Rukun Islam dan multidimensional efek

Pernah berefleksi tidak, bahwa ternyata rukun islam itu punya efek besar tdk sekedar ruhiyah tapi juga ekonomi, sosial, bahkan budaya. Coba kita sadari:
1. Syahadat >> konsekuensi sbg muslim.  Secara verikal sdh tentu terikat pd perintahNya.  Konsekuensi ini akan berpengaruh pd budaya seseorg.  Seorg muslim hrs mau hidup dg budaya islam (pakaian, makanan, minuman, bahkan tidur pun ada aturan dlm islam yg ajan jadi budaya)

2. Shalat.  Selain dimensi vertikal/ruhiyah, juga menimbulkan dimensi sosial kemasyarakatan.  Apalagi dg tumbuhnya mesjid.

3. Zakat.  Ini lagi…jelas terlihat dimensi sosial humanisme selain dimensi vertikal.

4. Puasa, nah walaupun tujuannya sangat vertikal.  Tapi komersialisme romadhan membuat dimensinya bergeser ke ekonomi bisnis…apalagi dg penutup hari raya.

5.  Haji.  Ini yg plg terlihat dimensi ekonominya.  Haji tlh membuat arab  kaya raya dg devisa haji dan umrah.  Haji menggerakkan dimensi ekonomi mulai dari penjual tas, baju haji, oleh2 haji, katering, maskapai penerbangan sampai hotel dan penginapan.

Sungguh ibadah yg punya efek multidimensional….mensejahterakan dan menghumaniskan…manusia.

Puasa akan segera berakhir, saatnya Zakat Fitrah!

Dari Ibnu Umar RA., “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah dari Ramadhan sebanyak satu sukat dari kurma atau satu sukat padi, atas hamba dan orang merdeka, lelaki dan wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin (HR. Muslim dan Bukhori)”

Hari ini Ramadhan ke-28 1434 H, sehari lagi ldul Fitri.  Horeeee!!!

Kalau dipikir-pikir, pada bulan ramadhan itu ada 3 rukun islam yang kita tunaikan yaitu Shalat, Puasa, dan Zakat.  Zakat fitrah terutama! Berikut ini intisari dari zakat fitrah yang saya baca dari Fiqih Sunahnya Sayyid Sabiq,  dicetak1978, halaman 154-159. diterbitkan di Bandung oleh  PT Al Ma’arif.