Bedakah jumlah tulang rusuk wanita dan lelaki?

Masih pada #PLPG2012, waktu lalu.  Seorang guru menyampaikan IPA Kelas 4, tentang rangka manusia.   Dengan “Pede” ia mengatakan bahwa “Jumlah Rusuk Lelaki dan Wanita Jumlahnya Berbeda“,  Karena dari rusuk pria telah diambil satu oleh Alloh, untuk membuat seorang wanita.   Saya tanya, “Betul itu pak?”  dengan yakin si Bapak berkata, “Betul, Bu! Kan perempuan diciptakan dari tulang rusuk lelaki, jadi tulang rusuk lelaki ada yang hilang!”  Lalu saya arahkan,  “Coba, pak lihat lagi gambar rusuk yang bapak buat,  itu tulang rusuk siapa? Lelaki atau perempuan?”   Si Bapak agak berpikir sedikit, lalu dengan “Pede, ia menjawab.  Ini tulang rusuk perempuan kayanya karena tidak ada yang hilang!”  Saya *TEPOK JIDAT lagi deh!

Continue reading

Mengapa di Bogor banyak hujan?

Coba sebutkan hal apa saja yang berhubungan dengan Bogor?

Jika ada pertanyaan ini, saya sih yakin jawaban teratas adalah HUJAN!!!! (tentu saja selain talas, kebun raya, angkot, dan IPB).  Bogor kota hujan adalah sebuah mafhum amm.  Dan siapapun yang ke Bogor, merasakan sensasi hujan yang berkepanjangan, musim kemarau pun hujan tak kunjung berhenti di Bogor, pertanyaannya adalah mengapa???? Mengapa hujan senantiasa mampir ke Bogor??? Ada apa dengan Bogor?? Adakah magnet yang menarik awan-awan sehingga lebih senang berlabuh ke Bogor??? Atau karena Bogor dihuni oleh penduduk yang beriman sehingga berkahlah tanahnya (bukankah hujan sebuah rezki???)

Continue reading

Dikotil, bijinya bisa dibelah?

Sejak lama grget juga mengomentari ini,  tadi siang ketika saya ngajar, saya brainstroming juga, “Apa definisi dikotil dan monokotil?”  maka tercetus juga dari mahasiswa semester satu ini, “dikotil adalah tanaman yang bijinya bisa dibelah menjadi dua, sedangkan monokotil tidak bisa!”

Lalu, saya bilang baiklah! Acungkan jempol ke atas jika anda anggap itu monokotil dan ke bawah jika anda anggap itu dikotil.  Lalu saya sebutkan nama-nama tanaman:

  1. Padi — [Saya amati…Ok, mayoritas monokotil]
  2. Salak — [Saya amati…Ok, mayoritas monokotil]
  3. Kacang kedelai  — [Saya amati…Ok, mayoritas dikotil]
  4. Kacang ijo [Saya amati…mulai galau antara dikotil atau monokotil]
  5. Sawo [Saya amati…mulai galau antara dikotil atau monokotil]
  6. Jambu batu/biji  [Saya amati…makin galau antara dikotil atau monokotil]
  7. Cabe [Saya amati…lebih galau antara dikotil atau monokotil]

Continue reading

Mengapa kita lebih suka mendorong daripada menarik?

Perbincangan kemarin di Felicity D10 cukup asyik.  Novi menceritakan pengalaman hari itu microteaching di SD Hikari.  Saya sih hanya memancing-mancing pertanyaan2 kritis, yang akhirnya gak bisa dijawab juga.

Novi menceritakan pengalaman hari itu tentang “gaya tarik dan dorong” —> pertanyaan kritis saya adalah, “Mana yang lebih disukai mendorong atau menarik”? Mengapa?

  • Lebih menyukai mendorong meja atau menarik meja?  lebih menyukai menarik lemari atau mendorong lemari? dan lihat para tukang, lebih menyukai “mendorong gerobak” atau “menarik gerobak”?
  • Jawaban mereka dipastikan mendorong!!! Mendorong itu lebih ringan!! Lalu saya tanya, bagaimana dengan gaya??  gaya tarik dan dorong sama tidak?? —> nah, mulailah kebingungan!!!

push-pull-door-signs-2

Continue reading