24. Logika Yg Ngawur #Random

Screen Shot 2015-05-09 at 3.03.38 AM

Ini adalah tentang sebuah Fanpage yg sebetulnya likers-nya gak banyak banget yaitu cuma 834.000 org.  Masih kalah dengan likers seorang mualaf idealis yg berkomitmen dalam perjuangan syariah, likers-nya menembus angka 2 juta.

Sampai detik ini masih berkampanye, mencari celah untuk menjatuhkan. Dan logika yang dibangun atas tindakannya ini adalah JIHAD, lebih tepatnya lagi sebagai JIHAD SYIASI.

— JIHAD kata2 magic bagi umat islam.  Kata ini membakar kaum muslimin sehingga bisa mengorbankan apapun demi menggapainya.  Oleh kelompok pengajian tertentu jihad didistorsi penggunaannya dari makna syari’ ke makna lugoh.  Apa akibatnya?

Akibatnya ketika suatu aktifitas dikatakan sebuah jihad, maka berupaya terus untuk melakukan sampai melanggar batas2 norma, etika, bahkan dalil syara’ lainnya.  Kalau sudah JIHAD ya siapapun yg menghalangi dianggap kafir/thougut dan wajib dibabat habis.
Contoh: Ketika bom bunuh diri sebagai jihad, maka melakukannya di wilayah muslim dengan memakan korban kaum muslimin adalah sah dan halal. Begitu pula CYBER ARMY sebagai perbuatan JIHAD, maka pemalsuan data dan black campaign pun dianggap halal.  —- Semua karena apa? DISTORSI JIHAD, demi jihad babad habis…..habisin yang menghalangi….dengan itu lah dapat pahala.

Walahhhh….pahala NDAS mu!!! Jihad dalam makna syari’ adalah berperang pada musuh yang menghalangi penyebaran islam secara fisik.  JIHAD dikomando oleh seorang Khilafah atau Presiden….Jadi Khilafahlah yg menyatakan jihad atau presidenlah yang menyatakan perang.  Yg melaksanakan adalah pasukan jihad dikomando amirul jihad, atau ABRI dikomadoi panglima ABRI dlm konteks Indonesia.  Jika pasukan jihad/ABRI tidak cukup maka ada wajib militer.   Kapan khilafah/presiden memberi komando Jihad???
1) Pada saat islam disebarkan ke suatu wilayah, pemimpin di daerah itu menolak islam, para pendakwah islam diburu oleh para pemimpin tersebut maka disitulah Jihad diperintahkan.  Dalam sejarah, islam mendapat rintangan fisik seperti  di Bagdad juga Spanyol….maka ada JIHAD untuk mendapatkan wilayah ini.  Tapi tidak ada JIHAD diwilayah kerajaan2 Indonesia, karena para wali (pengemban dakwah islam) diterima dg baik oleh para raja di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, juga Sulawesi.
2) Jihad yg kedua adalah mempertahankan wilayah islam, seperti yg dilakukan di Palestina sekarang dan beberapa wilayah islam lainnya.

Makna jihad lain yg ada dalam hadits yaitu JIHAD TERHADAP HAWA NAFSU. Nah, kita bahas yang ini dengan logika si empu FanPage berikut ini:

Empu FanPage “Memilih JK, terpilih SBY.  Lalu tunduk saja dan legowo pada SBY. Tapi kenapa pada JKW tidak? Maka mengalirlah tuduhan JKW hidup dlm lingkungan atau daerah PKI, inkonsisten, pelindung syiah, pencitraan…dst”

Pertanyaannya adalah…
Apakah lingkungan kita dan SBY pun bebas dari PKI? Salah satu azas negara kita diambil dari ideologi PKI yaitu “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” – dengan mengambil azas ini, apakah Indonesia dikatakan komunis???

Pencitraan — sebagai tokoh politik dan diharapkan memimpin harus dapat simpati rakyat. Caranya ya melakukan pencitraan.  Tanpa pencitraan tak mungkin dapat simpati rakyat.  Hanya saja pencitraan ini ada yg bersifat inovatif dan bersifat follower saja— misalnya Jokowi dg blusukan hanya untuk mendengar keluhan dan menuntaskan masalah teknis.  Ridwan Kamil  dg penataan kota dan mobilisasi massa untuk cinta kota. Ada juga beberapa kepala daerah yg mengoolkan ONE STOP SERVICE.  Jokowi dan Ridwan Kamil menjadi sering tersorot media karena cantik kemasannya dan inovatif-nya.  Beberapa kepala daerah lain kurang booming, ya karena gebrakkannya bukan hal baru dan mengemasnya tidak cantik, pencitraan getol di media partainya tidak mendapat simpati rakyat karena sekedar follower dari yang sudah ada tanpa terobosan berarti.

Jadi alasan jihad pada jokowi karena jokowi PKI atau pun Pencitraan adalah alasan palsu.

Faktanya adalah………pada zaman SBY walaupun memilih JK, pada akhirnya si partai masuk dalam kursi kekuasaan.  Namun, pada Era Jokowi tidak tersisa kursi sedikit pun.  Nah, disitulah…justeru telah terjadi pelanggaran terhadap hadits “JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU PALING BESAR”

Hawa nafsu ingin kursi kekuasaan, membutakan mereka.  Jadi seharusnya mereka BERJIHAD TERHADAP DIRI MEREKA SENDIRI, yaitu Jihad untuk melawan nafsu ‘ingin‘ dan ‘patah hati tidak dapat‘– kursi kekuasaan.

 

Semoga kita mengembalikan makna JIHAD ini sesuai dengan makna keagungannya, dan tidak menggunakannya demi kepentingan hawa nafsu kita. Wallohualambisawab.

Kabinet baru, Why ibu Susi? and Now, i have to say “why not”?

Ada saja remah-remah isu yang dikumpulkan kemudian meniupnya sehingga lekat dimana-mana.  Sebelumnya diributkan kenapa gak diumumkan pada hari ke 1 dan 2 pasca dilantik, lalu dihubungkanlah dengan bagi2 kepentingan dan ketidabecusan memimpin, agak konyol tuduhannya, karena waktu yang diberikan untuk pembentukan kabinet maksimal 7 hari, selama belum melewati masa itu maka cara terbaik yang dilakukan rakyat adalah bersabar.

Lalu setalah pelantikan mentri mulailah dicari-cari dari sekitan menteri itu tadi kelemahannya.  Betul, saya pun cukup terkejut ketika sosok Susi masuk sebagai jajaran kabinet.  Why? pertanyaan itu terus berada dibenak saya.  Kalaulah Susi pernah berjasa memberikan tumpangan gratis pada Jokowi (Jokowi juga gunakan Lion selama kampanye), apakah jatah menteri perikanan itu layak diberikan? Lalu mengapa Jokowi pilih Susi bukan bos Lion atau Dee Kartika Relawan JASMINEV yang lulusan S3 atau Rohmin Dahuri kepercayaan ibu Mega atau Dosen di UGM atau IPB atau UNDIP atau bahkan ITB yang selama ini alumninnya menyatakan dengan jelas dukungan terhadap no 2?   Sejuta why saya tanyakan.  Tak mungkin Jokowi JK gegabah tanpa alasan memilih seseorang yang hanya lulusan SMP.  Sisi positif dan heroik ibu susi sering saya baca, seperti maskapai dan relawan pertama yang berhasil mendaratkan serta membantu tsunami Aceh, pengusaha ikan sukses di pangandaran, dan leader perusahaan yang semua pilotnya bule.  Namun ada sisi yang pribadi yang juga sudah terbuka di ruang publik seperti bersuamikan bule, dan orang nyetrik…gaya busananya agak nakal juga gaya hidupnya yang berkisar pada tato, rokok dan beer…gayanya ini seperti layaknya dan umumnya gaya para isteri ekspratiat di Indonesia,

Saya masih terus bertanya WHY? Saya terus mencari informasi WHY SUSI?  Kemengapaan saya itu pun terjawab ketika saya membaca sebuah arsip di media GRENEWS tanggal 3 September 2014 “BERANI HABISI MAFIA PERIKANAN, JOKOWI BAKAL AMANKAN 100T UANG NEGARA” Lalu saya ingat sosok ibu Susi yang tegas, saklek, tak segan-segan untuk turun langsung dan blusukan walau ia direktur, ia memimpin perusahaannya dengan gaya membumi tidak memerintah di atas langit, gaya kepemimpinan inilah yang berhasil menjadikan perusahaannya beromzet triliyunan.  Dan akhirnya saya harus mengakui WHY NOT? WHY NOT memberi kesempatan kepada putri Indonesia untuk menunjukkan kiprahnya lebih luas lagi, secara profesional ibu susi telah menunjukkan keberhasilan memimpin perusahaannya dengan gaya uniknya.  Semoga dengan gayanya juga bisa memberi keuntungan bagi negara ini 100 Triliyun.  Sebagai rakyat yang sudah mempercayakan kepada Jokowi untuk memimpin negeri ini kita hanya bisa mengamati dan mengkritisi serta mencoba memahami keputusan sang presiden.  INI ADALAH SIKAP POSITIF YANG SEHARUSNYA DITUNJUKKAN OLEH SETIAP MASYARAKAT INDONESIA.

MORAL SEPERTI INILAH “SIKAP POSITIF TERHADAP KEPUTUSAN PEMIMPIN” yang menjadikan Indonesia maju di era Soeharto (walau di jaman ini dipaksakan moralnya dengan sebutan moral pancasila),  sebetulnya moral seperti ini “taat pemimpin lahir dan batin” pula yang diminta islam pada rakyat untuk pemimpinnya (namun segelintir muslim tak mau melakukannya dengan alasan Jokowi bukan pemimpin islam tapi pemimpin thougut, namun kalau pemimpin dari golongannya atau partainya atau koalisinya bukan thoigut ??#kebelinger??Padahal 3 orang jalan aja perlu AMIR SYAFAR apalagi NEGARA ya perlu pemimpin), dan sikap ini pula yang ditunjukkan oleh warga malaysia, Thailand, Jepang, bahkan AS pada pemimpin mereka.  KEPERCAYAAN PADA PEMIMPIN DAN MEMPERCAYAI KEPUTUSAN PEMIMPIN.

Ok, mari kita REFLEKSI! Selama SBY, kritikan begitu deras mendera selain ulah para menteri sendiri yang menjadikan kementriannya sebagai ATM partai.  Kritikan sampai ke bully inilah yang membuat SBY sulit bergerak dan ragu memutuskan.  10 tahun masa kepemimpinannya, banyak hal yang menggantung, jika diibaratkan sepeda dan rakyat adalah rantainya…sementara presiden pengemudi sepedanya, si rantai tadi bergejeolak ada yang minta maju ada yang mundur bahkan ada yang morotol tak mau bergabung dirantai itu, apa akibatnya bagi si pengemudi? ya, tak pernah sampai pada tujuan!  Jadi seyogyanya rakyat berhenti berpikir negatif terhadap pemimpinnya dan percayakan pada sang pengemudi.  Bapak Prabowo sendiri sebagai rival didetik akhir pelantikan begitu legowo menjadi bagian dari rantai sepada yang akan ikut bersama sesuai tujuan dari pengemudinya.

Ok, ini harus masyarakat ketahui.  Mengapa isu2 keburukan dalam bentuk apapun akan senantiasa dihembuskan ke arah presiden dan pemerintahannya, oleh siapa dan apa tujuannya?  Tujuan politik kekuasaan —> masih ada yang tidak terima kehilangan kekuasaan, maka dengan segala cara mencari sisi negatif untuk kemudian di”blow up”.  Tujuannya agar rakyat termakan isu dan opini “PRESIDEN TERPILIH GAK KOMPENTEN”, rakyat yang termakan opini akan mudah digiring untuk mensetujui penggulingan atau paling tidak impeachment oleh DPR akan berjalan mulus.  Ciri mereka yang punya tujuan politik kekuasaan akan senantiasa menebarkan isu dan opini yang sepele2 yang berdasarkan logika isu itu tidak relevan hanya berkisar sesuatu yang pribadi yang tidak ada kaitannya dengan kinerja, dari isu kodok, merokok, bahkan hal2 yang terkait anak atau jilbab isterinya atau karena masalah kemeja yang gak pernah dimasukkan ke celana.  Tujuannya apalagi kalau bukan menurunkan kewibawaan sang presiden.  Itu cara yang biasanya dilakukan untuk masyarakat awam.  Masyarakat harus pintar memilah mana ISU PROPOKATIF dan mana informasi yang konstruktif, sudah waktunya kita move on, kalau negara kita hebat dan maju, kita juga yang untungkan??

Pilih siapa? #myPreident

Mulai panas ya? Pemilu 2014!!! Siapa jagoan mu??

  • Dari demokrat ada Gita Wirjawan, Anis Baswedan, Dahlan Iskan, dan Marzuki Ali…
  • Dari PKS ada Anis Matta dan Hidayat Nurwahid
  • Dari PDI …entah jadi atau tidak Jokowi dicalonkan atau Megawati yang mau maju lagi…
  • Dari PBB kalau uji UU Pilpres lolos di MK maka Yusril maju jadi Capres.
  • Dari Gerindra ada Probowo
  • Dari Hanura dari Wiranto
  • Dari PKB atau PPP (?) yang mencalonkan Rhoma Irama
  • Dari Golkar ada Abu Rizal Bakri

Pilihannya siapa (???)  Kalau saya sih sangat konsen dengan TIM Ekonomi yang mereka bentuk…bukan sekedar smart, soleh, atau bahkan handsome.

Kalau demokrat siapapun Presidennya sudah dipastikan ekonomi neoliberal menjadi sandarannya.  Secara ideologi, partai ini merupakan partai transnasional perpanjangan dari ideologi Partai Demokrat AS.  Ideologi yang kental dengan liberalisme termasuk pada sistem ekonominya.  Berharap perubahan sistem ekonomi pada partai ini? hemm think again!!!  Siapapun pemimpin yang ditawarkan oleh partai ini, maaf “Saya tidak terlalu yakin akan mengubah kibat sistem perekonomian”  Dalam kerangka liberalisme, “pasar dunia menempatkan Indonesia sebagai konsumen bahkan buruh potensial dan negara-negara maju sebagai produsen dan manajernya”  maka jangan banyak berharap Indonesia akan mengenjot ekonomi REAL dan pengolahan BUMN untuk kepentingan rakyat.  Yang terjadi justeru privatisasi atau penjualan BUMN dan menyuburkan ekonomi berbasis kredit, suku bunga, dan ragam ribawi lainnya.  Saya pribadi sih, “siapapun calon dari Demokrat…rasanya gak tega saya mencoblosnya”.   1 suara saya akan menjeburkan rakyat indonesia pada sebuah sistem liberalisme ala AS.  Maaf, saya Gak tega sama rakyat.  Saya yakin, rakyat Indonesia masih bisa di-setting menjadi manusia berdikari bukan sekedar hamba sahaya.

PKS?? Seperti halnya demokrat partai ini merupakan partai Transnasional dari Ikhwanul Muslimin di Mesir.  Jelas sekali partai ini berideologikan islam, dalam sisi politik namun untuk masalah ekonomi…maaf saya belum menemukan kitab yang dikarang oleh Mujtahid-mujtahid Ikhwanul Muslimin terkait sistem ekonomi islam.  Akan dibawa kemana sistem perekonomian Indonesia jika mereka memimpin?? Lagi-lagi BLUEPRINT-nya pun tak jelas.   Tambah lagi selama ini “pergulatan ide2 mendasar tentang sistem ekonomi” tidak menjadi konsen dari partai ini.  Maaf, saya belum pernah mendengar bahwa partai ini melakukan  brainstroming mengundang berbagai pakar ekonomi, untuk mengagas perekonomian alternatif bagi Indonesia.   Yg terjadi hanyalah sejumlah bantahan terhadap intrik2 yang gak penting banget bagi kesejahteraan Indonesia terkait ulah para kadernya.  Tampaknya, dari berbagai intrik-intrik yang ada…partai ini punya basis kuat secara internal partai terapi belum siap memimpin Indonesia.

PDI-P??? Ironis!!! Partai ini partai wong cilik, partai rakyat tumbuh dan berkembang dari desakan rakyat.  Namun selama Mega memimpin justeru ideologi ekonomi liberalis yang mendominasi.  Entahlah saya masih sanksi partai ini mempunyai keberanian untuk mengubah kiblat ekonomi bangsa ini atau seperti yang pernah terjadi “partai ini terjebak dengan sistem neoliberal yang terlanjur mengakar di Indonesia”???

Lalu Gerindra???  Saya sempat bertanya siapakah Tim Ekonomi yang dipilih Gerindra. Twitt Prabowo cukup transparan menjawabnya.  Terus terang agak Speechless.  Di antara semua calon, hanya dari partai ini yang menawarkan program ekonomi, namun…..bagaimana ya? Saya masih diantara sangsi dan menaruh harapan.  Mungkin lebih baik baca ulasan ini aja, silahkan >> Ekonomi Kaki-5

Golkar ?? Pastinya 11-12 dengan demokrat, bedanya Golkar tumbuh di Indonesia, jadi keputusan-keputusan liberalnya masih akan mempertimbangkan kultur dan budaya Indonesia dan rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia tentunya.  Selainnya??? Jangan terlalu berhadap deh akan adanya perubahan ekonomi yang azasi.

Hanura?? masih idem sama Golkar.  Bisa dikatakan bahwa HANURA adalah THE REAL GOLKAR, karena HANURA menjaga militansi nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.

PBB, PKB, dan PPP merupakan partai-partai Islam yang lahir di Indonesia.  Namun BLUEPRINT sistem perekonomian yang dianut partai2 ini juga belum jelas.

Itulah pilihan saya!!! Saya akan memilih calon yang punya BLUEPRINT SISTEM EKONOMI berbasis pada rakyat.  Saya menunggu partai apa yg secara terang-terangan mau menggunakan TIM & PAKAR EKONOMI KERAKYATAN.   Sudah bukan saatnya lagi menggunakan jargon2 bersifat SARA atau IRONIS lagi milih karena GAGAH dan TAMPAN MENYANDANG SENAPAN (#halahhh seperti lagu Kopral Jono saja!!!).

So, bagaimana pilihan anda?? Apa kriteria anda??? Let’s Think!!! Satu suara anda, rakyat taruhannya!!!