Bulan terbelah di langit Amerika #Resensi

image
Malam ini Purnama menghiasi langit Indonesia.  Dan saya berkesempatan nonton “bulan terbelah di langit Amerika”

Wooof! Saya sempat baca pengalaman Acha saat syuting dg hijab di AS.

Setting cerita ‘9-11-2001’ sinisme thdp islam.  Hanum diminta bos buat artikel “Akankah dunia lebih baik tanpa islam?” Disinilah cerita dimulai…

Ok, saya cerita hal menarik di film ini saja, terus terang aja soundtrack filemnya agak ganggu terlalu “songong” (sorry sama yg buat soundtrack). 
#Acha, di film ini menggambarkan sebagai sosok wanita bekerja yg butuh perlindungan dan tergantung pada suami.  Mungkin ini jadi gambaran bagi para muslimah umumnya yg bekerja, kadang ketika kita bekerja gak mandiri2 banget dan acapkali malah ngerepotin suami…hehehe
#Abimana, di film ini digambarkan sbg sosok suami yg melindungi istri tapi menarik keuntungan dari pekerjaan istri, mencuri ide dari apa yg dikerjakan istri.  Dan kayaknya yg begini natural terjadi pada kehidupan suami istri.

Dan kesan saya selama nonton film ini kayak lagi merangkai puzzle.  Frame demi Frame disajikan dan ternyata di ending potongan2 itu jadi sebuah kesatuan utuh.  — Ya, ini mungkin maksud bulan terbelah lalu tersatukan kembali.

Di film ini kita disuguhkan sebuah pesan tentang islam yg membawa kedamaian menghargai perbedaan.  Walaupun pesan yg disampaikan ‘agak memaksakan’ tapi is OK, bagi  yg sudah muslim ini akan memperkuat kecintaan pada islam.  Tapi mungkin logikanya agak susah dipahami dari kacamata non muslim. 

What ever – film ini cukup menghibur kita, paling tidak cocok ditonton saat libur maulud ini. Nabi Muhammad saw telah membawa islam, ISLAM SBG AGAMA RAHMATAN LIL ALAMIN.  Dan akting Acha dan Abi di film ini pun cukup memanjakan mata, jadi tak ada salahnya jika film ini dipilih sbg film tontonan bersama anak2 ABG anda!

NONTON ASLI. Please HINDARI BAJAKAN YA! #YUK KITA BUAT INDONESIA BAGUS!

THE VIRGIN #ResensioldFilm

Ini film lama, tahun 2004 (Wow 10 tahun lalu nih film), pemerannya aja masih pada SMA.  Pernah jadi kontroversi juga nih film di tahun itu, sampai akhirnya lolos karena hanya boleh ditonton oleh 21+.  Di puter di MNCTV lepas jam 12+ malam, masih kebayang memang ini tontotan orang dewasa.

Fenomena remaja2 di virgin itu bukan fenomena baru.  Cathy, anak SMA dari keluarga miskin yang bergaul dengan Stela dari keluarga gedongan yang punya kehidupan bebas, dan Biyan dari Keluarga Menengah atas yang mengalami DISHARMONIS KELUARGA, ibunya gila karena ayahnya doyan main perempuan.

Cathy adalah fenomena anak remaja dari keluarga miskin, yang bergaya seperti keluarga gedongan..baju & HP bermerk.  Untuk mengejar gaya, ya apalagi kalau gak melacurkan diri.  Fenomena “Cathy” adalah fenomena yg banyak terjadi di sekitar kita.  Tahun 80-90-an, waktu saya remaja, anak SMA kayak gitu dikenal dengan perek.  Sekarang kita kenalnya dengan cabe-cabean.  Fenomena remaja seperti ini banyak di SMA, gampang sih mendeteksinya, kelihatan juga dari gaya-gayanya….”body language” gak bisa bohong….

Surely, dari semua cerita yang disajikan…film ini gak banyak pesan moral yang bisa dicerna.  Anak2 SMA yang berkeliaran dengan kehidupan malamnya, minum2-an keras, pesta, dan free-sex.  Hal yang menarik adalah setting yaitu kesetiakawanan…

Ceritanya sendiri banyak loncat-loncat…banyak cerita gak selesai, loss focus juga….alurnya belok2 beriak…gak enak nontonnya, peralihan antar frame juga kasar, nontonnya jadi gak nikmat.

Akhir cerita, baru ketangkap bahwa ini cerita tentang perjuangan “mempertahankan keperawaanan” semua karena LOSS FOCUS.  Sayang sebetulnya, isi ceritanya cukup bagus cuma….mengalurkannya yang tergesa-gesa, sepertinya si pembuat skenario gak cukup sabar …….

 

Film ini memang cocok untuk 21+ ke atas, kalau ditonton remaja putri tampaknya harus hati2, jangan sampai ini menjadi sebuah pelegalan, it’s ok dengan kehidupan tersebut, karena dalam film ini tidak tampak penyesalan dari para tokoh yang terlanjur berbuat free-sex, seakan2 semua legal.  Kedewasaan menonton diperlukan dalam hal ini.