Serial Keluarga Kemiri: Pool-itik

Rangkuman serial keluarga kemiri dalam facebook, saya coba rangkum dalam beberapa edisi di blog ini, semoga menikmati, senyam-senyum sendiri aja. Ketiga saya tampilkan topik pikalieureun yaitu Kolam Itik alias POOLITIK.

#17# Lieur ku AADC

Enok: politik teh lieur ya Bah?

Abah: politik adalah seni meraih kekuasaan. 

Enak: pantesan lieur Bah. Nu ngarana seni mah memang sok ngalieurkeun Emak. Emak pernah ninggali pameran lukisan. Lukisanna kawas benang kusut. Harga eta lukisan 150 juta. Emak ge pernah denger nyanyian gogoakan teu pararuguh, teriak2 aja gak nyanyi, sampe telinga Emak budeg. Tah nu kararitu “seni” ceunah Bah! Lieur kan? Seni memang ngalieurkeun!

Tole: PECAHKAN SAJA SEMUA, BIAR GADUH! BIAR RAME! 

Enok: kunaon Kang Tole jadi baca puisi di AADC 1 Dian Sastro!

Tole: Biarkan semuanya gaduh! Gaduh duit!

*gaduh = punya (bhs sunda)

————
#15# Revolusi

Enok: Bah, ari revolusi teh naon?

Abah: Revolusi teh perubahan yang mendadak tak perlu waktu lama. Revolusi kebalikan dari evolusi. Kalau di Biologi mah perubahan mendadak biasanya disebabkan oleh mutasi. 

Tole: Itu tinjauan biologi Bah, kalau tinjauan sosial?

Abah: Pergerakan yang ingin menggantikan sebuah ideologi yang dianut suatu negara dengan ideologi lain atau menginginkan pergantian SISTEM pemerintahan. Misalnya revolusi perancis 1789–1799, menggantikan sistem monarki menjadi kapitalis-liberalis-demokratis. Revolusi Bolshevik Okt 1917 menggantikan sistem pemerintahan kekaisaran di Uni Soviet menjadi Sosialis-Demokrasi. 

Tole: Oh, itu toh maksud Revolusi. Itu sebabnya namanya REFORMASI, karena sistem masih tetap demokrasi-pancasila. Cuma pemilihan presiden aja yang diubah.

Enok: Itu loh Kang Tole, waktu Demo tempo lalu kan ada juga teriakan “REVOLUSI….REVOLUSI…REVOLUSI”

Emak: Tah, Emak setuju memang kita perlu REVOLUSI…penting itu, biar akhlak kita jadi bagus. Tuh lihat, sekarang mah orang gak beban buang sampah, corat-coret dan rusak fasilitas umum, bahkan mengambil hak publik pun tanpa dosa. Perlu revolusi tuh!

Enok: Eta mah REVOLUSI MENTAL atuh Mak!

———–

Enok: Eta mah REVOLUSI MENTAL atuh Mak!

KELUARGA KEMIRI
#15# Pake Ka I

Tole: Katanya PeKaIi bangkit lagi Bah?

Abah: Sebagai sebuah partai? Tidak mungkin bisa bangkit dan lolos verifikasi dari kementrian hukum. Semua partai dan ormas di Indonesia seharusnya berazas pancasila.

Tole: Ah, abah. Bukan PKI nya, tapi apanya itu ya? Misalnya nih bah lambang PKI palu arit ada di uang kita, produksi kaos lambang PKI, kayak gitu deh.

Enok: Memangnya adanya simbol PKI menandakan hidup kembalinya PKI Bah?

Abah: Agak susah PKI bangkit di Indonesia, trauma panjang pada pengemban ide komunis, mematikan nafsu mereka untuk membangkitkannya kembali. Saat ini banyak negara sosialis komunis pun sudah berubah menjadi kapitalis, seperti China dan Uni Soviet. Yang terpenting mah, kelakuan kita sekarang jangan seperti orang PKI, “keukeuh peuteukeuh dan egois ingin menang sendiri, ngajak2 massa buat melakukan revolusi”. 

Emak: Dari dapur, emak denger pada bicaraiin “pake kai” naon nu “pake kai” teh?

Enok: pe ka i Mak, lain pake kai!

kai= kayu dalam bahasa sunda

———–

#11#Status

Abah: Ngapain si Emak cemberut gitu?

Emak: Ini loh Bah, temen2 emak statusnya sekarang mah politik, dia update status kritik pemerintah tentang jual-jual pulau sama orang asing. Emak bingung!

Tole: Memang juga kebijakan pemerintah sekarang mah parah, dijualin semuanya sama Asing dan Aseng!

Abah: Le dan Emak! Kita pernah wisata ke KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) TANJUNG LESUNG KAN? Siapa yg kembangin itu kawasan? PEMDA kah?

Tole: Bukan Bah, kayaknya swasta!

Abah: Nah, kira2 menurut kalian bagus gak itu wilayah?

Enok: Bagus banget Bah! Wisatanya ditata rapih!

Abah: Itulah, kalian lihat wilayah ujung selat sunda yg terpencil ketika dipercayakan pada investor swasta yg punya modal mereka akan bangun daerah itu dg modal mereka. Kalian lihat daerah itu sekarang? Yg dibangun adalah KEK, pertama swasta membangun kawasan wisata, lalu dibangun SMK Pariwisata untuk menyiapkan tenaga kerja disitu. Di maket kalian lihat pengembangan perumahan sampai nanti ada universitas yg arahnya pada ke jurusan biologi & biodiversity, rumah sakit pun akan dibangunkan. KEK memang dikembangkan oleh swasta. Tapi kalian lihat jalan raya sepanjang KEK pun tumbuh, warung makan…penginapan sederhana yg dibangun masyarakat bagi backpackers yg gak mampu nginap di Tanjung Lesung Cottage berhaga lebih dari 7 juta per malam, tapi tetap mereka bisa menikmati indahnya Tanjung Lesung. Lalu..nelayan. Sekarang para nelayan bisa jual ikan untuk memenuhi kebutuhan KEK, tak perlu mereka jual ke luar KEK. Sumber2 ekonomi tumbuh di daerah situ mengeliatkan ekonomi rakyat kecil di wilayah itu. Hebat kan? Nah! Kalian juga tahu RAJA AMPAT? destinasi prestisius itu pun dikembangkan oleh swasta bahkan Asing. Insyaalloh suatu saat kalau Abah ada rejeki, kita piknik ke Raja Ampat. Sekarang pemerintah ingin menghidupkan wilayah di nusantara seperti Tanjung Lesung dan Raja Ampat. Jangan sampai pulau2 itu nasibnya kayak Sipadan dan Ligitan, jatuh pada negara orang karena pemerintah kita dianggap abai membiarkan pulau itu. Dana pemerintah terbatas buat ngembangin pulau2 yg terpencil, terluar, terjauh…maka diundanglah sektor swasta. Bukan berarti dijual itu. Abah mah jadi ingat hidupnya kegiatan ekonomi di wilayah terpencil dan terjauh itu karena efek menjalan hadits nabi saw ttg “menghidupkan tanah mati”. 

Tole: Tuh…Mak, makanya jadi emak2 jangan suka nyiyir sama pemerintah. Naik motor aja emak2 mah udah bahaya, apalagi masuk ke jurang politik! 

Enok: Tah, Mas Tole juga otaknya kudu banyak piknik biar gak butek!

———-

#17# Jenggotan

Kamis sore, di rumah hanya ada Abah dan Enok. Emak sedang pengajian dan Tole rapat BEM di kampusnya.

Abah; cari apaan Nok di internet?

Enok: googling aksi lingkungan, tapi dikit dapatnya, banyak aksi lainnya. Bah, kenapa ya org2 sekarang mudah sekali KEBAKARAN JENGOT, dikit2 marah, aksi, demo deh….

Abah; mudah KEBAKARAN JENGOT, karena mereka punya jengot, coba kalau cukur jengot, kan gak ada lagi istilah kebakaran jengot,

Enok: @$#%!???!!!?

#13#hoax

Tole: Busyet nih banyak banget pekerja cina ke indonesia. Kasian buruh Indonesia. Ini hoax bukan sih Bah?

Enok: Bah, pegang kepala Tole, demam gak? Soalnya tumben dia gak jugment!

Abah: Ngenye abang mu melulu, Nok! Gini loh Le! Bagi Abah mah, hoax atau bukan, bukan itu masalahnya, juga bukan masalah China atau Walanda atau Arab. Pasar bebas memang di depan mata kita semua. Kelak kalian akan bersaing dg berbagai bangsa untuk memperebutkan pekerjaan di negaramu sendiri, juga buat buka usaha di negaramu sendiri. Era globalisasi meniadakan sekat kesamaan karena suku, bangsa, dan agama….pada zaman itu yg diperlukan adalah kemampuan komunikasi dan kolaborasi, bekerja cepat dan efektif, kreativitas dan inovasi, kritis dan problem solving. Jika kemampuan ini tidak kita miliki maka kita gak bisa bersaing. Oleh sebab itu hard skill dan soft skill kalian harus terus diasah. Sibukkan diri kalian dg prestasi! Manfaatkan waktu dg membaca dan menonton asupan bergizi, yg menambah energi bagi beramal sholeh.

Enok: Tuh, Mas Tole. Reugeupkeun tah! Tong baca wae hoax!

Emak: Ahok lagi Ahok lagi, bosen! Yeuh emak bikin holak! 

Tole: Kita lagi bahas hoax Mak! Bukan Ahok!

———

#08#Malaikat

Emak: Duh lieur emak mah, dua orang ini kayaknya diharuskan jadi malaikat, sedikit2 dilaporkan. Naha jadi kieu?

Tole: ya Emak, keduanya itu pan tokoh. Presiden Jakarta dan Presiden NKRI bersyariah, harus jaga diri dong. Jaga ngomongan tong salah!

Enok: Ah si kang Tole mah lebay meuni jadi presiden gitu. Ari enok mah lieur ku jamaah baper, lain mareuman seuneu nu keur berkobar, malah ikutan niup eta api jadi we beuki gede. 

Abah: Nah, sebagai rakyat kita nu kudu jadi rakyat produktif. Abah teh PNS lamun istilahna keren mah ‘civil servant’ tugasna melayani rakyat, nah Abah dosen ukur jago teori ukur bisa ngajak massa facebookers dan twitter berpikir. Berpikir agar jadi warga konstruktif dan produktif Jika abah share berita HOAX atau berita provokasi, maka abah bukan lg pelayan massa walaupun abah tetap PNS – Pro Negative Sharing. 

Enok: Si Abah mah! Aya-aya wae PNS mah ya PNS wae kerenna CIVIL SERVANT OF GOVERMENT, PEGAWAI NEGERI SIPIL.

Serial keluarga kemiri: Serba-serbi PILKADA DKI

Rangkuman serial keluarga kemiri dalam facebook, saya coba rangkum dalam beberapa edisi di blog ini, semoga menikmati, senyam-senyum sendiri aja. Pertama saya tampilkan topik yang HOT yaitu SERBA-SERBI PILKADA DKI yang Baru lalu.

#Kiriman bunga#

Enok: hihihihi

Abah: Angger kamu mah, Nok! Seuserian bari nyoo Hape.

Enok: ieu Bah tinggali, orang gagal move on pada kirim kembang. Pikaserieun kata2na, kreatif orang mah.

Tole: Ah, eta mah sok hayang ka puji wae. Teknik politik palsu, memecah belah persatuan dan kesatuan. Haram perbuatan setan, mubajir.

Enok: Kang Tole, sinis banget dah. Mana ada ngirim bunga memecah persatuan, bunga mah merekatkan tali kasih. Ya, bah?

Abah: Nok, ari perkara bunga mah tergantung suasana hati dan pikiran Nok. Kalau hati lagi bagus pikiran jernih maka lihat bunga ya hati ikut senang berbunga2. Mun hatena keur rarungsing pikiran bete, ninggali bunga teh asa ngalelewe bisa di duruk tah kembang. Kadang2 mah ninggali bunga tergantung kondisi saku.

Emak: Maksud Abah? Bunga bisa tidak diselip di baju tergantung model saku baju?

Abah: Bukan, mak. Maksudna mun saku keur boke, bunga di tabungan oge dikuras habis.

Emak: ??!!???!!??!

———————————–

#Tanda-tanda keur M#

Enok: Bah! Eta stasiun nu dicarekan. Kieu caritana, aya calon pemimpin marah sama wartawan, anda media tertua, harusnya anda …bla bla gitu deh Bah! Baru calon loh Bah, blm beneran jadi pemimpin.

Abah: Tong mikiran kalakuan batur. Enok ge ari keur M mah sok sensi.

Tole: Berarti calon pemimpin itu lagi M tuh, Nok!

Enok: Lalaki kok M sih?

Abah: Geus tong Ribut! Tuh Raisa nyanyi di samping Jokowi. Ademmmm lihatnya!

Emak: Abahhhhh! Lihat emak aja, tong molotan Raisa!

Abah: Abah mah molotan Tipi Mak!

Emak: Abah!!!! arrrggghhh

——–

#Korelasi Negatif#

Enok lagi ngerjakan PR matematika, cari contoh2 korelasi positif dan negatif dari media massa.

Enok: Bah, ieu bisa jadi contoh korelasi negatif ya? “Tingkat kepuasaan terhadap Petahana DKI tinggi namun elektabikitas rendah”

Tole: ya iyalah, walaupun respon banjir cepat, sungai bersih, pelayanan administrasi dipermudah, mrt lrt gak mangkrak lagi, tapi da loba kasieun milihna. Sieun jadi masuk golongan kafir atawa munafik, tah tempatna di neraka nu paling bawah! Hag siah….

Abah: Tong ribut urusan daerah batur Le, Tong moyokan atawa mapanas, era! Urang mah ukur nempo warga jakarta milih saha? Cagub Anu ngumbar bukti atau janji? Nikmat jeung hanjakal nu ngarasakeun warga DKI. Geus urang mah jempe tong loba komentar lah!

Enok: Ah, malahka raribut, hapus contona. Conto nu jiga kieu mah piributin geuning. Tah ieu we ya Bah “Harga cabe meningkat, permintaan terhadap cabe menurun”

Emak: Tah, mun bisa mah stok cabe ditingkatkeun supaya harga cabe teu tinggi teuing!

Tole: Distribusi ge jalurna kudu diperbaiki….

Enok: ARGHHHHH sagala dikomentaran, geus enok ngerjain PR na di kamar, moal beres2 ari kieu mah!

———–

#Sholat Jenazah#

Enok : Bah ini lihat ada sebaran salah satu DKM menolak mengurus jenazah pendukung Ahok!

Tole: Alus atuh! Kudu kitu!

Abah: Eh…. regepkeun yeuh ya ku hidep sadayana! Ari ngurus jenazah teh pardu kipayah keunana kanu hirup lain kanu paeh. Lamun aya DKM anu nolak ngurus jenazah, dosana lain keur ka eta mayit, tapi keur urang nu hirup.

Emak: Ih, enya ya Bah. Sangeuk teuing ah, jadi dosa. Paralun Emak mah. Sieun ku Alloh swt. Astagfirullah.

#QUICK COUNT – PHP#

Enok: Bah, DKI walau Ahok yg menang, kok putaran 2 sih? Daerah lain mah heunteu.

Abah : Ada aturan beda Nok, karena itu DKI, Ada hurup K tuh! Khusus.

Tole: Ah itu buatan manusia Bah, aturan mah bisa diakal-akalin. Nu rame mah, ceunah real count satu putaran, bisa teu Bah?

Abah: Ari harapan mah gitu, supaya energi umat jeung dana bisa move on. Tapi pan data quick count lain. Margin error paling gede diklaim 2,5% artina moal jauh ti sakitu. Lembaga survei kredible, lain pesenan. Tong percaya isu dan harapan palsu! Baheula keur PILPRES ge penyebar harapan palsu mah selalu beropini hasil realcount dan form C3 NO 1. meunang, partaina masuk 3 besar. Pas kenyataanna mah teu bisa dibuktikeun.

Emak: Emak oge resep ka Abah karena Abah bukan segolongan orang-orang PHP. (Pemberi harapan palsu). I love you, Abah!

Tole dan Enok: Cie cie ….

————-

#Nyoblos#

Paling pagi Keluarga Kemiri datang ke TPS, alasan si Abah sederhana, biar segera bisa jalan-jalan.

Tole: Nok, milih nomor sabaraha?

Enok: Rahasia atuh, pokokna antara nomor 1 jeung 2.

Abah: Pokokna mah, mana wae nu meunang urang dukung! Tong sampai masuk PGMO (Persatuan Gagal Move On)!

Emak: Emak teh Bingung, kamari ceunah coblos pecina, Emak lihat digambar calon gubernur wilayah urang mah nomor 1 jeung 2 parake peci kabeh. Emak sih sreg ka Calon Gubernur no 1, tapi hayang emak mah wakil gubernurna no 2, jadi Emak coblos peci gubernur nomor 1 dan peci wakil gubernur nomor 2. Tunai sudah “COBLOS PECINA”

Tole & Enok: Emakkk! Eta mah nyoblos sakadaek sorangan!

———-

#Meuli Cengek#

Enok: mbah kurang lebih nih ya tiga calon menghabiskan dana kampanye 170 M.

Emak: Euleuh geuningan? Mun dibelikeun cengek 189.000.000 kg, cengek masih mahal lain?

Tole: Lada meureun Mak! Eh, Bah, sampai hari ini banyak temen Tole can bayar SPP kuliah semester genap.

Abah: Saya Prihatin….

Enok: Ih kitu wungkul Bah???!!!!!????

———-

#Dana Kampanye#

Abah: 9,1 M + 40,2 M +35 M sama dengan 84,3 miliyar.

Tole: Lagi ngitung keuntungan proyek penelitian ya Bah?

Abah: Bukan tapi dana kampanye DKI.

Enok: Eh geuningan pilgub teh mahal ya Bah?

Abah: Itu tandanya Indonesia ‘makmur, jaya, sentosa, kaya raya, pendapatanna edun2’ bisa tah pesta rakyat oge nepi ka 84,3 M.

Emak: Bah, 84,3M teh duit?

Tole: Jigana mah daun Mak! Tinggal metik kan? Tongkat dan batu kan di Indonesia mah jadi tanaman. Tah daun ge jadi duit.

#Rindu Ira Kusno#

Enok: Bah, final “the bat” pilkada DKI jam tujuh.

Abah: Saha moderatorna?

Tole: ceunah Alvito

Abah: Lain Ira Kusno, pareuman wae!

Emak: Abahhh sakali deui nyebut “Ira Kusno”, moal dibere kopi dangdut.

#Nu Meunang PILKADA DKI ngarana A#

Enok: Bah, rame lagi nih sidang Ahok!

Tole: cieee, tiap sidang juga rame aja kali Nok!

Enok: yg ini lebih rame, nih coba baca!

Tole: ah yg udah2 sidang 1-7 itu juga rame!

Enok: ramean sidang ke 8 lah!

Tole: semua rame….

Abah: Eleh eleh, kunaon jadi kalian yang rame kitu! Jadi debat kusir kalian teh!

Emak: Enya, geus tong raribut pilkada DKI, da urang mah moal nyoblos. Kudu tenang geus dipastikeun nu meunag jadi gubernur DKI ngarana bakal berawalan A.

————–

#Debat 2 Tina Talisa#

Enok: Sistem transportasi seperti peredaran darah. Harus menjangkau seluruh sudut wilayah. Nanti ada angkot, mini bus, bus trans, mrt, lrt, krl…

Emak: Naon eta teh Nok?

Enok: Itu Mak, kata debat pilkada. Terus nih Mak, ‘Pemimpin itu harusnya merangkul bukan memukul, kalau mendorong ya boleh….’

Tole: Filosofis banget sih Nok!

Enok: Enok cuma ngutip kok, Kang Tole!

Abah: Yah, ari kata Abah mah. Nu penting mah, tinggali wae, cagub mau gawe teu? Da tugas Gubernur melayani rakyat. Udah ah, abah mah mau tidur.

Tole: Yeh, kunaon Bah?
Moderatorna mencrang pisan, Tina Talisa.

Abah: She is not a single. Abah gak punya kesempatan.

Emak: Abahhhh awas ya!!!!!

———–

#Ganti Rugi Demo 470M#

Tole: Wah piye iki? Gak rame gak ada sidang lanjutan dong!
Abah: Ada apa sih Le?
Tole: ini abah! (sambil memperlihatkan berita online di Telepon pintarnya)
Abah: Baguslah itu Le!
Enok: Tuh, Si Tole gak seneng ya ada kedamaian?
Tole: hus…hati2 ndas mu, Nok!
Abah: ya 470M gak perlu lagi toh? Umat islam udah urunan bikin koperasi. Semoga berkah, jaya, makmur, subur, lancar, dan umat islam ekonominya maju berkat koperasi itu. Dan Ahok bisa fokus di pilkada, kalau sedikit2 dilaporkan, digugat, energi umat ini habis buat berpolemik, ujung2na ‘parebut pepesan kosong’
Emak: ieu yeh, sok emak bikin pepes naga sari, masih keneh panas jeung bajigur yeuh!

————-
#Debat Dosen#

Enok: Bah, nih debat kemarin ada dosen2 yang tersinggung sama ucapan Pak Ahok. Sebagai Dosen, Abah gak tersinggung?

Tole: Kayak yg gak tahu Abah aja, Abah kan orangnya GAK BAPER, dibawa asyik aja lagi, ya gak Bah?

Abah: Hahahaha….. iya, kalau sedikit2 tersinggung, sedikit2 sakit hati….hidup kita jadi susah.

Enok: Apa ya Bah tujuannya orang menyebar2 dan ngajak BAPER berjamaah?

Abah: hemmm ada dua tujuan yaitu tujuan politik praktis dan ideologi. Politik praktis tujuannya ya menjatuhkan lawan politiknya. Sekecil apapun potensi khilaf, salah, atau kepeleset bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan politik. Tujuannya menumbuhkan kebencian orang2. Kebencian itu sejanta ampuh menurunkan elektabilitas. Politik praktis ini umumnya dilakukan oleh kader, simpatisan, dan pendukung fanatik, serta tim sukses seorang cagub.

Enok: oh, maksud abah “tujuannya biar menang di pilkada”

Abah: Ya, singkatnya begitu. Tujuan kedua ini sifatnya ideologi. Ada atau tidaknya tujuan ideologi bisa dideteksi dengan mudah oleh orang yang memposisikan diri terbang ke atas awan, sehingga bisa melihat segala soal dengan holistik. Tujuan ideologi hanya mampu dilihat oleh orang yg punya kemampuan melihat di balik dinding, atau tembus pandang, semua soal biasa dilihat arahnya mau kemana. Orang2 yg punya kemampuan melihat tujuan ideologi, haruslah orang2 yang paham tentang jenis ideologi yg ada di dunia, perbedaannya, sejarahnya, gerakkannya dalam membangkitkan kembali ideologi itu. Orang-orang ini harus punya pemahaman politik. Kadang kita lihat memunculkan “isu yang sama” tapi tujuannya mereka bukan sekedar politik praktis, tapi sebenarnya sangat ideologis. Pemahaman itu hanya bisa didapatkan oleh orang yang belajar, belajar politik terutama pembentukan partai politik.

Enok: Oh…orang awam mah susah lihat tujuan ideologi, hanya org yg udah belajar yang bisa ya Bah?

Abah: that’s right.

Tole: Abah ini memang dosen tulen, penjelasan panjang lebar banget, berteori.

Abah: Le, kalau Abah gak bisa berteori ya Abah gak akan bisa lulus DOKTOR. Dulu waktu Abah disertasi, Abah ditanya sama dosen Abah, “Teori baru yang akan kamu hasilkan apa?”

Tole: ini sebabnya Dosen jago teori ya Bah?

Abah: Iya dosen mah ada 16 SKS 12:2:2 (ngajar:neliti:pengabdian masyarakat). Jadi 75% ngajarin teori, 12,5% meneliti menghasilkan teori baru; 12,5% ngajarin masyarakat aplikasikan teori.

Emak: Ayooo….tahu bulat digoreng dadakan….gurih gurih enyoy….!

Move ON #fiksi #PandawaLima

Ini hanyalah sebuah kisah fiksi, jika ada kesamaan nama, sifat, tempat, atau prilaku, semuanya hanyalah kebetulan semata.  Jadi, jangan BAPER ya!

Bagian 1. Pandawa Lima

Jakarta, 1 Januari 2017

Usiaku akan mencapai kepala lima sekarang, setengah abad sudah aku mengarungi dunia ini.  Aku bergelut dalam politik relligi hampir 3/5 umurku. Sampai kini aku belum bisa move ON”

“Ayah! Cepat, mobilnya sudah panas, nih!” Seruan anak sulungku memaksaku beranjak meninggalkan buku catatanku.

“Yeah! Semuanya ready to go? Tak ada yang ketinggalan? Yuk, Bismillahitawakaltu a’llohu laahaulawalaakuata illa billah, bismillahimajrehawamursaha inna robbi lagofururohim.

“Yah, yang kita kunjungi itu temen lama ayah ya? Kok, dia tak pernah ke rumah kita, gak kayak temen ayah lainnya”

“Shahabat baik ayah, Ini lihat foto-foto jadul Ayah!”

“Hihihi ayah masih kurus-kurus, kok gak seperti ayah ya?”

Anak-anak tertidur, mobil melaju memberikan jalan bagi kenangan masa lalu, kini ia kembali terbentang di hadapan.

Angan terbawa pada masa silam, 1984.  Ini bukan SMA Negeri terbaik di Kota Bandung, tapi paling dekat dengan lokasi rumahku.  Semua anak bercelana kodok warna biru, kecuali satu murid yang bercelana panjang warna hijau pula.  Agak aneh bagiku.

“Hai! Namaku Abdi, kamu?”

“Saya teh Asep ti MTS Cianjur”

“em te es?”

Madrasah Tsanawiyah, Madrasah hartina sakola, Tsanawiyah kerena mah secondary hehehe.

“Oh, Madrasah, pantasan pake celana panjang”

Perkenalan pertama dengan Asep, Aseplah yang sering mengajakku sholat dzuhur bersama di sekolah.  Sholat yang sebelumnya jarang kulakukan.  Dan Asep pulalah yang mengajakku aktif dalam kegiatan rohis SMA.

“Sep, sebetulnya saya lebih suka ikutan Basket ketimbang ekskul Rohis”

“Agama itu lebih wajib kita dalami Abdi, Basket kita masih bisa mainkan sama-sama pada hari libur”

Siapa yang bisa menolak wajah lugu Si Asep.  Asep yang punya cita-cita sederhana, ingin membangun pertanian di daerahnya dimana pesantren Abahnya berdiri di sana.

“Aku ini Di, anak dusun, Abahku memilih menyekolahkan ku di Kota ini, masuk SMA yang kata beberapa kakakku sekolah sekuler dengan satu harapan, aku bisa masuk IPB, dan memajukan pertanian di pesantren.  Banyak masyarakat dan para santri bergantung pada hasil pertanian, tetapi kita belum bisa mengolah hasilnya menjadi lebih baik.  Abah ingin aku jadi sarjana pertanian”

Bagai anak bebek aku mengikuti apa yang Asep sarankan.  Lugu penuh karisma, mungkin karena dia anak Kyai, sehingga semua tutur dan sikapnya senantiasa terjaga. Dan inilah yang membuat aku tak kuasa menolak.

Ikhwan dan akhwat semua, saya perkenalkan pengisi materi kita pertama adalah Kang Irfan, Kang Irfan ini mahasiswa dari UNPAD jurusan Jurnalistik.  Pemateri kedua adalah Kang Daud, kang Daud ini mahasiswa Teknik Elektro dari ITB, silahkan akang-akang memberikan materi.

Pertemuan pertama, kedua, ketiga, bulan pertama, kedua, dan ketiga tak ada yang aneh dengan materi.  Ma’rifatullloh, ma’rifatul islam, ma’rifatul Rasulullah, ma’rifatul kitabullah…. Di sini pertama kalinya saya memahami makna Laa Ilaha Ilalloh, bukan sekedar tiada tuhan selain alloh seperti yang sering diucapkan, tetapi lebih jauh lagi yaitu melepaskan dari segala penghambaan pada siapapun dan apapun kecuali pada Alloh swt, apa yang menjadi perintah Alloh menjadi wajib untuk dilaksanakan apapun itu!

Bulan ke enam, teman-teman menjuluki kami Pandawa Lima, kami berlima, aku, Asep, Ferry, Danu, dan Hamdan.  Kami berlimalah yang paling rajin datang ke acara Rohis, ringan kaki dan tangan kami, selalu siap membantu.

Selain mengadakan kajian Islam, Akang-akan dari beberapa PTN di Bandung itu menyediakan layanan bimbel gratis, bahkan mereka mengundang kami belajar lebih jauh ditempat-tempat yang mereka janjikan selain aktifitas seminggu sekali, acara rohis sekolah.

Ferry si kutu buku yang bercita-cita menjadi Einsten jilid II.  Danu hapalan al qurannya banyak sekali, Imam andalan.  Dan Hamdan dikenal dengan suara mengajinya yang bagus sekali, dia pernah jadi juara lomba MTQ.

Bulan ke tujuh, mulailah Akang-akang becerita tentang keterpurukan dunia islam, dan tentang kebangkitan islam.  Pada saat itu dunia dikuasai oleh dua kekuatan yaitu Amerika serikat dengan demokrasi liberalnya dan Uni Soviet dengan sosialismenya. Kita Indonesia dengan pancasila, katanya Indonesia juga negara demokrasi, tapi demokrasinya pancasila, dan nama demokrasi pun tertutup dengan kebesaran nama pancasila.  Indonesia khas pancasila, begitulah guru dan buku Pendidikan Moral Pancasila mengajarkan kami semua.

“Kalian tahu, ini coba kalian perhatikan peta ini.  Ini adalah Jazirah Arab dimana Mekah dan Madinah ada di sini, dan ini ini adalah Persia, lalu ini ini adalah Rum atau Rumawi. Ar Rum ayatnya ada di Al Qur’an.  Perhatikanlah Persia sama dengan Amerika saat ini, lalu Rumawi sama dengan Uni Soviet saat ini, dan perhatikanlah…. posisi Indonesia persis sama dengan Jajirah Arab.  Pada Abad ke-7 kebangkitan islam itu munculnya di Mekah dan bangkit di Madinah, dari tempat ini islam kemudian menyebar ke seluruh bagian dunia hambir 2/3 dunia dan menaklukkan Persia kemudia Romawi,  Konstantinopel direbut Al Fatih beserta Mujahid Islam, lalu runtuhlah Romawi. Ini perhatikan! berdasarkan kesamaan posisi, Indonesia adalah the next land bagi kebangkitan Islam, jadi disinilah kita harus berjuang menegakkan Islam.  Laa ilaha illalloh, kalimat tauhid itu harus didirikan.

Suatu hari Asep menyampaikan sesuatu padaku “Abdi, kayaknya kita harus lebih berhati-hati ikut kajian di Rohis!”

“Ada apa? Bukankah yang mereka sampaikan itu Islam?”

“Iya, islam! tapi…..sudahlah suatu saat aku akan mengajakmu liburan di Cianjur, kita ngaji sama Abah ya!”

Bulan ke-11

“Di, Rohis ngadain Mabit.  Kita akan Mabit di Padalarang, Sabtu-Minggu!” Pesan dari Kang Irfan dan Kang Daud, Pandawa Lima kudu ikutan.

“Ikhwan dan Akwat sekalian, kalian adalah orang-orang terpilih, yang dipilih Alloh swt, umat terbaik.  Pernah kalian dengar tentang baiat?  Kita akan bahas tentang baiat itu.  Baiat itu adalah pernyataan janji dan setia pada islam.  Para shahabat dulu berbaiat pada Rasulullah saw, menyatakan “Laa ilaha illalloh muhammadu Rasulullah” bukan sembarang janji, tetapi juga pernyataan pengorbanan.  Kerelaan berjuang di jalan islam.   Bagi orang muslim cuma ada dua jalan HIDUP MULIA atau MATI SYAHID.  Dan kalian semua pernahkah berucap syahadat? Belum dikatakan berislam seseorang jika belum bersyahadat”

Ferry mengacungkan tangan, “Loh, setiap sholat kita mengucapkan shahadat!”

“Ikhwan dan Akhwat sekalian, rukun islam itu yang pertama syahadat, bukan shalat.  Jadi haruslah syahadat dulu baru sholat”

Danu juga menyanggah, “Kak pada ayat Al Araf 172 sudah dikatakan seperti ini:

 وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Terjemah :
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata- kan: Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).

Itu artinya kita sudah syahadat sejak dalam kandungan, kita sudah islam.

“Tidak bisa begitu, pada shahabat rasulullah saw juga bersyahadat ulang sama Nabi saw.  Jadi syhahadat itu harus dilakukan!”

Hamdan dengan bersemangat berkata, “Kita bersyahadat saja lagi kalau begitu sekarang, gampangkan kak, dan semua jadi saksinya!”

“Tidak bisa kita bersyahadat pada sembarang orang, yang mensyahadati kita haruslah orang yang sudh pernah bersyahadat pada Rasulullah saw”

Suasana mulai gaduh, semua berbisik mana ada orang seperti itu pada saat sekarang.  Jarak Rasulullah saw dengan kita hampir 14 Abad.

“Ikhwan dan Akhwat yang dimuliakan Alloh swt, jangan heran.  Syahadat tetap dilakukan dari jaman ke jaman, dari manusia pertama bersyahadat sama Nabi Muhammad SAW, ada orang yang tidak putus.  Pada orang itulah kita bersyahadat, kita berbaiat”

Asep dengan kalem akhirnya bertanya, “Maaf nih Kang Irfan, kalau menurut Kang Irfan, artinya status kita sekarang belum Islam karena belum bersyahadat?”

“Betul sekali Asep! Kalian tahu Abu Lahab? Dia percaya tuhan! Dia percaya Muhammad saw itu Nabi, dia percaya, artinya dia beriman.  Tapi dia tak pernah mau bersyahadat, maka dia bukan muslim dia bukan islam”

Aku sendiri saat itu tidak paham sama sekali, aku bukan Asep yang terbiasa mengkaji islam, Aku bukan Danu yang banyak hapal ayat al qur’an,  Aku hanya Aku seorang awam anak seorang anggota TNI AU yang hanya kenal islam sangat sedikit.

Menjelang tidur, Asep berkata padaku, “Abdi, aku yang mengajakmu ikut ekskul Rohis, aku juga yang akan meminta kamu untuk berhenti di ekskul ini.  Nanti kelas II kita berhenti di Rohis ini, jika islam yang kau tuju, maka kita cari pengajian lain saja jangan yang ini.

“Memang kenapa, Sep?”

“Syahadat ulang itu, ajaran yang aneh.  Abahku gak pernah mengajarkan aku tentang syahadat ulang”

Pandawa Lima pun bubar, Aku dan Asep memilih pindah pengajian di Salman ITB juga kajian subuh di beberapa mesjid kota Bandung.  Danu pun tak ikut kajian di Rohis lagi, Danu penghapal Qur’an ini tak terima dikatakan bukan muslim.  Hanya Hamdan yang masih setia mengurus rohis di SMA kami, aku tak tahu apakah Hamdan pada akhirnya berbaiat atau tidak.  Ferry, dia pun lebih memilih menekuni dunia Fisikanya.

“Ayah, sudah sampai mana kita?”

Baru masuk tol Jagorawi Nak!

It’s Politics, be carefull!

“Andaikan Rasulullah saw hidup pada saat ini, apa yang akan beliau perbuat?”

Itulah yang senantiasa saya tanyakan dalam hati ketika menyikapi berbagai isu yang mengarah pada ajakan aksi.  Bagi orang seperti saya yang terbebas dari partai politik atau dari gerakan dakwah bernuasa politik adalah penting bertanya hal seperti itu sehingga dapat melihat segalanya dengan clear dan mantap dalam bersikap karena kekuatan hujjah.  Belajar kembali menggali “Siroh Nabawiyah” menjadi mutlak dalam kondisi seperti ini.

Bagi mereka yang menjadi anggota dari partai politik atau gerakkan dakwah, kemudian mereka meng-expose ayat2 dan siroh2 yang mendukung dan memperkuat opini mereka, hal itu adalah wajar.  Jika pun mereka mengajak dan mendakwahkan opini mereka dengan cara halus atau paksa, bagi saya adalah wajar-wajar saja, itu sudah menjadi gerakan politik dan dakwah mereka. Apa yang mereka lakukan semoga senantiasa menjadi sebuah kebaikan bagi islam.

Seorang ustadz Syekh Taqiyuddin An Nabhani semoga Alloh swt merahmatinya menuliskan adalah kita harus mampu melihat apa yang ada di balik dinding, adalah kita harus mempunyai kemampuan melihat di atas awan.  Ini bermakna kita harus memiliki sebuah pandangan yang holistik tidak hanya melihat semua makna yang tersurat dan tersirat. Jadi artinya kita memang dituntut memiliki kecerdasan di atas rata-rata untuk memahami semua kondisi.

APAKAH PERSATUAN UMAT ISLAM INDONESIA PERLU DIUJI? Tidak perlu menguji persatuan umat islam Indonesia.  Untuk seruan terkait rukun islam dan rukun iman kita mempunyai kekuatan yang luar biasa.  Berikut ini fakta-fakta umat islam indonesia:

  1. Setiap idul adha, berapa omzet ternak di Indonesia? Tak masalah bagi orang Indonesia ternak saat idul adha naik berlipat-lipat, dan semuanya tetap dibeli, karena alasan “ibadah”.
  2. Haji! Ya, Haji! Berapa rupiah yang harus dikeluarkan oleh seseorang untuk berhaji? 40-60 juta per orang, dan kita Umat Islam Indonesia rela menunggu sampai 10-15 tahun untuk pergi karena quota haji.  Tidak hanya mereka yang berkecukupan yang pergi berhaji, banyak juga mereka yang menyisihkan hasil sedikit usahanya yang tidak seberapa untuk memenuhi panggilan Alloh swt ini.
  3. Pada saat Ramadhan, sumbangan ta’jil dan zakat fitrah ditunaikan dengan baik.  Saat shalat id, berapa banyak ruas jalan dan lapangan yang digunakan karena membludaknya jamaat untuk shalat id?
  4. Hal-hal yang diberi label “halal” dan “syariah” di Indonesia lebih diminati umat islam daripada yang tidak berlabel, walau produknya sama halal-nya atau sama-sama tak melanggar syari’ah.
  5. Dan bagi umat islam indonesia, bersedeqah untuk kepentingan umat dan menolong sesama adalah hal prioritas.  Miliyaran rupiah bisa dikumpulkan umat islam indonesia dalam patungan membangun mesjid di negera Jepang.

Jadi masih perlu lagi menguji persatuan umat islam?

APAKAH DALAM ISLAM SEMUA HAL SELALU BERUJUNG PADA HUKUMAN FISIK…, TIDAK ADAKAH SELA UNTUK DIMAAFKAN? Mari kita ber-tafakur “Andaikan Rasulullah saw, hadir pada saat ini” Lalu terjadilah dialog fiktif seperti ini:

  • Muslim1: Ya, Rasulullah Si Fulan dia mengatakan “Bapak ibu tak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin jadi kalau saya tidak terpilih pun..ini bapak ibu tak usah khawatir  nanti programnya bubar, tidak saya  berhentinya sampai oktober 2017, jadi kalau program ini dijalankan pun bapak ibu masih sempat panen sama saya.  Jadi saya ingin bapak ibu semangat, jangan nanti ganti gubernur programnya bubar. Enggak saya sampai Oktober 2017.  Jadi jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya.  Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu, program ini jalan saja.  Jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok, gak suka sama Ahok, programnya udah terima gak enak dong gue punya hutang budi, jangan nanti gak enak mati pelan-pelan kena stroke…..”
  • Rasulullah saw: lalu apa maksudmu?
  • Muslim1: Dia telah menghina Al Qur’an dengan perkataan yang ini, Iyakan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam itu.  Itu hak Bapak Ibu, jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu gak apa-apa tergantung pribadi bapak ibu.
  • Rasulullah saw: Jadi apa maumu?
  • Muslim 1: Aku mau dia dihukum ya Rasulullah saw.  Sungguh dia telah menistakan Al Qur’an.
  • Lalu datanglah muslim2 menghadap Rasulullah saw.  Muslim2: Ya, Rasulullah sesungguhnya dia sudah minta maaf, dia berjanji pada umat islam tidak akan mengulanginya lagi, sesungguhnya perkataannya itu karena kebodohannya semata, karena ketidaktahuannya, karena emosinya.  Tak ada niat dari dia melukai umat islam. Dia sudah mohon maaf.
  • Rasulullah saw: Jadi apa maumu hai muslim2?
  • Muslim2: “Saya mau dia dimaafkan saja…!”
  • Rasulullah saw: “…………………..”

Jika Rasulullah saw hidup pada masa ini, dan menghadapi persoalan seperti itu.  Kira-kira apa yang akan beliau putuskan?

___

back to fakta politik

Alhamdulillah aksi 212 berjalan damai, Pak Jokowi mampu tampil meredam aksi, diskusi ulama dan umaro mampu mengalihkan aksi dari Aksi Demo menjadi do’a bersama, dari gelar sajadah di sepanjang jalan menjadi gelar sajadah terlokalisasi pada area monas dan sekitarnya.  Apresiasi yang sangat tinggi buat umat islam dan para aparat.

Namun tampaknya aksi 212 belum memuaskan, terbukti setelah aksi 212 muncul provokasi seperti di bawah ini: Radio Dakta pada 2 Desember jam 1:59 men-tweet “Aksi 411 seperti thawaf, aksi 212 seperti Wukuf.  Kalau Ahok masih dak ditangkap SELANJUTNYA TINGGAL KITA LEMPAR JUMROH!!!”  dan twiit seperti ini pun menjadi viral.

img_0225img_0226

Bukan hanya itu, setelah aksi muncul juga “Ghirah mendirikan lembaga ibadah, ekonomi dan usaha 212” di sisi lain muncul tuntutan perdata 470M yang mengiringi tuntutan pidana penahanan Ahok, sebelumnya tuntutan hanya 240 juta terkait biaya2 yang sudah dikeluarkan oleh Habib Novel untuk urusan mengadukan Ahok, tapi kemudian membengkak jadi 470M setelah aksi 212.  Berdasarkan dua berita ini kita pun diberi peluang untuk mengkaitkan dua fenomena ini “Apakah mau mendirikan lembaga ibadah, ekonomi, dan usaha 212 dari dana 470M tersebut?”

Sampai di sini apakah kita dibuat puyeng dengan fenomena ini?  ya it’s politics be careful.

Jadi, bagi saya pribadi….sebagai seorang muslim yang tidak berafiliasi dengan partai dan gerakkan dakwah manapun serta tidak punya hajat politik, saya memilih kembali saja pada dunia profesionalisme.  “Belum banyak yang bisa disumbangkan bagi umat dan negara ini?” Jangan-jangan saat ini saya hanya mengerjakan rutinitas saja untuk diri dan keluarga, tanpa memberikan sumbangan berharga pada umat.  Wallohualam bi sawab.

____

Kabinet baru, Why ibu Susi? and Now, i have to say “why not”?

Ada saja remah-remah isu yang dikumpulkan kemudian meniupnya sehingga lekat dimana-mana.  Sebelumnya diributkan kenapa gak diumumkan pada hari ke 1 dan 2 pasca dilantik, lalu dihubungkanlah dengan bagi2 kepentingan dan ketidabecusan memimpin, agak konyol tuduhannya, karena waktu yang diberikan untuk pembentukan kabinet maksimal 7 hari, selama belum melewati masa itu maka cara terbaik yang dilakukan rakyat adalah bersabar.

Lalu setalah pelantikan mentri mulailah dicari-cari dari sekitan menteri itu tadi kelemahannya.  Betul, saya pun cukup terkejut ketika sosok Susi masuk sebagai jajaran kabinet.  Why? pertanyaan itu terus berada dibenak saya.  Kalaulah Susi pernah berjasa memberikan tumpangan gratis pada Jokowi (Jokowi juga gunakan Lion selama kampanye), apakah jatah menteri perikanan itu layak diberikan? Lalu mengapa Jokowi pilih Susi bukan bos Lion atau Dee Kartika Relawan JASMINEV yang lulusan S3 atau Rohmin Dahuri kepercayaan ibu Mega atau Dosen di UGM atau IPB atau UNDIP atau bahkan ITB yang selama ini alumninnya menyatakan dengan jelas dukungan terhadap no 2?   Sejuta why saya tanyakan.  Tak mungkin Jokowi JK gegabah tanpa alasan memilih seseorang yang hanya lulusan SMP.  Sisi positif dan heroik ibu susi sering saya baca, seperti maskapai dan relawan pertama yang berhasil mendaratkan serta membantu tsunami Aceh, pengusaha ikan sukses di pangandaran, dan leader perusahaan yang semua pilotnya bule.  Namun ada sisi yang pribadi yang juga sudah terbuka di ruang publik seperti bersuamikan bule, dan orang nyetrik…gaya busananya agak nakal juga gaya hidupnya yang berkisar pada tato, rokok dan beer…gayanya ini seperti layaknya dan umumnya gaya para isteri ekspratiat di Indonesia,

Saya masih terus bertanya WHY? Saya terus mencari informasi WHY SUSI?  Kemengapaan saya itu pun terjawab ketika saya membaca sebuah arsip di media GRENEWS tanggal 3 September 2014 “BERANI HABISI MAFIA PERIKANAN, JOKOWI BAKAL AMANKAN 100T UANG NEGARA” Lalu saya ingat sosok ibu Susi yang tegas, saklek, tak segan-segan untuk turun langsung dan blusukan walau ia direktur, ia memimpin perusahaannya dengan gaya membumi tidak memerintah di atas langit, gaya kepemimpinan inilah yang berhasil menjadikan perusahaannya beromzet triliyunan.  Dan akhirnya saya harus mengakui WHY NOT? WHY NOT memberi kesempatan kepada putri Indonesia untuk menunjukkan kiprahnya lebih luas lagi, secara profesional ibu susi telah menunjukkan keberhasilan memimpin perusahaannya dengan gaya uniknya.  Semoga dengan gayanya juga bisa memberi keuntungan bagi negara ini 100 Triliyun.  Sebagai rakyat yang sudah mempercayakan kepada Jokowi untuk memimpin negeri ini kita hanya bisa mengamati dan mengkritisi serta mencoba memahami keputusan sang presiden.  INI ADALAH SIKAP POSITIF YANG SEHARUSNYA DITUNJUKKAN OLEH SETIAP MASYARAKAT INDONESIA.

MORAL SEPERTI INILAH “SIKAP POSITIF TERHADAP KEPUTUSAN PEMIMPIN” yang menjadikan Indonesia maju di era Soeharto (walau di jaman ini dipaksakan moralnya dengan sebutan moral pancasila),  sebetulnya moral seperti ini “taat pemimpin lahir dan batin” pula yang diminta islam pada rakyat untuk pemimpinnya (namun segelintir muslim tak mau melakukannya dengan alasan Jokowi bukan pemimpin islam tapi pemimpin thougut, namun kalau pemimpin dari golongannya atau partainya atau koalisinya bukan thoigut ??#kebelinger??Padahal 3 orang jalan aja perlu AMIR SYAFAR apalagi NEGARA ya perlu pemimpin), dan sikap ini pula yang ditunjukkan oleh warga malaysia, Thailand, Jepang, bahkan AS pada pemimpin mereka.  KEPERCAYAAN PADA PEMIMPIN DAN MEMPERCAYAI KEPUTUSAN PEMIMPIN.

Ok, mari kita REFLEKSI! Selama SBY, kritikan begitu deras mendera selain ulah para menteri sendiri yang menjadikan kementriannya sebagai ATM partai.  Kritikan sampai ke bully inilah yang membuat SBY sulit bergerak dan ragu memutuskan.  10 tahun masa kepemimpinannya, banyak hal yang menggantung, jika diibaratkan sepeda dan rakyat adalah rantainya…sementara presiden pengemudi sepedanya, si rantai tadi bergejeolak ada yang minta maju ada yang mundur bahkan ada yang morotol tak mau bergabung dirantai itu, apa akibatnya bagi si pengemudi? ya, tak pernah sampai pada tujuan!  Jadi seyogyanya rakyat berhenti berpikir negatif terhadap pemimpinnya dan percayakan pada sang pengemudi.  Bapak Prabowo sendiri sebagai rival didetik akhir pelantikan begitu legowo menjadi bagian dari rantai sepada yang akan ikut bersama sesuai tujuan dari pengemudinya.

Ok, ini harus masyarakat ketahui.  Mengapa isu2 keburukan dalam bentuk apapun akan senantiasa dihembuskan ke arah presiden dan pemerintahannya, oleh siapa dan apa tujuannya?  Tujuan politik kekuasaan —> masih ada yang tidak terima kehilangan kekuasaan, maka dengan segala cara mencari sisi negatif untuk kemudian di”blow up”.  Tujuannya agar rakyat termakan isu dan opini “PRESIDEN TERPILIH GAK KOMPENTEN”, rakyat yang termakan opini akan mudah digiring untuk mensetujui penggulingan atau paling tidak impeachment oleh DPR akan berjalan mulus.  Ciri mereka yang punya tujuan politik kekuasaan akan senantiasa menebarkan isu dan opini yang sepele2 yang berdasarkan logika isu itu tidak relevan hanya berkisar sesuatu yang pribadi yang tidak ada kaitannya dengan kinerja, dari isu kodok, merokok, bahkan hal2 yang terkait anak atau jilbab isterinya atau karena masalah kemeja yang gak pernah dimasukkan ke celana.  Tujuannya apalagi kalau bukan menurunkan kewibawaan sang presiden.  Itu cara yang biasanya dilakukan untuk masyarakat awam.  Masyarakat harus pintar memilah mana ISU PROPOKATIF dan mana informasi yang konstruktif, sudah waktunya kita move on, kalau negara kita hebat dan maju, kita juga yang untungkan??

Jokowi-Kalla atau Prabowo-Hatta

Setelah pengumuman Capres-Cawapres bersyukur cuma ada 2 calon, krn kita gak usah ngabisin anggaran negara yg berasal dari pajak kita. Kabarnya reaksi positif juga ditunjukkan pasar, dollar menguat walau di posisi 11.5xx gak bisa masuk ke level 9.8xx lagi atau bahkan ke 7.xxx seperti jaman Habiebie. 

Dan saya agak berat harus memilih siapa? Awal pileg kemarin saya optimis dg Prabowo, namun seiring koalisi yg dibangun saya pesimis banget.  Pesimis karena koalisi yg dibangun pamrih, koalisi ini mirip dg koalisi indonesia bersatu SBY, bagi2 jabatan mentri dan bancakan proyek.  Setegas2nya Prabowo, saya gak yakin bisa mengatasi kehausan kekuasaan.  Paling tidak posisi strategis dan basah seperti pertanian, sosial, kehutanan, dan agama tampaknya akan diminta partai terdahulu.  Profesionalisme kementrian menjadi tanda tanya.  Jika jadi, maka kepemimpinan Prabowo-Hatta tidak akan membawa dampak perubahan yg berarti  “koalisi penuh pamrih menjadi sandungan kuat”.  Terus terang, saya kecewa.  Tapi juga sangat paham, pilihan ini rasional bagi Gerindra krn suaranya gak nyampai 20%. 

Jokowi-Kalla? Jokowi memang banyak kekurangan.  Namun, PDIP sedang membangun sistem “koalisi tanpa syarat”  Artinya beberapa jabatan strategis dan basah ditentukan secara profesional dan berdasarkan kepentingan.  Janji bahwa menteri gak gemuk kayak sekarang.  Pemilihan Kalla sebagai Wapres menjadi penyulam kekurangan Jokowi.  Gak sempurna sih, tapi saya pengen banget lihat perubahan yg dijanjikan dg sistem KOALISI TANPA SYARAT yg sedang mereka bangun.  Mereka menyebutnya sebagai  REVOLUSI MENTAL. 

So, let’s see next.

Pilih siapa? #myPreident

Mulai panas ya? Pemilu 2014!!! Siapa jagoan mu??

  • Dari demokrat ada Gita Wirjawan, Anis Baswedan, Dahlan Iskan, dan Marzuki Ali…
  • Dari PKS ada Anis Matta dan Hidayat Nurwahid
  • Dari PDI …entah jadi atau tidak Jokowi dicalonkan atau Megawati yang mau maju lagi…
  • Dari PBB kalau uji UU Pilpres lolos di MK maka Yusril maju jadi Capres.
  • Dari Gerindra ada Probowo
  • Dari Hanura dari Wiranto
  • Dari PKB atau PPP (?) yang mencalonkan Rhoma Irama
  • Dari Golkar ada Abu Rizal Bakri

Pilihannya siapa (???)  Kalau saya sih sangat konsen dengan TIM Ekonomi yang mereka bentuk…bukan sekedar smart, soleh, atau bahkan handsome.

Kalau demokrat siapapun Presidennya sudah dipastikan ekonomi neoliberal menjadi sandarannya.  Secara ideologi, partai ini merupakan partai transnasional perpanjangan dari ideologi Partai Demokrat AS.  Ideologi yang kental dengan liberalisme termasuk pada sistem ekonominya.  Berharap perubahan sistem ekonomi pada partai ini? hemm think again!!!  Siapapun pemimpin yang ditawarkan oleh partai ini, maaf “Saya tidak terlalu yakin akan mengubah kibat sistem perekonomian”  Dalam kerangka liberalisme, “pasar dunia menempatkan Indonesia sebagai konsumen bahkan buruh potensial dan negara-negara maju sebagai produsen dan manajernya”  maka jangan banyak berharap Indonesia akan mengenjot ekonomi REAL dan pengolahan BUMN untuk kepentingan rakyat.  Yang terjadi justeru privatisasi atau penjualan BUMN dan menyuburkan ekonomi berbasis kredit, suku bunga, dan ragam ribawi lainnya.  Saya pribadi sih, “siapapun calon dari Demokrat…rasanya gak tega saya mencoblosnya”.   1 suara saya akan menjeburkan rakyat indonesia pada sebuah sistem liberalisme ala AS.  Maaf, saya Gak tega sama rakyat.  Saya yakin, rakyat Indonesia masih bisa di-setting menjadi manusia berdikari bukan sekedar hamba sahaya.

PKS?? Seperti halnya demokrat partai ini merupakan partai Transnasional dari Ikhwanul Muslimin di Mesir.  Jelas sekali partai ini berideologikan islam, dalam sisi politik namun untuk masalah ekonomi…maaf saya belum menemukan kitab yang dikarang oleh Mujtahid-mujtahid Ikhwanul Muslimin terkait sistem ekonomi islam.  Akan dibawa kemana sistem perekonomian Indonesia jika mereka memimpin?? Lagi-lagi BLUEPRINT-nya pun tak jelas.   Tambah lagi selama ini “pergulatan ide2 mendasar tentang sistem ekonomi” tidak menjadi konsen dari partai ini.  Maaf, saya belum pernah mendengar bahwa partai ini melakukan  brainstroming mengundang berbagai pakar ekonomi, untuk mengagas perekonomian alternatif bagi Indonesia.   Yg terjadi hanyalah sejumlah bantahan terhadap intrik2 yang gak penting banget bagi kesejahteraan Indonesia terkait ulah para kadernya.  Tampaknya, dari berbagai intrik-intrik yang ada…partai ini punya basis kuat secara internal partai terapi belum siap memimpin Indonesia.

PDI-P??? Ironis!!! Partai ini partai wong cilik, partai rakyat tumbuh dan berkembang dari desakan rakyat.  Namun selama Mega memimpin justeru ideologi ekonomi liberalis yang mendominasi.  Entahlah saya masih sanksi partai ini mempunyai keberanian untuk mengubah kiblat ekonomi bangsa ini atau seperti yang pernah terjadi “partai ini terjebak dengan sistem neoliberal yang terlanjur mengakar di Indonesia”???

Lalu Gerindra???  Saya sempat bertanya siapakah Tim Ekonomi yang dipilih Gerindra. Twitt Prabowo cukup transparan menjawabnya.  Terus terang agak Speechless.  Di antara semua calon, hanya dari partai ini yang menawarkan program ekonomi, namun…..bagaimana ya? Saya masih diantara sangsi dan menaruh harapan.  Mungkin lebih baik baca ulasan ini aja, silahkan >> Ekonomi Kaki-5

Golkar ?? Pastinya 11-12 dengan demokrat, bedanya Golkar tumbuh di Indonesia, jadi keputusan-keputusan liberalnya masih akan mempertimbangkan kultur dan budaya Indonesia dan rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia tentunya.  Selainnya??? Jangan terlalu berhadap deh akan adanya perubahan ekonomi yang azasi.

Hanura?? masih idem sama Golkar.  Bisa dikatakan bahwa HANURA adalah THE REAL GOLKAR, karena HANURA menjaga militansi nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.

PBB, PKB, dan PPP merupakan partai-partai Islam yang lahir di Indonesia.  Namun BLUEPRINT sistem perekonomian yang dianut partai2 ini juga belum jelas.

Itulah pilihan saya!!! Saya akan memilih calon yang punya BLUEPRINT SISTEM EKONOMI berbasis pada rakyat.  Saya menunggu partai apa yg secara terang-terangan mau menggunakan TIM & PAKAR EKONOMI KERAKYATAN.   Sudah bukan saatnya lagi menggunakan jargon2 bersifat SARA atau IRONIS lagi milih karena GAGAH dan TAMPAN MENYANDANG SENAPAN (#halahhh seperti lagu Kopral Jono saja!!!).

So, bagaimana pilihan anda?? Apa kriteria anda??? Let’s Think!!! Satu suara anda, rakyat taruhannya!!!