan DKI dipimpin muslim yg bisa menjadi entry masuknya PERDA SYARIAH atau DKI BERSYARIAH” Dan sebetulnya dalam hal ini makna “pemain” bukan sekedar umat islam atau muslimnya, karena 95% yg mengisi birokrasi sekarang ini pun muslim, tapi maknanya IDEOLOGI ISLAM.

Is it logic?

Terus terang aja, saya mah agak bingung.  Apa memungkinkan tertunaikannya DKI BERSYARIAH jika gubernurnya muslim? Lihat saja JABAR gubernurnya Muslim, bahkan diusung oleh partai yg punya cita2 mendirikan negara islam.  Tapi apakah bisa menjadikan JAWABARAT BERSYARIAH? Apakah ada hukum ikhtilat, Liwath, Zina, Qishosh, dll di Jabar???  Begitu pun di Sumbar, adakah SUMBAR BERSYARIAT, pdhl wilayah ini terkenal dg adat bersanding syaro, syaro bersanding kitabulloh? Bisakah? Jadi? Think 2x. Jangan2 ini akal2an saja? Atau memang Jakarta jadi entry point, lalu wilayah lain nanti akan ikutan….seperti paham gerakan ikhwanul muslimin “dari individu, ke keluarga, ke daerah, daerah ke negara, negara2 bersatu jadi khilafah islamiyah…..”?

Pancasila dan NKRI yg ada saat ini disepakai oleh tokoh muslim dari NU, MUHAMMADIYAH, dan MASYUMI.  Dianggap sebagai jalan tengah untuk menakomodasi persatuan Indonesia dari Sabang sampai Meurauke.  Para ulama saat itu harus menahan ambisi mereka mendirikan SYARIAT ISLAM demi mashlahat seluruh rakyat Indonesia.  Apakah ini bentuk kekalahan? Atau bentuk perjuangan yg belum selesai?  Atau ini justeru bentuk kearifan dan kebijaksanaan?

So, where are we?

Kita muslim, tidak menolak islam dan al quran.  Namun perlu diingat Indonesia yg kita cintai ini adalah buah perjuangan para ulama sampai titik darah pemghabisan.   Pancasila sebagai bentuk kompromi dan perjuangan para ulama harus dihargai, kita hanyalah seorang mutabi atau pengikut ulama.   Jika ada ulama Timur Tengah yg menawarkan KHILAFAH atau NII untuk Indonesia, dan ada ulama Indonesia yg menawarkan hidup berdampingan dg pancasila, maka siapa yg kita pilih? Ulama Timur Tengah mengeluarkan ijtihad dg melihat fakta relevan di negaranya, pun begitu ulama Indonesia.  Khilafah dan NII boleh jadi cocok ditawarkan di negara Timur Tengah, tapi belum tentu cocok untuk negara Indonesia.  Sebagai mutabi, dalam pilihan politik lebih baik bila kita taat pada ulama Indonesia terutama para kyai NU, karena mereka mengikhsas fakta berdasarkan kondisi faktual Indonesia, dan tentu hasil ijtihadnya cocok untuk Indonesia.  MENOLAK #kompromi dan #jalanTengah sesungguhnya bentuk keegoisan, jika ada gerakan yg menolak kompromi dan mendahulukan kepentingan golongannya daripada kepentingan umat yang banyak patutlah kita pertanyakan, “APAKAH MEMNG ISLAM MENGAJARKAN HAL TERSEBUT?” 

NKRI Bersyariah = NII Reborn [?]

Zaman keterbukaan seperti sekarang ini kita jadi lebih mudah mengakses apapun, termasuk dengan pergerakan-pergerakan yang biasanya di bawah tanah, salah satunya NKRI bersyariah yang dideklarasikan 1 September 2012 pada ulang tahun FPI (baca di sini untuk jejak: NKRI BERSYARIAH.  Pasca deklarasi masif ide ini digulirkan seperti pada Khutbah Iedul Fitri dan melalui peluncuran buku (2013), juga terkait ide CAPRES NKRI BERSYARIAH).  Tampaknya gerakan-gerakan menggulirkan ide NKRI bersyariah sangat terencana, berikut ini beberapa berita terkait, dengan NKRI bersyariah (ini murni hasil googling berita):

1.Deklarasi NKRI Bersyariah, 1 September 2012.

1) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk menghabisi seluruh kemaksiatan, korupsi, aliran sesat dan kezaliman dari bumi Indonesia. 2) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk terwujudnya NKRI bersyariah, guna menggantikan NKRI bermaksiat. 3) Bertekad dan berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa untuk mengangkat Al Habib Muhammad Rizieq Syihab dan para pejuang Islam lainnya untuk menjadi presiden dan pejabat dalam kabinet NKRI Bersyariah.

2. Peluncuran dan bedah buku “Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah” Karya Habib Rizieq Syihab pada 10 Febuari 2013 KLIK DI SINI. Pernyataannya adalah sebagai berikut:

NKRI bersyariah harus direbut dengan jalan revolusi” Revolusi damai dengan jalan dakwah, akan tetapi bila ternyata usaha itu dihadapi dengan kekuatan fisik, terpaksa dilakukan dengan perlawanan.  Negara yang ada saat ini tidak perlu dihancurkan. Cukup penguasa yang tidak pro syariat Islam saja yang disingkirkan dan diganti dengan penguasa Islam.

3.  September 2013, terjadi penjaringan calon presiden NKRI bersyariah.  Jubir HTI menolak ketika dicalonkan (BACA DI SINI).  Ustdz Arifin Islam menawarkan Habib Rizieq sebagai Kandidat Presiden NKRI bersyariah (BACA DI SINI).

4. Pada tahun 2014, mulai memasuki jalur PILEG untuk menuju NKRI BERSYARIAH. Forum Caleg Syariah pun dideklarasikan (BACA DI SINI).

5. Pada tahun 2015, setelah sebagian besar Caleg Syariah gagal melenggang ke senayan, bukan berarti perjuangan berhenti.  Perang ide terus digulirkan dengan pemerintah yang sudah dipilih rakyat, salah satunya adalah membenturkan ISLAM NUSANTRA dengan NKRI Bersyariah (BACA DI SINI).

Umat Islam tinggal memilih : Ikut Habib Rizieq yang mengusung NKRI BERSYARIAH atau ikut Presiden Jokowi yang mengusung ISLAM NUSANTARA … ?

Pada 19 November tahun 2015, perjuangan dilajutkan dengan Muzakarah Alim Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim  telah berhasil membentuk Majelis Tinggi DKI Jakarta Bersyariah (BACA DI SINI).  PILGUB JAKARTA dianggap sebagai ENTRI POINT MENUJU NKRI BERSYARIAH.

6. Pada 17 Agustus 2016 dalam milad FPI ke-18, kembali menegaskan perjuangan NKRI BERSYARIAH (BACA DI SINI). Dan pada tahun 2016 juga ada dua aksi 411 dan 212 yang berhasil menarik simpati jutaan muslim di Indonesia, menjadikan Habib Rizieq sebagai MAN OF THE YEAR versi MUSTI (Muslim Tionghoa) pimpinan Jusuf HAMKA (Baca di sini).

7. Kriminalisasi terus mendera Habieb Rizieq dengan kasus-kasusnya lawasnya.  Sekjen FUI pun bereaksi dengan kasus yang menimpa MAN OF THE YEAR 2016.  Pada hari selasa 10 bulan 1 tahun 2017 Habib Rizieq Shihab dibaiat sebagai Imam Umat Islam (BACA DI SINI).

Kita tidak tahu ke depan mau jadi seperti apa. Itulah sebabnya kita baiat Habib Rizieq sebagaai imam umat Islam karena Habib Rizieq tidak tunduk dengan RRC dan Amerika. Kalau Habib Rizieq ditangkap, maka umat Islam siap untuk ditangkap. Kalau Habib Rizieq ditembak, kami siap ditembak, menyongsong kematian. Ingatlah tipu daya orang-orang kafir itu seperti sarang laba-laba. “Sesungguhnya rumah atau sarang paling lemah adalah sarang laba-laba.”

KH. Muhammad Al Khaththath

Apakah NKRI Bersyariah sebagai NEW NII atau NII Reborn? Patut diketahui bahwa Islam sebagai ideologi memerlukan tempat untuk tumbuh dan berkembang menegakkan hukum-hukum publik, sehingga adalah sebuah hal yang wajar jika ide-ide NII pun muncul kembali pada masa kini dan masa yang akan datang.  Namanya ‘ideologi’ akan tetap tumbuh dan berkembang serta diwariskan dari generasi ke generasi. Gerakan dan nama gerakan bahkan pola gerakan akan terus dimofikasi dan dimetamorfosis menyesuaikan kondisi kontekstual.  Ini adalah hal wajar bagi semua ideologi.

Berkaca pada sejarah…..

NII (Negara Islam Indonesia) tak perlu diceritakan kembali bagaimana diperjuangkan oleh Bapak Kartosuwiryo dan bagaimana penderitaan rakyat sipil atas peristiwa ini (SILAHKAN BACA DI SINI).

#REFLEKSI

Pertanyaan pada kita bersama, “Apakah kita pada saat ini merasa sudah FINISH berada dalam NKRI Pancasila dan UUD 45? atau kita merasa memang harus memperjuangkan NII REBORN?

Tak perlu cerita panjang lebar, yang jelas ketika Jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) yang kemudian diganti nama setelah merdeka menjadi PPKI pada barisan itu ada para tokoh islam atau para Kyai.  Seperti dari Masyumi (Kiai Haji Mas Mansoer), NU (Kiai Haji Masjkur, Haji Abdul Wahid Hasyim), dan Muhammadiyah (Ki Bagus Hadikusumo).  Tentu saja selain itu ada dari tokoh kedaerahan, china, dan nasional (silahkan LIHAT DI SINI!).  Berdasarkan rembug bersama para FOUNDING FATHER, maka NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dianggap sebagai dasar yang ideal bagi tumbuh kembangnya keragaman di Indonesia.  Jika membaca sejarah, bagaimana para tokoh islam mengesampingkan ego dan idealisme mereka dalam menegakkan syariat islam, demi kesatuan bangsa indonesia dari Sabang sampai Meurauke. “KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA mereka letakkan di atas kepentingan dan ego kelompok”

Jika sebagaian pemikir menganggap apa yang dilakukan para FOUNDING FATHER sebagai jalan tengah, tidak pro islam, dan kekalahan muslim.  Maka kita bisa menengok sejarah beberapa upaya penegakkan NII telah gagal, alih-alih membuat rakyat KAGUM, sebaliknya malah membuat rakyat menjadi TAKUT.  Para pejuang NII yaitu DII/TII disebut oleh masyarakat di Jawa Barat sebagai Gerombolan, karena mereka suka bergerombol ketika merampok pangan yang ditanam  rakyat sipil.  Pun begitu dalam NKRI Bersyariah,  entry point pada PILGUB DKI menjadi ajang SARA, perang ayat bahkan sampai pada perang mayat. Akibatnya umat kehilangan sosok Islam yang RAHMATAN LIL ALAMIN.

#Note:

Islam adalah agama mulia, memperjuangkannya memerlukan kesabaran bukan PEMAKSAAN KEHENDAK.  Jika para pejuang islam tidak sabaran, maka kalian kalah sama orang-orang Yahudi.  Para Yahudi itu luar biasa sabar perjuangannya, sejak awal Islam berdiri di Madinah (Abad ke-7 M) tidak pernah lelah berjuang untuk menghancurkannya, sampai akhirnya hancur pada Abad 20, artinya perjuangan mereka lakukan selama 13 Abad tanpa henti terus mengeluarkan pemikiran-pemikiran dibalut dengan akademisi dan ekonomi ribawi yang kuat, sejengkal demi sejengkal PEMIKIRAN UMAT ISLAM dikuasi, sehingga ketika SULTANIYAH atau Khilafah  dihancurkan 1924 secara akademik dan ekonomi tiada satupun kerajaan atau negera bagian khilafah islamiyah merasa kehilangan.  Kecuali sebagian para ulama yang menangis karena mereka memahami bahwa tiada akan tegak islam tanpa khilafah/sultaniyah.

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, bagaimana aktifitas muslim dengan penerapan syariat islamnya baik oleh individu maupun komunitas seharusnya dapat memberikan TAULADAN, SOLUSI, dan KETENTRAMAN serta UKUWAH, bukan cari-cari masalah menggunakan ayat2 Alloh swt lantas meng-kafir-kan atau me-munafik-an orang yang tidak sependapat dari sisi pengambilan ayat2 tersebut, alih-alih berkontribusi positif pada tatanan masyarakat, malahan membuat masyarakat menjadi galau dan TERBELAH.

Wallohualam bi sawab.  Semoga bisa memberikan wawasan bagi yang masih “awam” dengan situasi dan kondisi yang terjadi, yg terkadang bingung harus berposisi dimana dan seperti apa?  SEMOGA BERMANFAAT.

Bagian 2: Beribroh pada siapa? #Think

Pada bagian sebelumnya sudah dibahas bagaimana perlakukan Rasulullah saw ketika menjadi Pemimpin di Madinah pada pengemis Yahudi yang buta, juga pada Abdullah bin Ubay [Yahudi, yang masuk islam].  Kepada keduanya Rasululloh saw tidak menghukum walaupun “Pengemis Yahudi BODOH ini melakukan penistaan kepada Rasulullah saw dengan kata-katanya, ‘Jangan Mau dibohongi Muhammad‘,  ‘Muhammad orang gila‘ dll“.  Lalu Abdulah Bin Ubay yang melakukan penistaan dengan mengatakan “Kaum mukminin dari kalangan muhajirin sebagai orang hina”.  Pengemis dimaafkan oleh Rasulullah saw, dia menghina karena kebodohannya.  Abdulah bin Ubay walau sering menghina dan menghalangi islam pun tidak dihukum karena jika dihukum akan timbul perpecahan di kalangan Masyarakat Madinah.

Kini kita beribroh pada kasus lainnya.

3.  Kasus Rasulullah saw menghadapi Ka’ab Bin Al Asyraf. [kisahnya ada di Sirah Nabawiyah, mohon maaf ya saya bahasakan ulang dengan gaya kekinian]

Kisahnya terjadi di Madinah, saat hukum Islam berdiri tegak.  Adalah …. Ka’ab Bin Al-Asyraf (ABA) seorang Yahudi Bani Nadhir nan gagah dan tampan seorang ahli syair. Apa dia lakukan?

  1. Dia membuat syair atau puisi yang menghina Rasululloh saw, ummu mukminin, shahabat, islam dan wanita muslimah.
  2. Dia datang ke Quraish, membuat syair menangisi korban perang Badr, menghasut Quraish untuk berperang melawan kaum muslimin dan Nabi Muhammad saw di Madinah. [Syair ABA mengobarkan perang Quraish vs Muslim]
  3. Dia menyiapkan pesta bersama kawan-kawan Yahudinya, dan berencana mengundang Rasulullah SAW, ketika Nabi SAW datang, teman-temannya diminta menjatuhkan Nabi SAW ke pangkuannya. [Ka’ab merencanakan pembunuhan Nabi SAW].

Bukan hanya membuat syair hinaan bagi muslim dan islam, tapi juga menghasut musuh untuk memerangi kaum muslimin dan islam, bahkan bermaksud membunuh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah saw pun bersabda, “Siapa yang mau menghukum Ka’ab, sebab dia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya”

Adalah Muhammad bin Maslamah (MBM) dkk, yang mengajukan diri memenuhi seruan Rasulullah SAW. MBM menggunakan taktik pura-pura tidak senang terhadap islam.

MBM: Orang itu (Nabi Muhammad SAW) mengharuskan kami bersedakah. Kami berat, boleh gak pinjam uang dari kamu.
ABA: Boleh, tapi harus pakai jaminan.
MBM: Jaminannya apa?
ABA: Serahkan isteri kalian padaku [wuihhh kurang ajar ya?]
MBM: Bagaimana mau menyerahkan padamu, nanti isteri kami tertarik padamu, kamukan gagah dan tampan.
ABA: serahkan anak-anak kalian saja kalau begitu!
MBM: Bagaimana mungkin kami menggadaikan anak-anak kami dengan sekuintal kurma. Gini aja deh, kami gadaikan senjata kami saja.
ABA: Ok, kalau gitu! Malam purnama bawa, saya tunggu di Benteng Bani Nadhir!

Adalah Rasulullah saw, was-was dengan rencana MBM dkk. Kalau gagal, maka MBM dkk lah yang akan terbunuh dan dibunuh oleh Kaab dan pasukan Yahudi di Benteng Bani Nadhir. Oleh karena itu sepanjang jelang rencana dilaksanakan tak hentinya Rasulullah saw bermunajat pada Alloh SWT.

Pada malam purnama, MBM dkk datang membawa senjata untuk digadaikan. ABA keluar rumah dengan rambut yang wangi. Abu Nailah (kawan MBM) berkata, “Wuih…harum banget nih pas Kaab Keluar” Kaab mesem-mesem, “Iya gue pake minyak rambut yang wanita arab pun gak ada yang bakalan punya! [Busyet deh, masih sombong aja ya?]. Abu Nailah membelai rambut Kaab, 1x, 2x dan yang ke-3x merenggut rambutnya keras seraya membekuk tengkuknya….dan terbunuhlah ABA.

#Refleksi: Rasulullah saw memerintah membunuh penista Nabi dan Islam, dikala derajat penistaannya tidak hanya menyangkut pribadi tapi juga membahayakan stabilitas negara bahkan jiwa Nabi Muhammad SAW.

4. Kasus Rasulullah saw menghadapi Abu Lahab

Abu Lahab, kisahnya diabadikan dalam QS. Al Lahab. Dia adalah paman Nabi SAW sendiri. Kisahnya terjadi saat Nabi SAW masih di Mekah, sebelum syariat Islam berdiri di Madinah.

Dia sangat menyangi Muhammad, sampai2 ketika Muhammad keponakannya lahir dia menyembelih dua kambing [Aqikah pertama dlm sejarah dilakukan Abu Lahab] dan membebaskan budak sebagai wujud kegembiraannya. Ketika Muhammad nikah dengan Khadijah, darinya ada dua anak tiri Ruqqayah dan Ummu Kulsum. Saking sayangnya pada keponakannya, dia pun menjodohkan Kedua anaknya dengan anak tiri Muhammad. 

Sikapnya berbalik 180 derajat, ketika Muhammad mengumumkan kenabiannya. Ketika pengumuman kenabian diberitakan pada penduduk Mekah, Abu Lahablah yang mengatakan “Gila, kamu muhammad” Padahal sebelumnya beliau diberi gelar Al Amiin (Orang terpercaya). Seperti diberitakan di QS Al Lahab, adalah Abu Lahab menggalang kekuatan melakukan penistaan berjamaan dengan menyebutkan “Muhammad orang Gila, Muhammad tukang Sihir, Ayat Qur’an itu buatan seorang Pendeta Nasrani bukan Firman Alloh SWT”. Bukan hanya itu isterinya pun Ummu Jamil pada malam hari memanggul kayu yang berduri untuk diletakkan di jalan2 yang biasa dilalui Nabi SAW. Sehingga bila Nabi SAW lewat pada malam hari/subuh akan terinjak kayu yang berduri itu dan terluka. Anaknya yang dijodohkan dengan anak tiri Nabi SAW pun diminta untuk cerai.

Inilah sikap Abu Lahab terhadap Baginda Nabi SAW:
1. Ringan tangan menyakiti Rasulullah Saw.
2.Bukan hanya dirinya yang memerangi Rasulullah Saw, ia pun melibatkan istri dan anak-anaknya. Satu keluarga telah terlibat.
3.Siap bekerjasama dengan siapapun demi menghabisi Rasulullah Saw, meski dengan setan sekalipun.
4.Baginya semua remeh dan enteng selagi itu untuk memerangi Rasulullah Saw, meski semua harta harus terbang melayang pergi.

___
Abu Lahab membenci Ajaran Islam yang dibawa Muhammad SAW. tak pernah berhenti memprovokasi masyarakat agar menjauhi Muhammad saw. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada pamannya ini? Apakah Nabi SAW meminta para pembesar Quraish untuk menghukum Si Abu Lahab? Apakah Nabi mengerahkan para shahabatnya untuk menuntut keadilan terhadap dirinya menggunakan hukum Quraish? Semuanya TIDAK, Nabi Muhammad SAW memilih bersabar tak henti menyadarkan pamannya ini bahkan Nabi SAW pernah memohon secara khusus pada Alloh swt agar menggerakkan hati pamannya ini terhadap Islam. Namun Abu Lahab adalah Abu Lahab….”Suara iman yang mengetuk hatinya diingkari, hanya karena keangkuhan dan kesombongan diri” …Nabi SAW berhenti dakwah pada Abu Lahab……sampai turun QS AL Lahab yang menjelaskan…
.سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

#Refleksi5:Riwayat ini menjelaskan adalah proses natural jika ada cacian dan hinaan. Sebagai muslim…. sabar, do’akan, dan tetap melakukan yang terbaik, dan tidak berhenti mendakwahinya sampai terjadi kesetimbangan [bhs kimia].

 

Back to kasus Ahok, bagaimana saya harus bersikap? (Namanya juga #refleksi, saya tak hendak mempengaruhi siapapun].  Saya butuh fakta, berikut ini penggalan dari

“Bapak ibu tak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin jadi kalau saya tidak terpilih pun..ini bapak ibu tak usah khawatir  nanti programnya bubar, tidak saya  berhentinya sampai oktober 2017, jadi kalau program ini dijalankan pun bapak ibu masih sempat panen sama saya.  Jadi saya ingin bapak ibu semangat, jangan nanti ganti gubernur programnya bubar. Enggak saya sampai Oktober 2017.  Jadi jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya.  Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu, program ini jalan saja.  Jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok, gak suka sama Ahok, programnya udah terima gak enak dong gue punya hutang budi, jangan nanti gak enak mati pelan-pelan kena stroke…..”

akses lengkap silahkan download disini: https://www.youtube.com/watch?v=N2Bn5JKTGkI

#Refleksi: Sebenarnya Ahok mau bilang, “Bapak Ibu gak pilih saya juga gak apa2 karena saya tahu bapak ibu punya keyakinan yang gak mudah diubah apalagi ini terkait dengan keyakinan terhadap Al Qur’an dan konsekuensinya di akherat.  Gak apa2 jangan merasa hutang budi sama saya

Tapi penyampaianya kasar….sehingga keluar “dibohongi pakai Al Maidah 51, dibodohin masuk neraka” [kata ini menyakitkan hati umat Islam tentu saja, termasuk juga saya].

Senin, 10 Oktober 2016 baca: AHOK MINTA MAAF [baca tribunnews.com, kompas.com]

 “Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Untuk semua pihak yang jadi repot, gaduh gara-gara saya, ya saya sampaikan mohon maaf,”  Balai Kota Jakarta, Senin (10/10/2016).

 

Kesimpulan:

Adalah Nabi Muhammad SAW memaafkan kebodohan pengemis Yahudi Tua.  Mengampuni Abdulah bin Ubay dan Abu Lahab yang terus menyerang Islam dan menyerahkan hukuman bagi mereka pada Alloh swt.  Adalah Nabi Muhammad SAW membunuh Ka’ab bin Asyraf karena syair dan provokasinya, Ka’ab tak pernah jera terus melakukan penghancuran melalui lisan dan provokasinya.  Adalah AHOK sudah meminta maaf pada umat islam, sudah mengakui kekhilafannya, dan menyesali perbuatannya.  Kemudian kita masih bersikeras? Cuma mau mengingatkan diri aja “Jangan sampai kebencian kita terhadap seseorang dan sesuatu kaum, menghalangi kita untuk berlaku adil terhadapnya”.

 

 

 

Negeri Kuali Asia #EduTravelling

um2

Sebenarnya kunjungan ke Malaysia kali ini untuk menghadiri International Conference, bukan untuk bahas sociocultural. Namun sisi sosiocultural Malaysia ternyata asyik juga ditelaah.

Negeri kuali Asia pantas disematkan pada malaysia.  Negara ini punya tiga ras yang saling bahu membahu membangun Malaysia yaitu China, India, dan Melayu.

Kalau kita jalan-jalan di Kualalumpur, kita akan mendengar sebagian cakap bahasa China, bahasa India, bahasa Melayu, dan bahasa Inggris.  Dan… jangan heran kalau Orang India gak bisa bahasa Melayu atau Inggris, dia hanya bisa bahasa India pun begitu dengan orang China.   (Gue bayangin kalau kejadian itu terjadi di Indonesia, orang China tidak bisa bahasa Indonesia, pastilah udah dituduh imigran gelap).

Nah, masuk ke hotel. Ups, hotel2 penuh! Rombongan China membooking kamar-kamar hotel, mereka adalah wisatawan dari China.  Sebenarnya rombongan wisatawan dari China bukan sekali itu saja saya lihat, di Jepang pun mereka banyak sekali.  Sekali memberangkatkan ada 20 orang untuk satu kloter, dan bisa ada 5-10 kloter loh berpapasan dengan kita. (Sekali lagi gue bayangin kalau kejadian ini terjadi di Indonesia, maka mereka akan disangka imigran gelap, punya tujuan tinggal di Indonesia. Ups padahal mereka sumber devisa kita ya?)

Begitu “terbukanya dada dan tangan” orang2 Malaysia terhadap China dan India membuat saya kagum.  Kalau YOU pergi ke universitas negeri di Indonesia, coba You hitunglah, berapa ras China yang mengisi jajaran akademik di universitas negeri? Ada 5% itu udah luar biasa, umumnya hanya 1-2 orang saja kan?  Tapi kalau you tenggok malaysia, maka jajaran akademik di universitas negeri maka You akan kaget, China-India memenuhi jajaran akademik universitas2…negeri.  Dan kita mungkin bisa saja berdalih, “Aih, itukan karena ranah akademik yang lebih open, kalau politik, mungkin tidak”.  Nah, silahkan you buka jajaran JAMAAH MENTERI MALAYSIA: KLIK DISINI  you akan lihat 17% anggota jamaah berethis China, dan nama mereka tidak mengalami naturalisasi, sehingga you akan lihat nama2 China macam ONG KA CHUAN, LOW SENG KUAN, SIEW KEONG, LIOW TIONG LAI ,  atau nama India macam S. SUBRAMANIAM.  

Siapa yang menyangkal “keberislaman budaya Malaysia?” Tapi keberislaman mereka ternyata mampu menghargai perbedaan lintas budaya dan mampu berbesar hati menerima kesamaam hak dan kewajiban sebagai WN.

Ok, back to Indonesia.  Akhir-akhir ini sebagian agama dan ras tertentu merasa lebih berhak atas Negara Kesatuan Republik Indonesia, atas Wilayah yang mereka tempati, sehingga mereka menutup peluang bagi beda agama dan ras lain untuk maju menjadi pemimpin daerah atau negera.  Aneka dalil dikeluarkan untuk menyatakan HARAM.  Ya, semua dalil itu memang bersumber pada kitab suci.  Kebenaran dalil dari Al Qur’an adalah benar adanya, sebagai muslim tak boleh membantahnya.  Namun, pertanyaannya, “Apakah konteks penerapan dalil tersebut cocok untuk Indonesia?” Indonesia adalah negara yang mendasarkan dirinya pada Demokrasi Pancasila (atau istilah beberapa kelompok mendasarkan pada SISTEM KUFUR bukan SISTEM ISLAM).  Lalu pertanyaannya, “Apakah pemimpin SISTEM KUFUR pun harus MUSLIM JUGA?”

Disinilah “nalar” kita berperan.  Islam adalah agama agung, namun sebagian orang memanfaatkan islam demi kepentingan politiknya.  Agama dijual demi mendulang suara.  Ketika prestasi lawan tak bisa ditandingi, maka MEMBAWA AGAMA dan ETHIS/RAS menjadi adalah jalan pintas yang digunakan mereka. Mereka melakukannya bukan semata-mata murni karena agama, tapi karena MENTAL MANUSIA KAPITALISME MATERIALISME DAN GILA KEKUASAAN.

Bukan hanya di Indonesia, di USA pun sama kok! Masih ingat kampanye agama/ras pada Obama? Yap, tuduhannya adalah “Obama Muslim, Obama AfroAmerican, gak layak jadi pemimpin USA yang mayoritas kristen dan orang kulit putih/CaucasianAmerica”.   Ok, mirip kan? Mirip sama Lu pada yang mengatakan “Ahok kristen, Ahok ChinaIndonesia” gak layak jadi pemimpin Jakarta yang mayoritas Islam dan MelayuIndonesia

#sekian saja! Let’s Think, daripada Nothing#